
Hamdan datang ke kantor karena Tomi menghubungi nya jika ada yang akan di bicarakan. meski semua keputusan sudah di serahkan oleh Zidan namun tetap Hamdan di minta untuk memberi masukan. tetap Hamdan lah pemilik perusahaan itu.
" Semua karyawan belum ada yang berpengalaman pada bagian ini, saya berharap jika kita mempekerjakan orang yang lebih berpengalaman dengan mudah kita bisa menembus pasar." ucap Zidan menyampaikan.
" Lalu apa rencana kalian". tanya Hamdan ikut berfikir.
" kita bisa buka lowongan pekerjaan untuk orang yang benar-benar berpengalaman dalam bidang ini". Zidan menjelaskan.
" Kita akan seleksi lebih detail lagi siapa yang pantas untuk menempati posisi itu". kata Tomi lebih serius.
" baiklah bagaimana baiknya, kalau begitu kita tidak perlu pakai patokan umur siapapun boleh mengajukan lamaran pekerjaan".
" iya asalkan berpengalaman dan orang nya bersih bisa di percaya". Zidan menegaskan.
" itu yang terpenting kita butuh orang-orang yang seperti itu dan satu lagi cari orang yang lebih tegas agar tidak terjadi seperti hal kemarin". terang Hamdan.
" baiklah cukup sampai di sini pertemuan kita". Hamdan lalu pamit pulang.
Bulan yang lalu perusahaan mereka sedang ada sedikit masalah ternyata orang dalam yang melakukannya makanya ia pecat. Sekarang karyawan yang di butuhkan adalah karyawan yang kerja dengan bersungguh-sungguh bukan mereka yang tamak. Hamdan sudah banyak memberi bonus tapi tetap saja ada yang kurang puas. Zidan langsung membuat pengumuman soal lowongan pekerjaan ia sebar kepada karyawan agar di sebarkan ke beberapa titik.
" Kiran gimana kabarmu dek". Hamdan bertemu dengan Kiran di depan, sebelumnya Kiran pergi ke kampus seperti biasa setelah dari kampus Kiran langsung ke kantor.
" Alhamdulillah baik kak, Alif gimana kak kangen aku sama dia".
" makin aktif si Alif namanya juga anak laki-laki dek".
" MasyaAlloh Kiran belum sempet ke sana nanti kalau pas ngga kerja insyaAlloh Kiran ke sana sama Aurel, dari kemarin Aurel ajakin ketemu Alif".
" besok minggu saja biar di jemput Zidan insyaAlloh kita mau adakin syukuran kecil-kecilan Alif pas umurnya dua tahun". ucap Hamdan.
" okelah iya". kemudian Hamdan pamit ia akan mengecek hotel dan kafe serta usaha yang baru saja di rintis oleh Zakia sebuah butik muslimah. Seperti biasa Hamdan selalu mengusap kepala Kiran.
Kiran masuk kantor dengan senyum lebarnya, bahagia ia mengingat celotehan Alif yang lucu. udah bisa lari kesana kemari bikin eyang dan kakungnya encoknya kambuh.
" Baru dapet apa dek senyum-senyum sendiri atau lagi jatuh cinta". Tomi melihat Kiran dari arah pintu menyunggingkan senyum yang tiada habisnya.
" Baru ketemu kak Hamdan kak, terus aku tanya Alif yang katanya udah aktif bangets lucu aja kangen sama Alif".
__ADS_1
" oh kirain lagi jatuh cinta"
" ih kakak itu urusan nanti biar Kiran lulus dulu".
" Zakia istrinya Hamdan saja ngga harus tunggu lulus bisa nikah sama Hamdan, kamu juga bisa dek kalau udah ada jodohnya ngga perlu tunggu nanti-nanti kakak siap jadi walimu". Kiran malah tergelak buatnya lucu aja semua kakaknya ini memang baik hati.
" insyaAlloh kak doain Kiran semua kakak kiran boleh jadi wali Kiran nanti, kalau jodoh mah sudah ada kan Allah sudha persiapin buat hambaNya".
" Yee kamu ini pinter banget ngeles, ya udah kuliah yang bener dulu baru pikirin nikah". Tomi mengusap kepala kiran.
" betul..." Kiran mengacungkan jempolnya.
