
ingat pesan ibu menurut sama suami dan hormati kedua mertuamu
___
Kiran sudah mengemasi sebagian bajunya untuk di bawa ke rumah suaminya. Zidan membantu Kiran agar cepat selesai, kini Hamdan sudah menunggu di depan untuk menjemput kakak iparnya dan adiknya Kiran.
" Gimana dek udah siap tinggal di rumah suami". Kiran tersenyum kini ia mendekat kan dirinya dengan Zidan.
" insyaAlloh Kiran siap kak, ini adalah impian Kiran. Ada orang yang mencintai Kiran dan Kiran cintai membawa ke istana nya". Kiran memeluk sang suami.
" tapi rumah kakak bukan istana jauh dari kata istana". Zidan mulai mengeratkan pelukannya.
" apapun itu bagi Kiran rumah suami Kiran adalah istana, Kiran yakin Kiran akan bahagia di sana". Kiran semakin mengeratkan pelukannya.
" Alhamdulillah, terima kasih sudah menerima kakak apa adanya". Zidan mengusap kepala Kiran dan menciumnya.
" Kiran juga sangat berterima kasih kepada kakak sudah menerima Kiran meskipun sebelumnya Kiran sudah bikin kakak kecewa". Zidan melerai pelukannya.
" itulah cinta dek, karena kakak mencintai mu sayang. dan kakak tau kamu berbuat sesuatu ada alasan yang kuat".
" i Love you kakak".
" i love you to sayang".
" cepetan nanti lanjut di rumah". Hamdan menggedor-gedor pintu kamar Kiran, sudah lama ia menunggu mereka Hamdan ada pertemuan dengan klien bersama Mr Jack.
" ganggu aja sih adik ipar". Zidan membuka pintu.
" lagian sih lama amat, liat tuh jam berapa aku mau ketemu klien". ucap Hamdan meninggi ucapannya. Kiran justru malah terkekeh.
" ya ampun adik malah tertawa".
" ingat ya aku kakakmu dan dia istriku". ucap Zidan ikut meninggi.
" dia adik ku". Kiran makin terkekeh, ibu panti yang melihatnya juga tertawa geleng-geleng kepala.
" Sudah-sudah nak cepat kalau kalian mau berangkat ini juga sudah siang kasihan nak Hamdan hampir satu jam menunggu". Hamdan melipat tangannya di dada, Zidan nyengir tak sadar ia jika terlalu lama di kamar.
" ibu Kiran pamit ya, Kiran pasti akan sering main ke sini". Kiran memeluk ibu panti.
" iya harus itu adik-adik pasti kangen dengan mu nak. ingat pesan ibu menurut sama suami dan hormati kedua mertuamu mereka juga orang tuamu. ".
" iya ibu insyaAlloh doakan kiran". kiran sudah tak kuat untuk tidak menangis.
__ADS_1
" pasti itu nak doa ibu selalu menyertai mu. Zidan ibu titip Kiran ya, didik istrimu dengan baik. Ibu sangat berterima kasih padamu sudah menerima Kiran kembali."
" iya ibu, Zidan insyaAlloh akan selalu menjaga Kiran". ucap Zidan ia Salim kemudian pamit ibu mengantar hingga mobil.
Zidan menggandeng tangan Kiran untuk duduk di kursi belakang. Hamdan kesal ia hari ini bagaikan seorang sopir.
" duduk depan zidan, kamu anggap aku sopir" ucap Hamdan menoleh ke arah mereka berdua.
" Gantian kenapa adik ipar sekali-kali perlakuan kakak ipar mu seperti tuan. dulu kamu juga begini jika naik mobil sama Zakia,
aku kamu jadikan sopir". Hamdan meringis kemudian ia melajukan mobilnya. Benar yang di katakan zidan, kini Zidan balas dendam.
***
Sesampainya di rumah Abi dan umi sudah menunggu anaknya untuk pulang. Umi sangat bahagia mereka Salim, umi langsung memeluk Kiran begitu sayangnya umi terhadap Kiran. Hamdan langsung pamit ia sedikit terlambat bertemu dengan Mr Jack.
" langsung istirahat saja sayang kamu pasti lelah, nanti bangun saat Zuhur dan makan siang y. Zidan bawa Kiran ke kamar nak." ucap umi.
