Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Mengingat Kembali


__ADS_3

Pukul 8:00 pagi.


Mobil yang di kendarai Pak Osmar telah sampai di depan Perusahaan Abraham. Ia masuk ke dalam perusahaan sesaat setelah Pak Osmar membuka pintu mobil untuknya. Ketika masuk ke dalam perusahaannya, ia dan Pak Osmar melihat seorang wanita paruh baya memohon pada seorang resepsionis untuk bisa bertemu dengannya.


Ia pun berhenti di depan meja resepsionis untuk mengetahui apa yang terjadi di sana.


“Ada apa ini?” Tanya Reqy dengan ekspresi dinginnya.


Seketika para resepsionis di sana langsung menyapa Reqy sambil membungkuk hormat.


“Selamat datang Tuan Muda.” Sapa para resepsionisnya secara bersamaan.


Salah satu resepsionis menjawab pertanyaannya tadi ketika selesai menyapanya.


“Wanita ini ingin sekali bertemu dengan Anda, Tuan Muda.” Sambil menundukkkan kepalanya tanpa berani menatap langsung wajah bos arrogannya.


Wanita paruh baya itu langsung mendatanginya dengan wajahnya yang terlihat senang ketika melihat kedatangan Reqy. Ia sangat antusias, karena bisa bertemu langsung dengan Reqy yang sejak tadi ia tunggu – tunggu.


“Tuan Muda, saya ibu dari gadis yang Anda penjarakan,” Wanita paruh baya itu memperkenalkan dirinya dengan sopan di depan Reqy.


“Gadis yang mana?” Tanya Reqy sambil mengerutkan keningnya dengan bingung mendengar ucapan wanita itu.


“Putri saya yang bernama Nita. Anda memenjarakannya beberapa bulan yang lalu, tuan.” Jawabnya dengan sopan.


“Oh...” Reqy membalas ucapannya dengan ekspresi biasa yang ia tunjukkan.


Wanita paruh baya itu kembali bicara ketika melihat respon Reqy yang terlihat tak peduli dengannya.


“Tolong bebaskan putri saya, tuan. Saya mohon pada Anda. Dia masih belum dewasa tuan. Tolong maafkan semua yang dia katakan pada Anda, tuan. Tolong bebaskan anak saya tuan muda.” Wanita paruh baya itu terus memohon di depan Reqy dengan wajahnya yang terlihat kasihan. Ia sampai meneteskan air matanya di sana, karena tidak bisa membendung kesedihannya, mengingat anaknya yang masih berada di dalam penjara.


Reqy masih tampak biasa menatap wanita paruh baya itu yang merupakan ibu kandung Nita.


“Kau bilang anakmu belum dewasa. Apa kau mencoba membodohiku. Dia sudah bekerja bukan, dan dia bukan gadis di bawah umur. Bagaimana bisa kau mengatakan dia belum dewasa?” Tanya Reqy dengan ekspresi dinginnya.


“Tolong berikan kesempatan kedua pada kami tuan, bebaskan putriku. Masa depannya hancur jika dia terus berada di penjara. Saya berjanji pada Anda kalau anak saya tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Saya mohon.” Ia terus memohon – mohon di depan Reqy dengan isak tangis yang terdengar di sana.


“Itu akibat dari perbuatannya sendiri yang sudah menghina istriku. Berani sekali kau memohon padaku untuk melepaskannya. Apa putrimu pernah memikirkan setiap kata yang dia katakan pada istriku. Sekarang kau datang memohon untuk melepaskannya. Kau pikir dengan memohon dan menangis di depanku, aku bisa dengan mudah melepaskannya?” Reqy sangat marah melihat ibu Nita yang memohon padanya sambil menangis, seakan dirinya yang salah karena sudah memenjarakan anaknya.

__ADS_1


Ibu kandung Nita langsung berlutut di depan Reqy dengan suara tangisan yang masih terdengar di sana.


