
Semua karyawan sudah masuk ke dalam ruangan meeting, Hamdan sudah duduk di kursi kebesarannya. semua staf hadir tanpa terkecuali karena ini sangat penting. Hamdan selalu memikirkan kesejahteraan karyawannya.
" Perusahaan kita sudah cukup besar dan kalian tau semua hal itu. Saya sebagai pemilik perusahaan ini banyak berterima kasih kepada kalian semua sudah bekerja keras." ucap Hamdan ia masih duduk santai.
" Saya ingin kalian semua terbuka dalam urusan kalian, jadi jika ada sesuatu setidaknya kami bisa membantu". ucap Hamdan.
" Setiap tahun perusahaan ini akan memberangkatkan kalian untuk umrah". suara tepuk tangan bergemuruh semua menyambutnya dengan senang hati.
" Katakan saja jika ada yang keberatan dengan aturan perusahaan ini atau apapun, kami hanya ingin kesejahteraan untuk kita bersama. kita kini memenangkan dua proyek besar, dan saya harap kalian akan lebih bekerja keras lagi". semua mengangguk.
" kita akan membawa perusahaan kita tak hanya untuk tujuan dunia, ingat kalian boleh bekerja keras dalam bekerja tapi jangan lupa untuk mengutamakan Rabb kalian". hal ini menyentil para karyawan yang saat sholat ia mengundur waktunya, dari awal Hamdan sudah menyarankan jika harus mengutamakan ibadah dari bekerja.
" Perusahaan kita akan bekerja sama dengan perusahaan Datok asal Malaysia, kita harus bekerja keras meskipun Datok adalah mertua Zidan kakak ipar saya namun dari itu kita tak boleh mengecewakan beliau". suara bisik-bisik terdengar mereka semua terkejut, berati Kiran adalah anak Datok.
" ya apa yang kalian bicara kan itu benar, Datok adalah ayah Kiran. Jadi kalian semua siap mengantongi keuntungan besar".
" siap pak." Hamdan mengakhiri rapatnya ia hanya ingin memberi motivasi untuk seluruh karyawan.
" jadi Kiran itu bukan orang sembarangan, ternyata orang tua nya kaya. Tapi kenapa ia bisa ada di panti". obrolan itu masih berlanjut di sela mereka menuju meja kerjanya masing-masing.
" Kiran jadi kaya mendadak euy.."
" enaknya nasib Kiran ini" bisik-bisik masih berlanjut.
" jangan gitu Kiran itu ngenesnya lama dari kecil, sekarang ia tinggal menuai manisnya. apa kalian tidak ingat ayat Allah yang mengatakan setelah kesulitan akan ada kemudahan. itu janji Allah, jangan terpuruk dengan kesedihan tetap semangat teman" .
" siap semangat". mereka lalu kembali bekerja dengan begitu giat. apalagi dengar bonus yang akan di berikan oleh bos, Hamdan tak pernah ingkar janji kepada semua karyawan nya.
_
" Bro kamu bisa jadi sukses begini karena sedekah mu juga banyak, aku liat dari awal kerja di sini tak ada karyawan yang pernah mengeluh mereka semua senang. aku bangga padamu dari sini juga kehidupan ku jadi lebih baik lagi". ucap Tomi ia menepuk pundak Hamdan.
__ADS_1
" niatkan semua nya jangan hanya mencari keuntungan semata bro, tapi karena untuk beribadah kepada Allah. bukankah di dunia ini seharusnya kita begini, jika banyak sebaiknya kita bagikan kepada yang membutuhkan". Tomi memeluk sahabatnya itu ia sangat berterima kasih.
" bagaimana masih sakit, atau ke dokter aja dulu".ucap Hamdan melihat Zidan meringis pipinya lebam kena tinju tadi.
" ngga apa-apa nanti biar aku kompres biar memarnya tak begitu terlihat".
" kalau ngga kamu pulang saja Zidan istirahat".
