Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 73 #mengejar cintanya


__ADS_3

Kecewa itu pasti yang Erga rasakan ia di tolak sama Aisyah, benar yang di katakan kakak-kakak nya jika Aisyah adalah wanita berkualitas ia tak mau menikah dengan Erga hanya karena Erga anak dari seorang konglomerat. Aisyah merasa dirinya tak pantas untuk Erga juga keluarga nya.


" Aku akan berjuang Aisyah, kamu benar-benar wanita berkualitas. aku tak akan menyerah hingga kamu menerima ku." ungkap Erga saat dalam mobil.


Tidak semua akan selesai dengan harta, tidak untuk orang beriman, baginya harta hanyalah aksesoris dalam hidup mereka.tujuan mereka tetap kembali kepada Allah.


Erga sudah menyusun rencana untuk menaklukkan hati Aisyah bagaimana pun caranya. Erga akan melakukan apa yang Aisyah mau menjadi orang miskin agar bisa meminang nya.


" Sudah pulang ga ngga jadi sampai malam". tanya mama sedang menyiram tanaman.


" ngga ma Erga dari rumah sakit langsung pulang".


" gimana dengan ibunya teman mu sudah sehat".


" Alhamdulillah ma sudah baikan,". Erga memeluk mamanya.


" kenapa anak mama hmmm...".


" kangen sama mama".


" emang mama pergi kemana kok sampai kangen".


" ngga kangen aja, doain Erga ya ma semoga Erga bisa menaklukkan hatinya". mama tersenyum.


" Pasti sayang, tapi ingat jodoh sudah di tangan Allah ya kalau belum jodoh ngga boleh bersedih".


" iya mama sayang, Erga hanya sednag ikhtiar siapa tau itu memang jodoh Erga, berharap sih ma tetap jadi jodoh Erga Aisyah".


" siapa namanya sayang." Erga meringis ia keceplosan niat hati ingin menyimpannya rapat-rapat tapi sama mama nya ia tak bisa menyembunyikan sesuatu apapun.


" Aisyah ma..."..


" MasyaAlloh nama yang bagus sayang , pasti orang nya sesuai dengan namanya ". ucap mama.


" insyaAlloh ma makanya Erga mau perjuangin ma". mama mengusap kepala Erga dengan kasih sayang,


" mama dukung semua nak asal kamu berada di jalan yang Allah ridhoi ".


" Erga tak pernah lupa dengan semua kata-kata mama, ". lalu keduanya masuk.


" Sayang sudah baikan." mama melihat Kiran dan Zidan turun ke bawah


" Alhamdulillah ma lebih baik."


" syukurlah nak".

__ADS_1


" ma kami ingin jalan-jalan sebentar ke mall mau beli sesuatu ". ucap Kiran


" iya sayang tapi jangan malam-malam pulangnya, tak baik orang hamil Maghrib berada di luar rumah."


" iya ma kami cepat pulang".


" kenapa tuh anak mama" ejek Zidan.


" sedang potek hatinya ". ucap mama sembari tertawa.


" bener kan kata kakak dia berkualitas".


" hmmm...."


" kalau gitu perjuangin". ucap Zidan memberi semangat.


" Kakak emang tau orangnya semangat amat kasih semangat untuk Erga ".


" sudah kemarin sama Erga kakak ke sana." Kiran mengerutkan keningnya ternyata diam-diam Zidan suaminya sudah terlalu akrab.


" ayok keburu sore nanti sayang, sopir sudah tunggu dari tadi tuh kasihan.". Zidan menggenggam erat tangan Kiran lalu mereka berangkat.


***


" kak nanti kita di minta bayar semuanya gimana, kalau jadi istri kak Erga kan enak kak".


" astaghfirullah Akbar kita tak boleh memanfaatkan seseorang, kakak merasa tak pantas bersanding dengan kak Erga. mereka keluarga konglomerat Akbar, kakak malu kita hanya orang yang sangat biasa bahkan tempat tinggal kita saja hanya ngontrak itupun bayarnya sering telat." ucap Aisyah menjelaskan kepada adiknya.