“Tolong lepaskan anak saya tuan muda. Saya mohon, saya janji anak saya tidak akan melakukan kesalahan seperti itu. Saya mohon Tuan Muda.”


Reqy terlihat sangat kesal melihat wanita paruh baya itu menangis. Ia menatapnya dengan penuh amarah mendengar suara tangisannya, apalagi mendengarnya yang terus memohon padanya.


“Paman...” Panggil Reqy dengan suaranya yang terdengar keras dan tegas.


“Ya tuan.”


“Usir dia dari sini. Aku tidak suka melihat ada sampah seperti ini di depan mataku.” Perintah Reqy dengan tegas.


Reqy tidak peduli dengan ibu Nita yang terus menangis, atau pun peduli jika orang yang memohon padanya itu adalah wanita yang jauh lebih tua darinya. Baginya itu tidak penting, selama mereka sudah berbuat salah maka harus mendapatkan pelajaran tanpa peduli dengan umur atau pun jenis kelamin. Semua sama di matanya, jika memang mereka salah.


“Baik Tuan Muda.” Balas Pak Osmar ketika mendengar perintah Tuan Mudanya.


Dengan sigap, Pak Osmar memanggil para pengawalnya untuk mengusir wanita yang mengaku ibu kandung Nita. Namun, ibu Nita tetap bersikeras untuk tidak pergi dari sana sebelum Reqy menyetujui permintaannya tadi.


“Tuan Muda tolong lepaskan anak saya.” Ia kembali memohon pada Reqy ketika para pengawal sudah memegangnya untuk keluar dari sana. Ia sampai memegang kaki Reqy saat para pengawal ingin menyeretnya dari sana.


“Seret dia keluar, jangan biarkan dia masuk kembali ke sini.” Tegas Pak Osmar kepada para pengawalnya.


“Tuan Muda, Anda sangat kejam. Anda tidak punya hati nurani. Apa Anda tidak takut pada karma, karena sudah membuat orang menderita?” Teriaknya dengan keras ketika di seret dari sana.


Reqy sama sekali tidak peduli, ia hanya melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam lift kantornya.


“Anda akan menerima balasannya tuan. Saya bersumpah, Anda akan kehilangan orang yang paling Anda cintai sama seperti saya. Anda pasti akan merasakan apa yang saya rasakan bahkan Anda akan melebihi sakit yang saya yang rasakan. Anda sudah berdosa, karena sudah memisahkan ibu dan anak.” Teriaknya kembali dengan suaranya yang semakin keras sampai membuat semua karyawan mendengar teriakannya.


Saat itu, Reqy menghentikan langkahnya ketika mendengar teriakan wanita paruh baya itu, kemudian membalikkan badannya  melihat ibu kandung Nita. Ia berjalan cepat menghampiri ibu kandung Nita yang masih berada tak jauh darinya.


Ketika sudah berada di depan ibu Nita, ia langsung membungkuk, kemudian memegang dagu wanita paruh baya itu dengan keras.


“Berani sekali kau mengatakan itu padaku. Sebelum kau mengatakan karma, kau lihat dulu putrimu yang kau anggap berharga itu. Apa kau tahu, dalam Keluargaku tidak pernah ada orang yang berani bicara tidak sopan pada orang lain. Kalau pun ada, aku langsung memberikannya pelajaran yang setimpal ,apalagi orang lain yang sudah berani menghinaku. Kau ajari lah putrimu itu dengan sopan santun. Ingat, kalau kau terus berteriak mengatakan karma di depanku. Aku jamin, bukan hanya putrimu yang masuk penjara, tapi seluruh keluargamu. Apa kau dengar?” Tegasnya dengan ekspresi dingin.


Keluarga Abraham memang sangat menjunjung sopan santun. Apalagi Reqy yang selalu di ajari tentang disiplin dan sopan santun oleh ayah dan kakeknya. Mereka pernah mengatakan padanya, jika ingin di hormati maka ia harus menjaga sopan santun. Dan jika ingin orang tidak berani menghinanya maka ia harus memberikannya pelajaran agar mereka tidak berani dengannya atau pun dengan Keluarga Abraham. Apalagi dunia bisnis sangat kejam yang mengharuskan ia menjadi seperti itu. Sudah banyak sekali wajah – wajah yang ia temui selama hidupnya, wajah yang penuh dengan kepura – puraan.


