
Satu tahun sudah umur pernikahan Tomi dan Yara kini Yara sedang mengandung buah hati mereka. Yara hamil enam bulan setelah menikah memang Yara tak langsung hamil, mereka melewati pacaran setelah menikah beberapa bulan. Hamdan dan kia justru sudah punya anak lagi, anak kedua mereka perempuan di beri nama Hana haziqa Prayoga. Tinggal Zidan yang belum menikah dan Rendi, Rendi masih berpetualang sedangkan Zidan masih menunggu. namun Zidan senang tinggal sebentar lagi selangkah lagi ia akan mengkhitbah Kiran.
Zidan ke kantor dengan wajah bahagia setiap hari ia hanya menghitung hari menunggu waktu yang tepat untuk datang ke ibu panti langsung mengkhitbah Kiran. Zidan semakin semangat bekerja ia ingin memberikan mas kawin spesial untuk sang istri, dan juga ingin umroh bersama Kiran. rencana sudah di susun Zidan dengan sangat rapi tinggal tunggu waktunya.
" pak bos ceria amat pagi ini habis dapat rezeki nomplok ya". ucap sekretaris Zidan.
" tau aja kamu doakan saja ya". .
" pasti ini soal perempuan, Alhamdulillah pak Zidan segera sold out. siapa sih pak yang berhasil menaklukkan hati bapak padahal karyawan di sini juga masih banyak yang single juga cantik-cantik. apa masih karyawan di sini juga". Zidan hanya nyengir saja.
" rahasia nanti kalian semua akan aku undang " ucap Zidan.
" bapak ini bikin bisul saja". Zidan terkekeh menanggapi sekretaris nya.
Kiran tidak ke kampus ia ke kantor pagi ini juga, kerjaannya lumayan banyak ia membantu Zidan juga Tomi. tapi tak semua Kiran kerjakan sering Zidan dan Tomi saat mereka tak sibuk ke meja Kiran mengambil berkasnya lalu merka kerjakan. Kiran langsung mendudukkan dirinya di depan laptop nya, segera menyelesaikan pekerjaan nya. Zidan yang melewatinya senyum-senyum manis melihat Kiran, namun kiran tidak melihat ke arahnya ia sedang fokus pada layar laptopnya. tanpa sadar Zidan menabrak Tomi yang berjalan keluar, brugh.
" astaghfirullah Zidan kalau jalan liat jalan dong jangan liat cewek".
" sory aku tak sengaja".
" kalau sengaja aku jitak kepala kamu". ucap Tomi kesal kini berkasnya jatuh bertaburan di lantai. Kiran menghampiri lalu membantu Tomi.
" terima kasih Kiran" ucap Tomi lalu memberikan berkas kepada Kiran.
" sebentar lagi istirahat makan ke ruangan aku aja Kiran tadi Yara bawakan bekal yang banyak, istriku semenjak hamil suka sekali masak". ucap Tomi ia sering membawa bekal sekarang.
" oke kak". Kiran mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
" aku tak kau ajak tom".
" iya lu ikut masuk tapi tunggu sisa aku sama Kiran". canda Tomi.
" astaghfirullah teman macam apa kamu Tomi " kesal Zidan
" teman satu macam " Tomi terkekeh.
namun tetap saja Zidan siang harinya ikut masuk ke ruangan Tomi untuk makan siang. Yara masih shalat di masjid kantor.
" seberapa sih Yara bawain kamu bekel". Tomi membuka rantang susun yang ia bawa, awalnya Tomi menolak tapi Yara memaksa Tomi membawa makanannya. ke kantor bawa rantang tak bisa di bayangkan sikap coolnya Tomi itu bagaimana. Zidan ingin tertawa tapi ia tahan ia membayangkan bagaimana Tomi tadi membawanya masuk jadi hilang deh ketampanan nya apa justru malah semakin tampan.
