Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 11 #aurel sakit


__ADS_3

Aurel berlari-lari bersama anak panti hingga ia tak mengontrol dirinya, ibu panti masih sibuk di dapur. Kiran juga sedang berada di kantor seketika Aurel pingsan karena kelelahan berlari.


" ibu panti, ibu... Aurel pingsan". teriak Doni.


Ibu panti pun lari tergopoh-gopoh mendekat di mana Aurel pingsan, lalu ia mengangkat tubuh Aurel. Aurel harus di bawa ke rumah sakit karena dia bukanlah anak yang biasa. Ibu panti meminta Doni untuk memanggil taksi, kemudian taksi datang dan ibu panti membawa Aurel ke rumah sakit. Aurel langsung di dorong ke UGD, ada dokter Azzam saat itu yang sedang piket.


" ada apa dengan Aurel Bu".tanya azzam.


" ibu juga tidak tau nak tiba-tiba Aurel pingsan".


" mungkin ia kelelahan Bu, ibu tunggu di luar ya biar saya periksa Aurel". ibu panti mengangguk ia gugup.


dr Azzam seksama memeriksa Aurel, Azzam sudah dari awal menangani Aurel. Setelah hampir satu jam pemeriksaan Azzam keluar dari ruangan, ibu panti langsung berdiri menanyakan kabar Aurel.


" Bagaimana dok dengan Aurel". tanya ibu panti panik.


" dia hanya kelelahan Bu, biarkan Aurel istirahat di sini satu malam. saya suntikan obat tidur dosis kecil kemungkinan akan bangun sore nanti". ucap Azzam memberi senyuman pada ibu panti agar tak panik.


Di kantor Kiran merasa tidak tenang sejak tadi, saat ia berada di kampus tak konsentrasi sama sekali. Entah ia juga tak tau perasaan nya tak enak. Tomi melihat Kiran yang sejak tadi bengong saat makan siang ia tak seperti biasa bercanda dengannya. Tomi memanggil Kiran untuk masuk ke ruangan nya, ia tak mau adik kesayangannya itu ada masalah. Karena Kiran adalah adik kesayangan dari bos Hamdan.


Kiran mengetuk pintu, Tomi mempersilahkan nya masuk.


" dek kamu kenapa dari tadi kakak liat seperti ada masalah, cerita sama kakak apa kamu sakit". tanya Tomi serius.


" tidak kak, Kiran baik-baik saja hanya saja sejak dari kampus perasaan Kiran tak enak. entah kenapa ya kak, Kiran tak mikirin apapun padahal. Hidup Kiran sudah sangat sempurna semua kebutuhan Kiran sudah terpenuhi, trus Kiran tuh mikirin apa ya kak". Tomi terkekeh melihat tingkah Kiran yang lucu.


" ada mungkin yang kamu pikirkan". Kiran mengerutkan keningnya namun Tomi memotong pembicaraan nya.


" perihal jodoh". kekeh Tomi.


" ih kakak, jauuuuh itu dari pikiran Kiran"


" beneran..." goda Tomi.


" iya kakak, kak Tomi saja belum nikah kak Rendi juga belum masak Kiran adiknya ngeduluin"


" tak apa dek kan ladies first " Tomi terkekeh.


" Kiran tak mau belikan pelangkah buat kakak".


" Hua..ha...". tawa Tomi pecah mendengar Kiran yang polos itu.


" kan kakak jadi untung"

__ADS_1


" sayang kak gaji Kiran, ,"


" Kiran,,, Kiran,,, kakak tak perlu di belikan pelangkah, jika memang ada seseorang yang menyukaimu ataupun mengkhitbah mu katakan saja pada kakak ya". Kiran mengangguk.


" itu pasti kak, kalian adalah kakakku".


" baiklah, jangan melamun selesaikan pekerjaan mu. jika memang masih tak tenang kamu pulang saja minta antar sopir, kakak masih banyak pekerjaan. Kakak mau selesaikan pekerjaan kakak biar ngga numpuk nanti di tinggal bulan madu". Tomi terkekeh.


" ye... yang mau nikah sudah mikirin bulan madu". ..


" emang mau bulan madu ke mana kak". tanya Kiran penasaran.


" kamu nanya...".


" ih kakak...".


" ke pondok indah saja".


" pondok indah itu daerah mana kak". Kiran memasang telinga nya semakin penasaran.


" ke pondok indah mertua, huaha....." Tomi tertawa ngakak.