" maaf kak Akbar minta maaf.*


" Akbar ayah dan ibu tak mengajarkan kalian begitu ya, jangan manfaatkan kebaikan orang demi kepentingan kita sendiri tak baik nak. Kita memang miskin nak tapi jangan pernah meminta-minta, bersyukur dengan semua yang Allah beri untuk kita". ucap ayah, tanpa mereka tau ada yang merekam pembicaraan mereka.


" iya ayah maafkan Akbar"


" Jika memang kakak mu Aisyah dan nak Erga berjodoh Allah pasti akan memberikan jalannya. Tak hanya kakakmu yang merasa tak pantas ayah dan ibumu juga merasa tak pantas menjadi besan seorang konglomerat". Akbar mengangguk senang.


keesokan harinya tampak ibu sudah lebih baik namun dokter belum menyarankan untuk pulang masih ada yang perlu doktwr periksa atas dasar perintah Erga jika harus di lakukan pengobatan secara maksimal.


" kamu tak mengajar Aisyah ". tanya azzam yang baru datang ia selalu izin sebentar untuk melihat ibunya.


" sebentar lagi kak, Aisyah berangkat,"


"ya sudah berangkat sana nanti terlambat ". Azzam beralih duduk mendekati ibunya yang lebih membaik.


" ya sudah Aisyah berangkat ya ayah ibu." ia kemudian Salim dan berangkat.

__ADS_1


Aisyah menghentikan mikrolet yang biasa ia naiki, kemudian ia naik. bersyukur saat itu tak banyak yang naik hanya ada beberapa jadi masih longgar. Di mobil Aisyah membuka bukunya melihat -lihat sebentar yang mau ia ajarkan kepada anak-anak. Tiba-tiba mobil itu mengerem mendadak dan Aisyah akan terbentur namun ada tangan yang melindungi Aisyah ia tak jadi terbentur. Aisyah mendongak ingin mengatakan terima kasih padanya.


" astaghfirullah kak Erga." Erga nyengir menampakkan giginya yang putih bersinar.


" tak apa kan kepala nya".


" Alhamdulillah tidak kak terima kasih, kenapa kak Erga naik mobil seperti ini ".


" memangnya tak boleh ". ucap Erga.


" " ya bukan gitu kak tapi ...".


" kenapa tak ada larangan kan di sini siapapun bisa naik". akhirnya Aisyah diam saja ia malu rasanya sama Erga dan ngga tau kenapa Erga naik mikrolet seperti dirinya biasanya pakai mobil sport nya yang super mewah itu. Jujur Aisyah sangat malu ia bingung harus gimana, akhirnya Aisyah turun duluan karena telah sampai lebih dulu.


" kak Erga Aisyah duluan ya". Erga mengangguk saja dan tersenyum.


Cepat-cepat Aisyah masuk ke dalam, dadanya rasanya menumbuhkan genderang dag Dig dug lebih cepat berdetak.


" astaghfirullah ya Allah kenapa Aisyah ini". tak ingin larut pikirannya dengan Erga ia langsung masuk saja.


Erga kemudian turun di ujung ia ganti naik taksi karena tak biasa rasanya perutnya mual ingin muntah Untung dia tadi bawa permen setidaknya berkurang mualnya.


" ma Erga naik apa kenapa mobilnya di rumah, motornya juga ada".


" Erga sedang menjalankan misi pa".


" misi" papa heran ia mengerutkan keningnya.


" iya misi mengejar cintanya".


" oh mengejar Aisyah".


" papa kok tau." tanya mama heran suaminya lebih tau daripada dia.


" ya taulah papa sudah melangkah satu langkah lebih maju, Aisyah dan keluarganya itu orang baik ma. kemarin papa mendengarkan langsung pembicaraan mereka papa juga mengirimkan langsung orang untuk menyelidiki keluarga mereka ".


" papa kok sampai begitu, itu artinya papa tak percaya pada Erga."


" papa hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Erga ma, Erga anak papa laki-laki satu-satunya yang akan memegang kendali perusahaan papa."


" terus bagaimana dengan Aisyah."


" papa sangat setuju ma". mama lega jika suaminya sudah setuju.


___

__ADS_1


__ADS_2