" jangan tertawa aku usir keluar kamu" umpat Tomi kesal ia tahu jika Zidan menahan tawanya. yang membawakan rantang tadi adalah security Tomi memanggil security untuk membawanya masuk tapi sepuluh menit setelah Tomi masuk. Tomi tak di biarkan Yara untuk jajan di luar ia masak tiap pagi untuk membawakan bekal Tomi.
Kiran masuk setelah dari menjalankan kewajiban nya. ia lalu duduk di antara mereka menyiapkan makan untuk keduanya.
" setelah subuh ia langsung ke dapur". ucap Tomi.
" tak ada serangan fajar dong". ucap Zidan meledak.
" dasar asemmm... kamu baru merasakan jika nanti istrimu hamil. menghadapi istri hamil itu harus banyak kesabaran, kadang minta sesuatu yang tiba-tiba, kadang marah, pokoknya mengaduk emosi tingkat tinggi. tapi kita harus melihat ke perutnya jika emosi itu udah meluap, saat kita melihat istri dengan perut besarnya pasti akan mereda emosi kita. ada kebahagiaan yang nanti akan kita rasakan setelah menahan kesabaran". terang Tomi.
" tumben kamu pinter tom".
" copy paste senior Hamdan". Kiran terkekeh, Zidan mendorong lengan Tomi.
" beruntung punya teman seperti Hamdan ia bisa selalu menasehati kita, benar-benar luar biasa anak itu. tetap di acungi jempol meski sudah ganti topik novelnya. udah ayo makan tak abis-abis nanti jika hanya cerita saja". ucap Tomi mulai memakan makanannya.
__ADS_1
***
Kali ini Kiran pulang di antar oleh Tomi, Tomi cepat pulang karena Yara meneleponnya untuk membelikan sesuatu. Tomi meminta Yara untuk membelikan apa yang di mau Yara, Tomi takut coolnya hilang jika harus membeli sayuran di supermarket. Begitu lah Tomi yang gayanya dari dulu memang suka cool.
Sesampainya di rumah lagi-lagi Kiran melihat ibu panti sedang melamun melihat ank panti yang sedang bermain seketika handphone nya berbunyi, Kiran lalu bersembunyi ia ingin tau siapa yang menelepon ibu panti.
" iya pak tolong jangan ke sini saya akan segera cari solusinya". ucap ibu panti terdengar jelas. Kiran mendengar semuanya kini ibu panti sangat gelisah. Kiran lalu keluar mendekati ibu panti.
" eh Kiran sudah pulang nak". ibu terkejut melihat Kiran ada di belakang nya menenteng plastik berisi sayuran juga makanan ringan, tadi Tomi yang membayar nya.
" sudah Bu" Kiran meletakkan sayurannya ia susun di kulkas kemudian ia duduk.
" Bu cerita sama Kiran sebenarnya ada apa" ucap Kiran.
" memang nya ada apa, ibu tidak apa-apa" jawab ibu sembari tersenyum menutupi masalah nya.
" Kiran bukan anak kecil lagi yang bisa ibu bohongi, tolong cerita sama Kiran Bu". Kiran meraih tangan ibu panti menenangkan nya. lalu ibu panti tak bisa menahan ia menitikkan air mata.
" tempat ini akan di minta oleh pemilik tanah ini, dulu saat bapakmu masih ada mereka memberikan tanah ini sebagai wakaf namun kita tidak meminta sertifikat nya. bapakmu percaya dengan orang e memberinya, sekarang anaknya meminta tanah ini. kita di suruh segera mengosongkan tempat ini, bagaimana dengan anak-anak Kiran ibu tak sanggup melihat mereka ". ibu terisak perih, Kiran berdiri lalu memeluk ibunya.
" kita temui saja orang nya Bu kita jelaskan dulu saat mendiang ayah mereka masih hidup tanah ini sudah di wakafkan oleh panti". ucap Kiran.
" tak semudah itu nak mereka punya sertifikat aslinya, meskipun kita ngotot itu akan percuma". Kiran berfikir apa yang harus ia lakukan apalagi melihat adik-adik nya yang masih anak-anak.
___
bersambung
__ADS_1