Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 53 #reyana pulang


__ADS_3

Reyana di nyatakan sembuh ia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Semua berkemas untuk pulang, Zidan menyiapkan mobilnya.


" pulanglah ke rumah kami pa ma, selama di Indonesia Zidan ingin kalian tinggal di rumah kami. Kiran pasti akan senang ia bisa tidur bersama mama nya, tebuslah meski hanya dengan satu malam ma." Zidan mengajak agar keluarga Datuk menginap di rumahnya.


" kami tidak ingin merepotkan kalian nak, mama sudah sangat senang menemui anak mama yang hilang itu sudah cukup."


" ayolah ma Kiran masih ingin memeluk mama, "


" okelah aku juga ingin tidur di rumah kakak, senang rasanya punya kakak sekaligus kakak ipar." ucap Erga ia tak ingin mengecewakan Kiran.


" tergantung mama mu Erga mau atau tidak kalau papa sih senang bisa ngobrol dengan besan". mama melihat ke semuanya.


" baiklah kita menginap di rumahmu". semua berbinar senang. Zidan kemudian menelepon uminya agar menyiapkan dua kamar.


Di perjalanan tak terlepas kan pegangan tanagn Kiran dan mama nya. Kebahagiaan itu terpancar akan hadirnya keluarga baru dalam diri kiran.


umi menyambut besannya dengan sangat bahagia, umi sosok penyayang jadi ia senang dengan hadirnya keluarga Kiran.


" Alhamdulillah kami sangat senang besan bisa menginap di sini"


" maaf jika kami merepotkan"


" tidak sama sekali, kami justru sangat senang".


Zidan merebahkan tubuhnya di sofa depan televisi karena semalam ia sedikit sekali tidur. ia mengantuk yang lainnya masih ngobrol di ruang tengah dekat kolam renang.


" Zidan tidur di dalam nak jangan di sini".


" biar Kiran yang tidur di dalam umi, Zidan di sini saja".


" sabar kak Zidan sabar,". erga terkekeh.


" hmmm... iya iya tapi jangan lama-lama besok kita ke lapas langsung bawa penghulu" .


" siapa yang mau nikah di lapas". tanya umi.


" kak Zidan umi" Erga terkekeh, umi keheranan.


" maksudnya...".

__ADS_1


" ayah Kiran masih hidup umi, dan untuk menjaga itu semua sebelum kita akad lagi Zidan ngga bisa Deket Kiran". Abi tertawa.


" nunggu lagi sabar lagi anak Abi".


" yang penting Zidan udah buka puasa kemarin". Abi melempar bantal ke wajah anaknya. semua tertawa.


" dasar bocah". Zidan nyengir, Kiran meringis ia malu.


erga tidur dengan Datok, mama Reyana dengan Kiran, ana dengan umi dan Zidan sama Abi. Zidan tak jadi tidur di sofa akhirnya ia di ranjang meski sama Abi.


" maaf kan mama ya nak, mama tak bisa membawamu pergi saat itu".


" tak ada yang perlu di maafkan ma, Kiran tau posisi mama saat itu. dan itu juga bukan keinginan mama. mungkin jika mama tak menitipkan Kiran tak tau bagaimana kehidupan Kiran yang sekarang". ucap Kiran ia tidur di pangkuan mama Reyana, Reyana mengusap kepala Kiran.


" maaf kan lah papamu, kini papa mu sudah bertaubat ia pasti akan senang jika besok bisa melihat mu."


" Kiran juga sangat ingin bertemu dengan papa ma, tak menyangka juga ternyata Kiran masih punya orang tua yang lengkap."


" iya sayang kini mama sangat bahagia punya kamu, mama bisa memeluk mu".


hingga larut malam mereka mengobrol dan akhirnya mereka tertidur.


Abi sudah menyiapkan penghulu untuk ikut ke lapas agar Zidan dan Kiran bisa melakukan akad lagi. Zidan semalam merajuk kepada abinya agar besok ia bisa melaksanakan akad lagi secepatnya. Zidan tak kuat pembaca...


Membawa dua mobil, mobil ana dan mobil Zidan. Kiran sudah berdetak sangat kencang kini ia akan menemui sang ayah. mama Reyana memegang jemari Kiran yang dingin sejak tadi. mereka duduk di dalam ruang tunggu, polisi membawa ayah Kiran keluar dari jeruji besi.


