
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Reqy yang berada di luar ruang lukis istrinya berusaha menggedor – gedor pintunya dengan keras.
“Del....kenapa kau menutup pintunya. Kenapa kau masuk begitu saja, tanpa mengatakan sesuatu padaku. Yang aku katakan itu dari dalam hatiku sayang. Aku bersungguh – sungguh, aku tulus mengatakannya. Tolong buka pintunya Del. Biarkan aku masuk.” Teriak Reqy di luar pintu ruang lukis istrinya. Teriakannya sangat keras agar
istrinya bisa mendengar suaranya meskipun tidak terdengar jelas, karena ia tahu kalau ruangan itu kedap suara.
Sementara di dalam ruang lukisnya, Adelia duduk di lantai sambil menangis sedih mendengar teriakan suaminya. Ia bisa mendengar suara teriakan Reqy, karena saat itu ia duduk bersandar di pintu ruangannya.
Ia ingin sekali mengatakan pada Reqy kalau ia juga mencintai Reqy. Tapi kata – kata Nerissa yang mendorongnya untuk tidak membalas perasaan suaminya.
“By, maafkan aku. Kalau aku tidak membalas perasaan hubby, aku takut kalau aku kehilangan hubby. Lebih baik kita seperti ini saja. Itu sudah cukup bagiku.” Gumamnya.
Reqy kembali berteriak dengan keras sambil menggedor – gedor pintu ruangan Adelia.
“Del...buka pintunya, biarkan aku masuk. Aku sudah tahu yang di katakan Nerissa padamu sayang. Tolong buka pintunya, aku mohon. Biarkan aku bicara sebentar.”
Adelia kaget mendengar kata – kata suaminya.
“Hubby tahu tentang masalah tadi malam.” Gumamnya.
Adelia segera menghapus air mata di pipinya dan beranjak dari sana, kemudian membuka pintu untuk suaminya.
Saat Adelia membuka pintunya, Reqy langsung memeluk tubuh istrinya.
“Aku tahu semua yang terjadi tadi malam. Kamu sama sekali bukan wanita sial sayang. Jangan dengarkan kata – kata Nerissa.” Ucap Reqy. Ia semakin memeluk erat tubuh istrinya.
Sementara Adelia, terlihat tidak bisa menahan air matanya yang jatuh ke pipinya. Ia kembali menangis di pelukan suaminya.
“Semua yang di katakan Nerissa memang benar by, aku cuma wanita sial.”
Reqy melepaskan pelukannya, kemudian menarik tangan istrinya. Ia meletakkan tangan Adelia di dadanya agar Adelia merasakan detak jantungnya sekarang.
"Apa kau merasakannya? Ini detak jantungku sayang. Aku sangat mencintaimu, detak jantungku berdetak seperti ini hanya padamu. Ini pertama kalinya aku merasakannya, Del. Dan itu ketika aku bersama denganmu."
"By...." Terdengar suara lembut Adelia memanggil suaminya diiringi isak tangis di wajahnya. Rasanya ia tidak tega kalau harus menolak perasaan suaminya yang sangat mencintainya itu. "Aku wanita yang sial by. Aku hanya membawa kesialan untuk hubby." Lanjutnya.
Reqy memegang kedua pipi Adelia dan menghapus air mata istrinya dengan lembut.
“Adelia....kau yang mengajariku untuk bangkit dari kesedihan karena kehilangan. Kau wanita pertama yang memberikanku senyuman tulus. Kau yang memberikanku perasaan cinta yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Bagaimana bisa kau mengatakan kalau kau adalah wanita sial. Kau sama sekali bukan orang sial. Di dunia ini tidak ada orang yang sial sayang. Tidak ada orang yang seperti itu. Jadi....jangan pernah mengatakan kalau kau itu sial. Aku tidak suka mendengarnya. Apa kau ingin membuatku marah. hem?” Jelas Reqy yang membuat Adelia semakin menangis. Kali ini ia menangis terharu mendengar kalimat suaminya.
Reqy kembali melanjutkan ucapannya.
“Apa kau masih ingat dengan laki – laki yang kau berikan kotak musik berhargamu?” Tanya Reqy sambil memegang kedua pipi istrinya.
Adelia menganggukkan kepalanya. “Iya.”
