
Mr Jack malam ini akan resmi mendatangi Datok untuk melamar kan Rendi keponakan nya. Mr Jack sangat menyayangi Rendi, ia didik Rendi menjadi laki-laki yang kuat tak pernah ia manja dengan hamburan uang yang Mr Jack miliki. Rendi tak pernah mengeluh selama dalam asuhan Mr Jack. saat istri Mr Jack meninggal, Mr Jack fokus untuk merawat Rendi. menjadi abdi negara adalah cita-cita Rendi, Mr Jack tak pernah menghalangi nya. Mr Jack bersama istri dan kedua orang tuanya datang, itu sudah ia beritahu kan kepada keluarga Zidan. umi pun memasak cukup banyak, sangat mudah untuk umi karena umi terbiasa untuk memasak. ada saksi Abah dan umma juga tetangga terdekat Zidan. sekalian Zidan memperkenalkan jika ini adalah sosok keluarga istrinya.
" Kedatangan kami kesini ada maksud untuk melamar putri Datok untuk anak saya Rendi". ucap papa dari Mr Jack karena ada yang lebih tua lebih baik papa Jack yang memintanya.
" atas izin saya dan saya yang memintanya terlebih dahulu agar Rendi menikah dengan anak saya, saya menerima dengan sangat atas lamaran anda tuan". Datok dan papa Jack sudah kenal karena mereka punya hubungan bisnis hingga saat ini.
" aku tak menyangka hingga kini hubungan kita tak hanyaa sekedar bisnis Datok, tapi bisnis yang lain yaitu memperbanyak keturunan". semua terkekeh dengan ucapan papa mr Jack.
" benar itu aku juga ingin punya cucu yang banyak agar setiap hari cucuku menanyakan kabar ku". Datok terkekeh.
" baiklah kapan pernikahan ini akan di laksanakan kami ikut saja keputusan datok, Rendi sudah menceritakan semuanya." Rendi sudah bercerita tentang Datok yang akan cepat kembali ke Malaysia karena ada perjanjian bisnis yang harus ia tepati, Datok adalah pebisnis yang sangat disiplin...
" besok Minggu dua hari waktu yang cukup untuk persiapan".
" Alhamdulillah". suara Rendi melengking mengucap syukur di hadapan semuanya, ana hanya bisa tersenyum malu mukanya merah seperti kepiting rebus...
" emang anakmu ini tak sabar dari kemarin". Datok kembali terkekeh.
" itu akan lebih baik Datok, baiklah atur saja semuanya akan saya biayai seluruh nya". ucap papa mr Jack.
" jangan ini anakku aku yang membiayai semuanya". ucap Datok.
" tidak ini pernikahan di adakan di rumah Zidan, selayaknya Zidan yang akan membiayai semuanya sebagai kakak ipar dari istriku". Zidan lalu merapatkan duduknya dengan Kiran.
" semuanya berebut untuk bisa membiayai pernikahan, kalian ini uangnya semua banyak. gini saja ambil jalan tengahnya, Zidan menyiapkan rumah dan makanannya, Datok membiayai wo, mr Jack membiayai hiburan serta mencarikan seragam untuk kami keluarga". ucap Abah menengahi
" Alhamdulillah akhirnya keputusan final ya, kita akan adakan pernikahan secepatnya. kalau tidak bisa bahaya buat seorang abdi negara".
" pernikahan ini hanya untuk ana dan rendi supaya sah lebih dulu, supaya saya sebagai papanya tak khawatir. saya tidak di sini ada di Malaysia meski nanti pasti saya akan sering ke sini, Rendi masih banyak proses pernikahan kantor nya. biar mereka bisa menyelesaikan berdua dengan ikatan yang sudah halal". Datok tidak ingin anaknya berada di lembah dosa.
Suasana ramai berbincang tentang pernikahan, mereka semua bahagia. Rendi tak henti-hentinya memandang ana, tatapan mereka bertemu ana langsung menunduk ia malu. padahal saat pertama mereka bertemu di pernikahan Tomi ana sosok wanita pemberani, kini berbeda sebenarnya ia wanita yang juga lembut.