" aku ngga apa-apa, aku menyelesaikan pekerjaan dulu. aku juga mau beri kiran kesempatan agar leluasa lebih dekat dengan ana, mereka sekarang lagi ada di rumah."
" syukur lah aku ikut senang, Rendi menikah dengan ana."
"ya itulah jodoh bro kalau sudah waktunya akan cepat dapat, seperti aku meski di awal ngenes tapi Sekarang memetik manisnya".
" jaga Kiran seperti bagaimana kita semua menjaga nya". ucap Hamdan.
" itu pasti adik ipar, seperti halnya kamu menjaga adikku".
" aku juga mencintai Kiran lebih dan sangat". Tomi geleng-geleng melihat kakak dan adik ipar berseteru membanggakan dirinya masing-masing. kalau begini bukan antara kakak dan adik ipar atau antara bos Dan bawahan. tapi tom and Jerry tak pernah akur soal beginian.
Hamdan pamit ia akan ada meeting dengan Mr Jack, pembahasan tentang hotelnya di luar kota yang akan di bangun lagi. Bisnisnya di luar bersama Mr Jack berkembang pesat, mereka sudah banyak membangun hotel di beberapa kota. Hotel yang mereka bangun adalah hotel syar'i bahkan kini Hamdan sudah mempunyai beberapa mall di luar kita. Zakia menjadi ratu bagi Hamdan, ia sudah fokus mengurus kedua anaknya.
" Tom aku jika siang akan berkunjung ke perusahaan Datok. aku di amanahi untuk mengawasi tak enak jika menolak tom, hanya sebentar saja datang."
" ana sudah tak di perusahaan lagi". tanya Tomi.
" ya tak mungkin lah ia kerja, sahamnya di kantor Datok sudah cukup untuk ia hidup apalagi sekarang di tambah uang Rendi. Rendi kan sekarang sudah terlihat jati dirinya jika ia juga orang kaya. ana hanya di rumah saja, Rendi sih masih teteoa kerja menjadi abdi negara. perusahan nya tetap mr Jack yang pegang, Rendi tak bisa kerja di perusahaan ia tak menguasai ia juga lebih suka dengan kerjaan nya."
" semua sudah ada paknya masing-masing Zidan, biarkan Rendi jadi abdi negara".
" okey nanti siang jika aku tak ada di kantor berarti aku sedang berkunjung di usahanya Datok". Tomi mengangguk ia lalu pamit masuk ke ruangan nya.
__ADS_1
" assalamu'alaikum sayang lagi apa". Zidan ingin tau apa yang kiran lakukan di rumah bersama ana.
" wa'alaikumsalam kak lagi bikin kue sama umi, kakak kenapa telepon.
" kakak kangen, bolehkan kakak merindukan istri kakak." Kiran tersenyum malu Zidan mulai ngegombal.
" boleh Kak Kiran juga rindu".
" udah selesai belum dek".
" apanya kak"
" jangan berlaga polos gitu dek,".
" iishh kakak ada ana ini malu jangan ngomongin itu kecuali di kamar ya kak". Zidan lupa
" oke kalau begitu kakak lanjut kerja ya ssyang kamu baik baik di rumah". Zidan hanya memastikan jika Kiran baik-baik saja.
Kiran pun menutup teleponnya ia kembali bergabung dengan umi juga ana yang masih asyik di dapur untuk membuat kue.
" masukin telur dan gula pasir biar mengembang. tambah vanili satu, untuk terigu dan yang lainnya belakangan setelah kocokan telur mengembang" ucap umi mengajari ana membuat kue, ana sangat senang mempunyai keluarga baru karena Rendi sudah tak punya orang tua lagi.
" bisa tau mengembang seperti apa umi" tanya ana.
" jika sudah nampak putih" ana mengangguk terus memegang mixernya agar tetap berputar teratur.
Setelah selesai mulai dari di mixer adonan kue siap untuk di panggang, ini bagian Kiran ia sudah pernah bikin dengan umi jadi setidaknya Kiran sudah mengerti.
______
mohon tinggalkan jejak reader
__ADS_1