“Itu adalah aku. Laki – laki itu adalah aku. Aku sayang.” Ucap Reqy sambil menepuk – nepuk dadanya, menunjuk dirinya. “Kau pernah bilang kan, kalau orang yang sudah meninggal itu di sayang tuhan. Jadi semua yang meninggal itu bukan salahmu. Kenapa kau memikirkan hal – hal tidak masuk akal seperti itu?”
Adelia menundukkan kepalanya sejenak di depan suaminya dengan isak tangis yang masih membendung wajahnya. Ia kembali mengangkat kepalanya melihat suaminya.
“Maaf by, aku cuma takut kalau aku kehilangan hubby seperti aku kehilangan semua yang ku sayang.”
Reqy kembali memeluk istrinya, mengelus belakang kepala istrinya dengan lembut.
__ADS_1
“Kenapa kau harus kehilanganku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang. Aku janji, kalau aku akan hidup hanya untukmu, aku tidak akan membiarkanmu kesepian dan menderita. Hem?”
Adelia membalas pelukan suaminya dengan erat.
“Aku mencintai hubby.” Ucap Adelia.
Reqy terkejut mendengar kalimat yang di ucapkan istrinya. Ia langsung melepaskan pelukannya dari Adelia, kemudian memegang kedua bahu istrinya, menatapnya dalam – dalam.
“Kau bilang apa tadi?” tanya Reqy yang ingin memperjelas ucapan yang di katakan Adelia.
“Aku mencintai hubby.”
“Sungguh.” Reqy menatap Adelia dengan antusias.
Adelia menganggukkan kepalanya di depan Reqy. Seketika Reqy memeluk istrinya, lalu mengangkat tubuh istrinya ke atas, sedangkan Adelia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya bertumpu di bahu suaminya.
“By, turunkan aku. Aku sedang hamil by.” Ucap Adelia melihat wajah suaminya yang tersenyum lebar.
“Maaf sayang, karena bahagia aku sampai melupakan kalau kau sedang hamil. Aku refleks melakukannya”
Reqy kembali menurunkan istrinya di sana. Dan memeluknya kembali dengan erat.
“Katakan lagi kalau kau mencintaiku.”
“Aku mencintai hubby, sangat mencintai hubby.”
Reqy melepaskan pelukannya lalu menatap wajah istrinya dengan penuh cinta. Ia mendekatkan wajahnya secara perlahan – lahan sampai bibirnya mencium bibir istrinya dengan lembut. Begitu pun dengan Adelia. Saat itu, Adelia melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya, sedangkan Reqy memeluk pinggang istrinya sambil menciumnya dengan mesra.
Tiba – tiba Reqy teringat tentang masalah kotak musik yang di berikan Adelia, ia melepaskan ciumannya dari bibir Adelia, kemudian menatap Adelia dengan heran.
“Ada apa by?” Tanya Adelia penasaran melihat ekspresi bingung suaminya.
“Kenapa kau biasa saja saat aku bilang, kalau aku laki – laki yang kau berikan kotak musikmu itu?” Tanya Reqy.
Adelia langsung tersenyum melihat suaminya. “Aku sudah tahu kalau itu hubby.” Jawab Adelia dengan santai.
“Sejak kapan kau tahu?” Tanya Reqy yang semakin penasaran.
Adelia memegang tangan suaminya. “Ayo....kita masuk dulu ke dalam, aku ceritakan semua. Aku lelah berdiri sejak tadi.” Adelia tidak menjawab pertanyaan suaminya, dan hanya ingin mengajak Reqy masuk ke dalam untuk bicara.
“Kau lelah.” Reqy terlihat khawatir mendengar ucapan istrinya.
“Iya. Akhir – akhir ini aku gampang lelah, dan gampang mengantuk by.”
Reqy langsung menggendong istrinya ala ala bridal style sesaat setelah mendengar ucapan istrinya.
“By...aku bisa jalan sendiri.”
“Sudah...aku gendong saja ke sana. Aku ingin sekali menggendongmu. Kalau perlu aku akan menggendongmu setiap hari.” Ucap Reqy.
Adelia tampak diam tersenyum menatap suaminya yang tengah menggendongnya. Ia kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya sambil menatap terus wajah suaminya tanpa ada rasa malu lagi yang ia tunjukkan di depan Reqy.
Sementara Reqy mulai melangkahkan kakinya menuju sofa tidur yang biasa di gunakan istrinya bersantai. Setelah berada di depan sofa, ia menurunkan istrinya di atas sofa. Ia ikut duduk di sana sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.