" umi pengertian banget sih, Zidan sayang umi". Abi menjitak kepala zidan ia gemas dengan anak laki-lakinya satu itu, patah hati sampai masuk rumah sakit giliran sudah dapat lupa.
" aduh Abi sakit" Kiran dan umi terkekeh.
" awas kalau sampai gagal yah". umi dan Kiran saling pandang, tak tau apa yang para laki-laki bicarakan.
Zidan dan Kiran kemudian naik ke atas, ia ke kamar Zidan. Zidan merasa lega ia baringkan tubuhnya di ranjang nya yang kuat tak khawatir akan patah. Kiran lalu bebersih berwudhu ia juga akan istirahat dulu, rasanya masih lelah dengan acara kemarin.
" Tidurlah sayang kakak mengecek pekerjaan dulu, kemarin kakak tak sempat bilang ke Tomi ada klien yang minta bertemu besok". ucap Hamdan.
" Kiran bisa temani kakak".
" kakak cuma sebentar akan segera menyusul mu, kamu langsung istirahat". akhirnya Kiran mengangguk ia lalu tidur istirahat.
Zidan mengirim pesan kepada Tomi supaya menghandel semua pekerjaan nya terutama pertemuan nya dengan investor itu. Tomi menerima pesan ia mencebik.
" giliran kerjaan ttak titip ke aku, dasar orang tua". Tomi membalas yes.
Zidan lalu menghampiri Kiran yang sudah terlelap, ia memeluk sang istri seakan tak mau pisah. Kiran menatap wajah sang istri, lagi-lagi ia bersyukur akhirnya ia benar-benar berjodoh dengan Kiran .
" tak tau kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu, hati ini sudah sulit menerima orang lain." Zidan lalu mengeratkan pelukannya ia ikut terlelap.
***
Di kantor Tomi uring-uringan baru satu hari Zidan tak berangkat perkejaan nya sangat menumpuk. ada satu klien yang tak mau bertemu jika hanya dengannya, ia mau bertemu dengan Zidan.
__ADS_1
" Zidan itu habis menikah pak ia tak bisa menemui bapak mengikuti meeting hari ini". ucap Tomi dari seberang telepon.
" tak hari ini besok saya mau bertemu dengan kalian, waktu saya hanya besok karena lusa saya akan kembali ke Malaysia". Tomi rasanya ingin meninju orang yang di seberang telepon itu.
" baik pak saya akan beritahu kan Zidan nanti".
" oke saya tunggu kalian besok". investor itu menutup teleponnya.
" mau tak mau aku harus menghubungi Zidan, ini laba nya akan besar dan rugi nya juga akan besar jika membatalkan". Tomi mengetik nomor Zidan tapi tak jadi.
" kalau aku telepon nanti ganggu lagi pengantin baru, kirim pesan saja deh". gumam Tomi, lalu mengirimkan pesan kepada Zidan .
" Viona kamu bantu selesaikan pekerjaan yang ada di meja Kiran seperti nya Kiran sudah tak akan lagi di perbolehkan suaminya bekerja." semua karyawan melolot ke arah Tomi.
" Kiran menikah pak kapan memang"...
" kemarin...".
" oh dapat orang mana pak" tanya viona penasaran, semua karyawan memasang telinganya.
" sama bos kalian Zidan Rafasha".
" ha...." semua karyawan membulat kan mulut nya kaget berjamaah.
" bapak serius, kenapa kami tak di undang pak".
" satu Minggu lagi akan resepsi kalian pasti di undang, jangan lupa" Tomi memotong kalimat nya.
" apa pak". karyawan makin penasaran.
" berikan kado terbaik untuk bos kalian".
" Hua...." Sari menangis.
" eh kenapa tu bocah".
" ngga apa-apa pak," hilwa menarik sari ke belakang. ternyata sari termasuk orang yang menyukai Zidan, di sini banyak sekali yang menyukai Zidan tapi Zidan tak pernah menganggap perasaan mereka. Sari patah hati ia tak bisa menahan tangisnya.
" hebat ya Kiran ternyata ia yang bisa menaklukkan hati nya pak Zidan". pada karyawan mengangguk.
" sudah jangan gosip sekarang kalian lanjut bekerja". karyawan kembali ke mejanya masing-masing.
___
__ADS_1