
Persiapan pernikahan Aisyah dan erga di persiapkan dengan semeriah mungkin, mengingat Datok adalah orang berpengaruh dalam kotanya juga dunia bisnis. erga sangat bahagia hingga malam itu ia sulit sekali untuk tidur. Zidan dan Kiran, ana dan Rendi serta keluarga besar keduanya datang dalam acara pernikahan yang akan di adakan di hotel milik Datok.
Aisyah yang tak pernah berdandan bahkan dia tidak terbiasa untuk memakai make up kini dia terlihat sangat cantik bagaikan bidadari, siapa yang tak terkejut melihat kecantikan Aisyah. bahkan para wanita pun iri melihat Aisyah.
Sengaja erga belum boleh bertemu sebelum ijab kabul berkumandang. Hotel yang di buat bagaikan istana kini sudah di penuhi oleh tamu undangan, acara hanya di lakukan satu kali saja setelah ijab kabul hingga sore hari. Tak ada tamu VIP atau lebih rendah, Datuk menyamaratakan semuanya.
Erga turun dari mobil Bugatti, termasuk mobil termahal di dunia dengan harga US$ 18,7 juta. mobil yang di hias sedemikian rupa sebagai mobil pengantin. Sorot kamera sudah gemerlap di mana-mana bahkan wartawan di bebaskan untuk masuk namun wajib tertib, Datok menurunkan pengawalan ketat bahkan aparat negara juga ia turunkan. Datok ingin acara pernikahan anak lelakinya Erga lebih sensasional dari pernikahan ana. Bukan membedakan tapi begitulah aturan othor mengarahkan wkwkwk.
Dahi Erga sudah berkeringat ia juga di dampingi ole MUA agar penampilan ergha tidak kacau karena seluruh warga NT sedang menyorotinya. Apalagi kabar yang sangat mengejutkan publik jika menantu dari Datok hanyalah gadis biasa. Banyak wanita yang mengincar mendekati Erga tapi siapa sangka Erga jatuh cinta hanya dengan gadis biasa yang sangat sederhana.
Erga duduk di depan penghulu di dampingi oleh papa nya dan Zidan serta Rendi sebagai kakak iparnya. mama ada di belakang Erga serta kakak dan adiknya. Gugup itulah yang Erga rasakan seperti pengantin pada umumnya, sesekali Zidan mengelap dahi Erga yang berkeringat.
" jangan tegang Erga tak akan ada yang merebut Aisyah darimu". kekeh Zidan. Erga hanya meringis saja.
" sudah siap nak Erga". ucap pak penghulu.
" insyaallah pak." Erga mulai belajar dulu menjabat tangan pak penghulu.
" kamu gugup tanganmu basah". semua orang tertawa.
Erga belajar dulu di arahkan oleh penghulu, dengan sedikit terbata. Belajar hingga tiga kali membuat Rendi geleng kepala.
" jangan bikin malu kamu lihat semua kamera menyorot mu, kalau kamu tak berhasil Aisyah tak akan jadi menikah denganmu". bisik Rendi.
Erga menarik napas panjang ia benar-benar mempersiapkan diri. Ijab kabul yang sesungguhnya akan di mulai, ayahnya Aisyah sudah menjabat tangan Erga yang masih berkeringat dan dingin. ayahnya Aisyah tersenyum melihat calon menantunya yang gugup. Dengan satu tarikan nafas Erga bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar.
" Sah..." suara lantang Rendi memekikkan telinga.
" bagaimana saksi." tanya penghulu, Hamdan sebagai saksi dan Abi.
" sah..."
" Alhamdulillah". Erga mengembus kan nafas perlahan ia merasa lega.
__ADS_1
Doa di lantunkan untuk kebaikan pengantin.
Aisyah di tuntun oleh ana dan Kiran untuk menemui pengantin laki-laki menyelesaikan berkas buku nikah. Erga sama sekali tak berkedip melihat Aisyah yang kini menyandang status sebagai istrinya. Cantik sempurna polesan make up tipis dan bibir di poles sedikit terlihat sempurna.
" berkedip Erga, sabar tahan ". ucap Rendi menggoda Erga
" Cantiknya kak". ucap Erga tanpa berkedip, semua tertawa Erga tak sadar mengucapkan nya.
