Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Berikan aku hadiah


__ADS_3

Satu tahun kemudian setelah kelahiran anak pertama Reqy dan Adelia. Adelia sudah di sibukkan dengan berbagai macam kegiatan, termasuk menghadiri berbagai acara amal Keluarga Abraham seperti yang di lakukan ketika baru menikah dengan Reqy. Ia juga disibukkan dengan acara pameran lukisannya yang sudah ia rencanakan jauh – jauh hari bersama sahabatnya bernama Mika.


Meskipun Adelia sibuk, namun ia tak pernah melupakan tugasnya seorang ibu yang selalu menjaga anak pertamanya. Bahkan ia membawa Ikrar ke tempat dimana ia akan kunjungi, apalagi umur Ikrar sekarang sudah hampir satu tahun.


***


Kini Adelia tengah tertidur pulas di kamar anaknya bersama Nerissa. Ia tidur di samping kiri Ikrar, sedangkan Nerissa tidur di samping kanan Ikrar. Mereka tertidur pulas setelah mengobrol lama di sana. Ia dan Nerissa mengobrol sambil menidurkan Ikrar di sampingnya.


Tak lama kemudian, Reqy masuk ke dalam kamar anaknya saat ia selesai mandi di dalam kamar pribadinya. Ia berjalan pelan ke arah istrinya yang tertidur pulas di sana.


Reqy berdiri sejenak menatap istrinya sambil menghela nafasnya dengan kasar.


“Ini sudah tiga malam dia tidur disini,” Gumamnya menatap Adelia.


Ia kemudian mengangkat tubuh Adelia, menggendongnya ala bridal style. Seketika Adelia membuka matanya saat tubuhnya sudah berada dalam gendongan suaminya.


“By,” Panggilnya.


Reqy tak membalas panggilan istrinya, ia hanya tersenyum sambil berjalan keluar dari kamar anaknya. Saat Reqy sudah berada diluar, Adelia kembali memanggil suaminya.


“By,”panggilnya.


“Eem..” Reqy menghentikan langkahnya. “Kenapa sayang?” Tanya Reqy menoleh ke arah Adelia.


“Turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri by.” Jawab Adelia.


“Kau pasti lelah berjalan. Aku suka menggendongmu sampai ke kamar.” Ucap Reqy.


Adelia hanya diam di sana sambil melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.


Reqy kembali berjalan menuju kamar pribadinya. Setelah berada di depan kamar pribadinya, ia langsung membuka pintu kamarnya di sana. Ia berjalan menghampiri tempat tidurnya, meletakkan tubuh istrinya di kasur, kemudian ikut berbaring di samping Adelia. Ia berbaring dengan posisi tubuh miring menghadap Adelia sambil menahan kepalanya dengan tangan kirinya di bantal, tepat di samping Adelia.


“Seharian kau hanya memperhatikan Ikrar. Aku juga butuh kamu sayang.” Ucap Reqy.


Adelia ikut menggerakkan badannya ke samping Reqy, berbaring miring menatap suaminya di sana.


“Ikrar masih kecil by, dia butuh banyak kasih sayang dari kita.” Balas Adelia.


“Dia punya banyak orang yang bisa menjaganya, sedangkan aku hanya butuh istriku saja. Aku tidak butuh siapa – siapa selain kamu,”


Adelia menghela nafasnya sambil membelai kepala suaminya.


“Apa hubby cemburu pada anak sendiri?” Tanya Adelia.


“Memangnya tidak boleh.” Jawab Reqy.

__ADS_1


Adelia kemudian memegang kedua pipi suaminya. “Maaf ya by kalau aku mengabaikanmu seharian.” Ia meminta maaf pada Reqy sambil tersenyum di depan suaminya.


“Kalau begitu, berikan aku hadiah sebagai permintaan maaf, karena sudah mengabaikan suamimu.” Pintanya sambil tersneyum.


“Hadiah apa?” Tanya Adelia sambil mengerutkan keningnya.


Reqy langsung mendorong tubuh Adelia sampai tubuhnya terlentang, kemudian berada di atas istrinya.


“Hadiah tubuhmu sayang.” Jawab Reqy sambil memegang dagu istrinya, mengangkatnya sampai ia melihat jelas bibir manis istrinya.


Adelia hanya diam menatap suaminya di sana.


Reqy mulai mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir istrinya ketika Adelia tak menanggapi ucapannya. Ia kemdian mencium bibir istrinya, ********** dengan lembut. Semakin lama ia semakin memperdalam ciumannya saat Adelia ikut membalas ciumannya dengan mesra.