Aldo melihat banyak orang yang menjenguknya terkejut, ia hanya tau keluarga dari mantan istrinya saja. Kiran tak bisa menahan ia sudah menangis melihat ayahnya. penampilan aldo dengan jenggot yang panjang, ia rapi karena setiap bulan Datok mengirimkan yang di butuhkan Aldo serta pakaian yang layak. Aldo tersenyum meski ia menyimpan sejuta pertanyaan dalam benaknya, siapa yang kini berada di samping Reyana bahkan ia memegang erat jemari Reyana. Aldo di beri waktu panjang atas izin yang di ajukan oleh Rendi.


" mendekat lah beri salam sama ayahmu". ucap Abi namun tangan Kiran bergetar, Zidan tak bisa menolongnya karena ia saat ini masih belum bisa menyentuh Kiran. Reyana dan umi menuntun Kiran mendekat kepada Aldo. Aldo bingung tapi ia diam saja tak ingin bersuara.


" dia anakmu anak kita". Aldo langsung mendongak ke arah Kiran. Kiran menitikkan air mata tanpa suara, begitupun Aldo ia juga menitikkan air mata hatinya bergetar. Aldo langsung tertunduk ke bawah ia bersujud meminta maaf kepada Kiran.


" maafkan papa nak, maaf papa tak pantas menjadi ayahmu". ucap aldo sembari terisak. kemudian Datok meminta Aldo agar tak menunduk untuk berdiri.


" tidak pa jangan seperti ini, ini Kiran anak papa darah daging papa." Kiran berjalan ia memeluk ayahnya. suasana haru bahkan para polisi yang berjaga dan tahanan ikut menangis melihat adegan yang sedih ini.


" maafkan papa." Aldo masih memeluk Kiran.


Datok lalu menuntun keduanya agar duduk. Aldo masih menggenggam tangan Kiran, ia memperhatikan anaknya. dirinya masih merasa sangat bersalah dengan masa lalu nya.

__ADS_1


" Aldo dia adalah Kiran anakmu, kami menemukan nya belum lama untuk itu kami membawanya ke sini untuk bertemu dengan mu. ini Zidan suaminya yang meminta agar segera bertemu dengan mu ia tak sabar mau melakukan akad lagi." semua tertawa suasana kembali bahagia.


" kamu sudah menikah." Kiran mengangguk.


" dan ini orang tua Zidan." Aldo memberi salam kepada besannya dan di sambut oleh Abi dan umi.


Rendi mendekat ia juga ingin di porkenalkan, tapi Datok tak memperkenalkan nya. Rendi menyenggol lengan zidan.


" apaan sih ren".


" aku". Zidan menggeleng kan kepalanya.


" pa Rendi." Zidan berbisik lembut kepada Datok. Datok terkekeh.


" itu Rendi polisi teman Zidan." Rendi lesu semua tertawa, Aldo yang hanya diam saja tak mengerti.


" ia calon menantu ku sebentar lagi menikah." Rendi tersenyum ia bahagia Datok mengakui nya.


" astaghfirullah Rendi narsis amat sih".


" Dulu aku meletakkan Kiran di panti tapi aku kehilangan jejak, hingga kini karena hubungan bisnis Datok dengan Zidan kami bisa bertemu". Aldo mengusap kepala Kiran ia bahagia ternyata anaknya masih hidup dan menemuinya tidak membencinya.


" Alhamdulillah, terima kasih nak kamu mau memaafkan papa yang penuh dengan dosa. ".


" semua orang berdosa pa, tapi Allah akan menilai tingkat kesungguhan untuk bertaubat." Kiran kembali memeluk ayahnya.


" tak ada yang bersih orang di dunia ini begitu juga dengan kami, Alhamdulillah dengan adanya jeruji besi ini membawamu untuk bertaubat".


" terima kasih kalian juga tidak membenciku bahkan jika ke Indonesia kalian masih menyempatkan untuk menengokku". semua kembali tersenyum bahagia.


Zidan gelisah sejak tadi adegannya hanya sayang-sayangan saja, padahal ia cepat ingin melakukan akad.


" Abi lama amat" Abi menggeleng.


" izin dulu sama ayahnya Kiran ." Zidan lalu mendekat ia izin untuk mengucap kan akad.


" pa Zidan minta izin untuk mengucap kan akad kembali menikahi Kiran".


" tidak...

__ADS_1


____


__ADS_2