" ih kakak...." lalu Kiran berlalu pergi dari ruangan Tomi ia sedikit kesal dengan Tomi, tapi hatinya lebih terhibur.


" permisi ruangan pak Tomi di mana ya". tanya seseorang kepada Kiran yang masih sibuk. lalu Kiran menunjuk ruangan di depannya.


" terimakasih"


suara pintu di ketuk, Tomi mempersilahkan masuk. ia masih sibuk mempelajari berkasnya tanpa menoleh ke arah siapa yang datang.


" silahkan duduk, " masih dalam posisi yang sama serius.


" saya mau memberikan laporan pemasaran Minggu ini pak"


" oh iya katakan saja maaf saya sembari memeriksa ini"


" Minggu ini kita menembus pasar internasional, ada beberapa yang ingin bergabung bekerja sama". Tomi terkejut padahal pekerja baru itu baru saja satu Minggu bekerja sudah bisa menembus pasar internasional.


" kamu yakin..." Tomi mendongak ke arah pak Ahmad yang katanya pekerja baru memnag tadi Tomi yang meminta untuk menemui di ruangannya. Tomi terkejut melihat sosok sangat itu...


" pak Bonar..." pak Ahmad pun terkejut ternyata Tomi itu adalah Tomi calon menantunya.


" Tomi kamu bekerja di sini". Tomi langsung Salim dengan calon mertuanya.

__ADS_1


" iya pak, Tomi bekerja di kantor ini. kenapa bapak bisa sampai di sini, lalu pak Ahmad". pak Bonar tersenyum.


" nama saya Ahmad Bonar, kalau dirumah memang panggilan bapak itu Bonar".


" MasyaAlloh dunia itu sempit kita di pertemukan di sini, maaf tadi Tomi tak begitu melihat bapak datang. Tomi sibuk dengan berkas yang menumpuk," Tomi merasa tidak enak kepada calon mertua nya.


" tidak apa-apa nak, ini laporan yang bapak basa silahkan di periksa. Kalau di kantor tetap kamu adalah atasan bapak beda jika di luar". ucap pak Ahmad.


Tomi memeriksa pekerjaan mertua nya ternyata benar ada tiga perusahaan luar negeri menawarkan kerja sama dan dalam satu minggu ini bagian pemasaran sudah lebih membaik beda dari sebelumnya.


" bapak benar-benar hebat ini sungguh luar biasa, ".


" kamu memuji bapak bukan karena bapak calon mertua mu kan,". pak Ahmad terkekeh.


" tidak pak ini benar, bos Hamdan pasti akan sangat senang melihat pekerjaan bapak". ucap Tomi.


" kamu juga luar biasa bapak dengar prestasi mu bagus, kamu pekerja yang jujur. sempat bapak tadi agak minder ketemu dengan bos Tomi ternyata itu kamu". ucap pak Ahmad sembari terkekeh.


" saya masih harus banyak belajar pak," Tomi merendah.


Setelah mereka berbincang-bincang sedikit akhirnya pak Ahamd pamit balik untuk bekerja lagi. Pak Ahmad tak seperti saat Tomi datang ke rumahnya untuk melamar Yara.


Tomi menemui Zidan ke ruangannya, Zidan kaget terkejut Tomi tak mengetuk pintu ia langsung nyelonong masuk.


" kamu bikin aku kaget tom". gerutu Hamdan.


" kamu tau siapa kemarin yang mendaftar di bagian pemasaran". tanya Tomi nerocos...


" iya dia lak Ahmad hari ini genap satu minggu ia bekerja, gimana pekerjaannya kamu sudah memeriksanya". tanya balik Zidan.


" pak Ahmad alias pak Bonar itu ayahnya Yara calon mertua ku". Zidan langsung menoleh ke arah Tomi melongo, namun setelah nya ia tertawa terbahak-bahak.


" pantas saja kamu sulit dapetin Yara mertuamu kek begitu, seremm".ucap Zidan sambil tertawa ia mengingat kumis pak Ahmad.


" nah sekarang kamu tau kan alasannya". Tomi mengingatkan.


" pekerjaan nya luar biasa lo tom ini kita di ajak kerjasama dengan perusahaan internasional berkat mertuamu dengan strategi penawaran yang sangat di terima oleh perusahaan lain.


" iya aku sudah melihatnya". ucap Tomi.


Mereka berbincang sebentar kemudian Tomi keluar, ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


___.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2