Saat itu, Adelia melingkarkan kedua tangannya di leher Reqy sambil menikmati ciuman suaminya.


Tak lama setelah Reqy puas mencium bibir Adelia, ia turun ke leher Adelia, menciumnya dengan penuh nafsu di sana. Adelia memejamkan matanya sambil menikmati setiap ciuman yang di berikan suaminya.


Reqy kemudian menggerakkan tubuhnya untuk membuka pakaiannya, lalu membantu Adelia membuka baju tidurnya setelah ia melepaskan semua pakaiannya. Reqy kembali melanjutkan aksinya setelah semua pakaian istrinya terlepas. Ia mencum setiap jengkal tubuh Adelia dengan lembut membuat wanita berambut panjang itu mengeluarkan suaranya.


Reqy lalu mengangkat paha istrinya dengan pelan sampai paha Adelia sudah menempel padanya, kemudian memegang kedua tangan istrinya. Seketika ia melakukan keinginannya itu dengan penuh gairah.


Sementara Adelia hanya bisa menggigit bibirnya, kemudian mengeluarkan suaranya di sana. Saat itu, Reqy langsung mencium kening istrinya dengan lembut, lalu kembali melanjutkan aksinya. Ia sangat menikmati tubuh istrinya, begitu pun dengan Adelia yang ikut menikmati sentuhan suaminya.


“Apa kau lelah?” Tanya Reqy pada istrinya.


Adelia hanya menganggukkan kepalanya.


Reqy langsung memeluk Adelia disana, mengelus punggung istrinya dengan lembut.


“Lusa adalah hari pameran lukisanmu ya sayang,” tanya Reqy.


“Iya.” Balas Adelia.


“Kenapa selama ini kau tidak meminta bantuanku. Aku bisa menyediakan tempat yang paling bagus untukmu?” Tanya Reqy.


“Aku dan Mika ingin melakukannya sendiri. Lagi pula aku mau melihat kemampuanku sampai dimana. Aku tidak mau mendapatkan bantuan dari siapapun lagi” Jawab Adelia.


“Apa karena aku pernah membiayai kuliahmu?” Tanya Reqy serius.


“Iya.”


“Aku kan sudah bilang sayang. Kalau bantuanku hanyalah bantuan kecil.”


"Iya by, tapi aku mau melakukannya sendiri."

__ADS_1


"Kalau kau memerlukan bantuanku, kau harus mengatakannya sayang." Pinta Reqy melihat istrinya.


"Iya, aku pasti akan mengatakannya padamu." Balas Adelia.


"Janji ya,"


"Iya....aku janji."


"Oh...ya, apa Ikrar selalu menyulitkanmu selama ini," tanya Reqy.


"Tidak sama sekali. Aku sangat senang menjaganya. Dia sudah pintar sekarang. Selalu tersenyum kalau diajak bicara." Jawab Adelia.


"Kalau kau susah menjaganya, aku bisa menambah orang untuk menjaganya."


“Tidak petlu by, aku bisa melakukannya. Lagi pula dia punya dua baby sister by. " Jelasnya sambil menatap suaminya. "Sudahlah...aku tidak mau membahasnya lagi. Aku mengantuk. Besok harus ke galeri lagi.”


"Apa kau bisa pulang cepat besok sayang?" Tanya Reqy.


"Kenapa?" Tanya Adelia sambil mengerutkan keningnya.


"Aku mau bersama kalian berdua. Beberapa hari ini aku merindukan kebersamaan kita," Jawab Reqy.


"Baiklah....sekarang kita tidur ya,"


“Oke....” Balas Reqy sambil mencium kembali kening istrinya.


Adelia mulai memejamkan matanya di sana, begitu pun dengan Reqy. Ia memejamkan matanya sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Bersambung.


.


.


.


Tekan LIKE ya, harus. Tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar. Punya poin dan koin silahkan VOTE Adel dan Reqy.


Rian: Kalian semua pada nungguin aku ya. Aku baru naik pesawat ini, jemput di bandara ya yang nungguin kedatangaku. Jangan lupa VOTE nya sampai aku datang.


Mpok Ijah: Gua nggak nungguil loh, malah gua doain supaya loh kecelakaan pesawat. Mati sekalian,,,, di sana. Huh. Nggak sudi gua lihat muka loh. Dasar pengganggu.


Rian: Ya tuhan, salahku dimana, aku hanya datang untuk mengambil kembali hakku. Kenapa kalian semua membenciku.


Author: Sabar ya Rian, sini author peluk.

__ADS_1


__ADS_2