Aisyah di sandingkan di samping ergha, jantung keduanya berdegup sangat kencang. keringat Erga bercucuran kembali.
" Ayo Salim Aisyah dan Erga ucapkan doa untuk istrimu". Aisyah Salim debaran keduanya semakin kencang untuk pertama kalinya mereka bersentuhan, Erga memegang puncak kepala Aisyah membacakan doa.
" Bismillahirrahmanirrahim, Allahhumma inni as'aluka mim khoiriha wa Khoiri ma. jabaltaha ' alaihi wa audzubika min syarriha wa syarrima jabaltaha alaihi".
Aisyah menitikkan air mata kini ia sudah sah menjadi istri dari seorang Erga, Aisyah wajib mematuhi segala perintah Erga. Dan Erga sudah sah menjadi suami Aisyah, tanggung jawab Aisyah sudah di pikul oleh Erga sepenuhnya apapun baik buruk semua tergantung dari Erga suaminya.
Bahagia terpancar dari kedua keluarga besar, mama menitikkan air mata bertahun-tahun ia mendidik anak dari suaminya menjadi anak yang baik. Kekhwatiran dulu saat Erga beranjak remaja, namun ternyata tidak Erga sangat menurut dengan mamanya.
" terima kasih ma sudah mendidik Erga hingga Erga sekarang menikah." ucap Datok menggenggam tangan mama Reyana.
" jangan gemeter Erga Aisyah sudah sah dan halal, kini semuanya menjadi pahala untuk kalian berdua." Erga tersenyum ia malu tapi mau.
" aku ngga sabar kak." bisik Erga kepada Zidan.
" ya sudah bawa ke kamar." kata Zidan, Aisyah yang masih mendengar memukul lengan Erga.
Acara bergulir semua orang mengucapkan selamat kepada pengantin. Kini saatnya acara yang sangat di tunggu yaitu melempar bunga semua sudah bersiap bagi jomblowan dan jomblowati. Ana Kiran tertawa melihat iza sudah siap.
" Dek emang kamu sudah siap nikah". ana meneriaki iza yang ikut berduyun-duyun mencari tempat ternyaman agar ia bisa meraih bunganya.
" Biar ngga jadi perawan tua kak." celetuk Liza ia sudah siap.
" satu..dua...tiga..." teriak presenter, kemudian Erga dan Aisyah melempar bunga.
__ADS_1
Dengan sekuat tenaga Erga memindai matanya kemana bunga akan terjatuh, ia tak peduli siapapun ia tabrak untuk mendapatkan bunganya. yapz bunga di tangkap oleh tangan iza namun ia limbung dan jatuh.
brugh...
iza menabrak seseorang keduanya terjatuh iza ada di atas tanpa sengaja.
" astaghfirullah". ucap azzam kakak dari Aisyah.
" kamu mencari kesempatan dalam kesempitan." ucap iza, namun iza masih di atas Azzam ia tak berdiri.
" wanita gila lihat dirimu yang ada di atasku ". umpat azzam.
iza terbelalak ia tak sadar jika masih ada di atas azzam. ia lalu berdiri rasanya ia malu menjadi tontonan rasanya iza ingin saja tenggelam saat itu juga.
" wah kalian berjodoh". Akbar adik Azzam tanpa sengaja berteriak.
tepuk tangan meriah, azzam berdiri ia merasa kesal bertemu dengan iza selalu dalam kejadian tidak menyenangkan.
" sudah tau aku berlari kenapa kamu tak minggir". umpat iza kesal meneriaki azzam.
" Mana aku tau, aku sedang makan. anak kecil cari bunga pengantin ". ..
" aku bukan anak kecil Bambang...".
" aku azzam bukan Bambang anak kecil". iza dan Azzam masih bersiteru.
Yang lain melihatnya geleng-geleng kepala, azzam dan iza sangat cocok sepertinya berjodoh. gimana nih pembaca...
" kalian cocok jika berjodoh Lo, udah sekalian saja di nikahkan ".
" ih ogah lah kak".
" emang siapa yang mau sama kamu anak kecil". semua masih tertawa. iza lalu pergi, azzam melanjutkan memakan makanannya rasanya ia kesal. Pertemuan dengan iza selalu tidak baik.
__ADS_1
***