Kemudian Tomi masuk ke ruangannya bergelayut dengan tumpukan berkas yang sudah banyak belum lagi ia harus ngedobel bagian pemasaran yang belum dapat pengganti. Zidan masih asyik di dalam dengan pekerjaan nya yang juga menumpuk, ia ingat jika besok Minggu alif akan ulang tahun.
' mau di belikan apa buat tu bocah ya pasti protes kalau aku tak bawa apa-apa' . batin zidan ia berfikir untuk keponakan kesayangannya itu.
Tok..tok...tok...
Zidan terperanjat dengan suara pintu ruangannya di ketuk
" maaf pak ada seseorang mencari bapak katanya mau melamar pekerjaan".
" Suruh saja masuk". ucap Zidan.
Kemudian lelaki paruh baya itu masuk namun lebih gagah perkasa dari pada Zidan, otot-ototnya bagaikan akar-akar di hutan.
" Maaf bapak siapa..."..
" saya ingin mendaftar lowongan pekerjaan di sini, saya liat tadi di iklan sosmed perusahaan ini sedang membutuhkan bagian pemasaran". bapak itu memberikan lamaran pekerjaan nya.
' lumayan berpengalaman cukup lama, bisa buat nakut-nakutin para karyawan' monolog Zidan membaca surat lamaran pekerjaan dan pengalaman bapak ini dalam pekerjaan.
" Bapak siap bekerja,".
" ya" sebenarnya Zidan menciut saat melihat bapak yang berkumis itu.
" Bapak pernah bekerja di perusahaan batu bara, di sana gajinya lebih besar maaf pak mungkin di sini tak sebesar gaji bapak saat di sana". ucap Zidan.
__ADS_1
" Bukan gaji besar yang saya cari penting dapat gaji, saya habis di pecat dari perusahaan itu bukan karena saya melakukan kesalahan".
" lalu..."
" karena saya membatalkan pernikahan anak saya dengannya, aku tak mau punya menantu bejat kek gitu bisa mati berdiri anak saya di selingkuhin tiap hari".
" oh kurang ajar sekali ya pak".
" dan saya akan menikahkan anak saya sebentar lagi makanya saya butuh pekerjaan malu sama menantu jika saya pengangguran". bapak itu terkekeh di ikuti Zidan.
' jadi hanya badannya yang sangat sepertinya bapak ini hatinya baik'. monolog Zidan.
" Maaf pak kita masa percobaan dulu ya pak, karena kami mencari pekerja yang bisa benar-benar memegang kendali dalam pemasaran".
" siapa takut, hmmm..." ia melintir kumisnya mungkin gatal.
" kapan bapak bisa mulai bekerja". tanya Zidan hati-hati takut orangnya tersinggung, Zidan takut di banting pembaca.
" hari ini boleh, saya ikuti aturan perusahaan. percobaan selama dua Minggu saya tak mau lama".
" ba baik pak, akan saya antar langsung ke tempatnya" . Lalu Zidan bergegas mengantar bapak itu namanya Ahmad.
Para karyawan banyak yang menciut melihat pak Ahmad, kumisnya seram. Mereka di perkenalkan terlebih dahulu setelah nya Zidan pamit meninggalkan pak Ahmad setelah Zidan beri pengarahan. Namanya sudah berpengalaman yah langsung dengan sigap membenahi segala sistem pemasaran yang ada. Pak Ahmad ini luar biasa membuat semua pekerja yang lain tak ada yang bisa berkutik, mereka tak ada yang bisa santai.
" Sudah ada yang mendaftar, kata kiran tadi ada seseorang membawa lamarannya".
" iya kalian tutup iklannya dulu, kita coba bagaimana bapak ini bekerja ia akan melakukan percobaan selama dua Minggu". Tomi terbengong.
" cepat amat dua Minggu, biasanya tiga bulan".
" aku juga ngga tau ia sendiri yang memintanya, katanya anaknya mau menikah ia mau dapat pekerjaan malu jika tak kerja sama menantu". Tomi hanya ber oh ria.
Zidan kembali pekerjaannya begitu juga dengan Tomi, masih banyak yang harus mereka selesaikan. Karena lambat laun perusahaan Hamdan tambah besar, jadi kesibukan menjadi tambah.
___
bersambung
__ADS_1