" sudah jangan pandang terus belum halal, dia kakakku. aku yang akan melindunginya." ucap Zidan berbicara menatap Rendi.
__ADS_1
" dikit saja Zidan cuma liat doang".
" tak boleh belum halal". Rendi mencebik kini Zidan duduknya beralih agar Rendi tak bisa melihat ana.
Setelah itu semua di persilahkan untuk makan. Datok sangat menyukai masakan umi, ya umi memang jago masak tak hanya Datok bahkan semuanya dengan lahap memakannya.
" Aku lega sayang, akhirnya kita bisa satu kamar lagi kakak bisa memelukmu. rindu sekali semalam tak bersamamu". Zidan memeluk erat Kiran yang sudah berbaring di ranjang.
" Kiran juga bahagia kak sangat bahagia, bahkan Allah memberi kebahagiaan untuk Kiran berlipat. setelah mendapat suami yang Kiran cintai kini Kiran juga bertemu dengan orang tua kandung Kiran." Zidan mengusap kepala Kiran lalu mengecupnya...
" Alhamdulillah, semua segala doa yang sudah bertahun-tahun kita lantunkan Allah kabulkan di waktu yang tepat". Kiran tersenyum kemudian ia menyusup ke dada suaminya mencari tempat ternyaman.
" tidur mas sudah malam, pasti lelah kan".
" kakak mau itu dek...."..
" apa kak".
" maaf kak kakak harus libur dulu satu Minggu ke depan". Kiran terkekeh.
" maksud sayang apa".
" Kiran lagi dapet kak". Kiran berbisik dengan suara lirih.
" ya salam... libur dek...." Zidan mengeluh, Kiran terkekeh melihat raut wajah Zidan yang cemberut.
" iya kak, terus gimana". .
" memang kapan, jangan bohongi kakak dek. tadi adek shalat isya kan". Zidan mengira jika ia di bohongi.
" tadi memang kiran masih shalat isya. tadi kak mau tidur saat Kiran sedang bebersih di kamar mandi tamunya datang tanpa permisi." ucap Kiran mengusap dada suaminya, Zidan merasa ada yang tertahan menahan sesuatu yang sudah on.
" seminggu dek, terus nasib kakak bagaimana". Kiran tertawa ia mencubit pipi Zidan gemas
__ADS_1
" dulu kakak aja bertahun-tahun kuat sampai jadi bujang lapuk kenapa sekarang ngga kuat kak".
" itu beda dek, dulu kakak belum tau rasanya menikah itu bagaimana. kalau sekarang sudah tau maunya nambah terus, rasanya enak tau gitu kakak nikah sejak dulu". Kiran terkekeh.
" kenapa ngga nikah sejak dulu".
" kakak tak laku dek, ada doa yang menghalangi kakak untuk menikah dengan wanita lain selain kamu sayang. kamu dulu berdoa untuk ku sayang, jawab jujur". Kiran mengangguk.
" apa doanya". Zidan menangkup kedua pipi Kiran ia ingin tau jawaban istrinya.
" hanya berdoa untuk kebahagiaan kakak saja tak ada yang lain, karena kiran tak yakin dengan cinta Kiran. kakak memperlakukan Kiran seperti yang lain sebagai adik".
" bukan sayang, kakak melindungi mu Karena ada cinta yang bersemi di dalam hati kakak. tadinya kakak tak yakin namun semakin menghindar rasa itu semakin dalam". Zidan mulai melihat intens istrinya yang menjadi candu setiap hari nya.
" kakak ". Zidan kaget saat itu sednag serius.
" ada cicak yang liat".
" biarin emang kenapa".
" nanti dia ikutan"
" kan ngga begituan sayang".
" ya sama saja kakak kiran malu, kak Feni melotot sejak tadi".
" hadeh kalau aku tak melotot bagaimana aku menulis jalan cerita kalian, sudah lanjut aja tenang penulis tahan napas" kata penulis.
" okey kak kita lanjut yang lama biar penulis lama tahan napasnya"
" asemmmm....
____
__ADS_1