“Kemrilah, duduk di depanku.” Pinta Reqy sambil menepuk – nepuk sofa di tengah – tengah kedua kakinya.
__ADS_1
Adelia menggerakkan tubuhnya untuk duduk di depan suaminya. Ia duduk dengan posisi membelakangi Reqy, tepat di depan suaminya. Reqy saat itu langsung menggerakkan tubuhnya ke depan sampai tubuhnya menempel pada istrinya. Ia memeluk tubuh Adelia dari belakang sambil meletakkan dagunya di bahu kanan istrinya.
“Cepat katakan, kapan kau tahu tentang kotak musik itu?” Tanya Reqy yang masih penasaran.
“Sebelum aku katakan, hubby tidak boleh marah ya pada Emir.”
“Oooo....jadi Emir yang sudah memberitahumu.”
“Iya. Janji ya, jangan marah pada Emir.” Balas Adelia.
“Oke....aku tidak marah. Paling aku memecatnya dan menyuruhnya kembali ke Inggris.” Ucap Reqy yang terdengar santai.
“Hubby.” Panggil Adelia dengan suaranya yang terdengar kesal diikuti bibirnya yang terlihat cemberut.
“Oke...aku tidak akan melakukan itu semua. Sekarang cepat katakan, kapan kau tahu?” tanya Reqy.
“Waktu kita liburan di Italia. Waktu itu hubby demam tinggi, dan Emir mengatakan semuanya padaku. Aku langsung kaget dan tidak percaya kalau orang yang kuberikan kotak musik itu adalah hubby.” Jelasnya.
“Kenapa, kau tidak menyangka kalau sekarang aku sangat tampan di banding dulu?” Reqy terlihat membanggakan dirinya sendiri ketika mendengar penjelasan istrinya.
“Hubby narsis sekali sih.”
“Kau bilang apa tadi. Aku narsis, tega sekali kau mengatakan suamimu narsis.” Reqy terlihat serius mengatakan itu pada Adelia. Ia sampai cemberut mendengar kata – kata istrinya.
Adelia kemudian membalikkan badannya menghadap suaminya yang terlihat cemberut.
“Hubby, aku hanya bercanda. Kenapa hubby jadi ngambek begini sih?” Tanya Adelia.
Saat itu, Adelia memegang kedua pipi suaminya sambil menggoyang – goyangkannya di sana. “Ayo senyum dong, jangan cemberut begitu.” Ucap Adelia sambil tersenyum manis di depan Reqy.
“Kalau begitu cium aku, aku tidak akan marah kalau aku puas dengan ciumanmu.” Pinta Reqy sambil menyodorkan wajahnya di depan Adelia.
“Iih..” Adelia memundurkan kepalanya ketika Reqy memajukan wajahnya untuk di cium.
“Ya sudah, kalau begitu aku tidak akan berhenti marah.” Ucap Reqy sambil memalingkan wajahnya ke samping dengan bibirnya yang cemberut.
Adelia menggerakkan tubuhnya untuk memegang kepala suaminya, kemudian mencium kening suaminya dengan mesra.
“Eemmuach.” Adelia mencium kening suaminya dengan sangat lama sampai Reqy kaget, karena tersentuh dengan ciuman yang di berikan Adelia.
Reqy seketika tersenyum lebar, kemudian memeluk Adelia di sana sesaat setelah menerima ciuman sederhana yang di berikan Adelia padanya.
Meskipun ciuman yang di berikan Adelia hanya ciuman biasa di keningnya, tapi entah kenapa Reqy sangat bahagia menerimanya. Ia merasakan ada cinta yang Adelia berikan saat menciumnya tadi. Baginya, ciuman pipi, ciuman bibir, berhubungan badan itu tidak ada apa – apanya di bandingkan ciuman tulus yang di berikan Adelia saat ini.
Ciuman sederhana sangat berarti untuknya. Sekarang itulah yang di rasakan seorang Reqy yang terkenal kejam, tegas dan dingin. Hanya hal sederhana saja tapi sampai membuat hatinya tersentuh dan bahagia.
Bersambung.
.
.
.
Ingat tekan LIKE ya, harus. Tulis KOMENTAR positif kalian di kolom komentar. Silahkan VOTE Reqy dan Adelia. Di tunggu ya.
__ADS_1
Terima Kasih