Setelah mengatakan itu pada ibu kandung Nita, ia kembali melepaskan genggamannya dari dagu wanita itu, kemudian menyodorkan tangannya pada Pak Osmar yang sedang berdiri di sampingnya. Dengan sigap, Pak Osmar meletakkan sapu tangan di tangan Reqy. Reqy langsung mengusap tangan yang sudah memegang dagu ibu Nita dengan kasar, kemudian mengembalikannya pada Pak Osmar sapu tangan yang ia pegang tadi.

__ADS_1


“Buang,” Perintahnya.


“Baik tuan.” Balas Pak Osmar.


Reqy kembali melangkah menuju lift kantornya, sedangkan wanita tadi hanya bisa diam mendengar ucapan Reqy tanpa mengatakan sesuatu lagi. Ia takut kalau Reqy akan semakin membuat keluarganya menderita.


Para pengawal yang memegangnya langsung mendorongnya keluar dari sana dengan kasar sampai ia jatuh tersungkur di depan perusahaan Abraham.


***


Sementara Reqy yang sudah berada di lantai atas kantornya merasa kesal mengingat kata – kata yang di ucapkan ibu Nita. Ia langsung  menyapu semua barang di atas meja kantornya dengan kedua tangannya sampai semua barangnya jatuh ke lantai, tanpa tersisah satu pun di atas meja. Ia kemudian memukul mejanya dengan keras, dengan penuh amarah. Ia sangat terpengaruh dengan kata – kata wanita tadi yang mengatakan padanya tentang karma.


“Tuan Muda, Anda jangan memikirkan yang di katakan wanita tadi. Dia hanya bicara omong kosong.” Ucap Pak Osmar yang berusaha menenangkan Tuan Mudanya.


“Beraninya dia menyumpahiku.”Teriak Reqy sambil memukul kembali mejanya dengan kedua tangannya.


Ia sangat marah, ekspresinya terlihat dingin tak terima dengan apa yang ia dengar tentang kehilangan orang yang ia cintai.


Setelah berteriak marah di depan mejanya, ia kemudian berjalan ke arah kursi kerjanya dan duduk di sana sambil menyandarkan tubuhnya. Ia memejamkan matanya mencoba menenangkan amarahnya.


Tanpa sengaja, ia mengingat kembali tentang kejadian yang lalu ketika menculik mantan tunangan Adelia. Ia berpikir jika suatu hari istrinya tahu tentang perbuatannya itu, Adelia pasti akan membencinya dan menyalahkan dirinya tentang kematian Rian. Memikirkannya saja membuatnya sangat takut.


Ia tersadar dengan perbuatannya pada Adelia ketika mendengar kata – kata wanita tadi. Meskipun begitu, ia tidak pernah menyesali perbuatannya yang sudah menculik mantan tunangan istrinya. Jika harus mengulang kembali kejadian itu, ia tetap akan melakukannya untuk bisa menikahi Adelia. Yang ia sesalkan adalah ketika ia membiarkan Adelia bertemu dengan seorang pria yang membuatnya melakukan hal itu. Harusnya ia lebih dulu mendekati Adelia sebelum dekat dengan laki – laki lain. Ia tidak pernah menyangka kalau kejadiannya akan menjadi seperti itu.


.


.


Bersambung.


.


.


.


Ratu mohon maaf ya, mulai hari ini jadwal PPTA hanya up date Minggu - Jumat pukul 23:00 WIB. Sabtu tidak akan up date sayangku. Berikan Dewi hari libur satu hari saja, Oke sayangku yang tercinta😘😘🤗.

__ADS_1


VOTE....VOTE....VOTE Ratu dong guys.


Thanks you.


__ADS_2