
" kenapa kamu harus takut, kamu punya Allah kan. Allah akan mencukupkan rezeki kalian, apa ia bilang kamu akan miskin setelah menikah karena gajimu kamu bagi sama istrimu. tidak kan tapi Allah bilang akan memberi kalian dengan rezeki luas. yang membuat semua orang miskin itu karena keimanan nya, mereka ingin berpenampilan seperti orang lain. Dari situ hingga mereka tak kuat iman akhirnya hutang, apalagi hutang dengan rentenir yang penuh dengan riba nauzubillah.
___
Berita apapun selalu sampai kepada geng mereka, kini Tomi, Niko, Aris juga Rendi menyusul ke rumah sakit apalagi ini tentang adik mereka. Semuanya ikut sedih melihat Kiran dengan wajah yang sembab, Rendi juga Aris menghampiri ia mengusap kepala Kiran.
" yang sabar ya dek, kamu harus bahagia dan senang bisa bertemu ibumu. kakak ikut bahagia kalau liat kamu juga bahagia". ucap Rendi. dan ketika ia berbalik ia melihat sosok ana, sosok ana yang ia temui di acara Tomi dan Yara.
' cewek itu kenapa ada di sini '. batin Rendi.
" Kakak yakin kamu kuat sekuat kamu menerima Zidan jadi suamimu". ucap Aris membuat semua orang beralih kepadanya.
" apa maksudmu". Zidan melotot.
" ya biar kuat, menerima orang tua kayak kamu".
" asemmm..." semua ikut tertawa.
" biar tua aku masih bisa seperti kalian".
" jangan ngomong aja, buktiin coba kakak tertua".
" oke liat aja bulan depan Kiran pasti hamil". semua tertawa terbahak hingga mereka lupa sedang berada di rumah sakit.
Ruangan UGD terbuka suster yang menjaga mencari seseorang yang di panggil oleh Reyana.
" maaf siapa di sini yang bernama Kiran, ibu Reyana mencarinya". Zidan mengusap mata Kiran
" temui mama ya dek, buka hatimu untuk nya". Kiran mengangguk ia masuk dengan di temani ana.
" Kiran nak". mama menangis. Kiran langsung berlari berhamburan memeluk anaknya yang sudah lama ia cari, semua orang yang melihat dari luar juga ikut menangis.
" maafin mama nak, maafin mama". Kiran menggeleng ia belum bisa berkata-kata.
" mama tenang ya, Kiran sudah menerima mama. mama jangan menangis lagi, anak mama sudah di temukan sekarang". ucap ana mengusap lengan mama nya agar tenang. Reyana takut jantung mama nya kambuh lagi. Kiran melerai pelukan mama Reyana kemudian ia duduk di kursi samping ranjang yang di siapkan oleh ana.
" mama cepat sembuh, mama jangan sakit lagi. Kiran anak mama, Kiran sekarang ada di sini mama sembuh ya". Kiran mengusap air mata Reyana yang terus keluar.
" iya mama janji mama akan sembuh mama akan sehat untuk mu nak. maafin mama nak". Kiran memegang jemari mamanya.
__ADS_1
" Mama ngga salah, mama ngga perlu minta maaf sama Kiran. Kiran mengerti posisi mama". Hamdan minta izin kepada Azzam untuk masuk ke ruangan semuanya ingin melihat dua insan yang bertemu. dokter Azzam mengizinkan jika tak terlalu lama. Datuk langsung memeluk ana, Kiran dan Reyana dipanggilnya juga ergha mereka kini di peluk oleh Datuk dengan kedua tangannya.
" kita satu keluarga sekarang sudah lengkap keluarga kita, andai saja kamu bisa papa bawa pulang ke Malaysia bersama mama mu. kamu sudah milik Zidan suamimu.".
" tenang Datuk kita masih bisa sering bertemu dan saling berkunjung apalagi kita juga bekerja sama dalam bisnis kita".
" papa, Zidan bukan Datuk lagi. sekarang aku ini papamu nak" Zidan lupa ia nyengir.
" iya maaf pa Zidan lupa".
" kak sekarang kita keluarga, dari awal mama sudah cerita kalau mama punya anak yang lain. Mama bidadari kami kak, maaf tadi ergha bicara kasar sama kak Kiran. ergha tak sanggup melihat mama sedih kak, mama selalu berkorban demi kami semua bahkan ia mencari mu tiada henti hingga sekarang. Alhamdulillah sekarang kita menjadi keluarga yang utuh, ergha jadi bahagia". ergha langsung melakukan penerbangan setelah di beri tau kabar oleh ana jika mama nya masuk rumah sakit.
" iya kakak yang minta maaf sudah buat mama masuk rumah sakit". semuanya tersenyum bahagia.
" ibu panti tetap ibumu nak, tapi ibu Reyana yang telah melahirkan mu sayangi dia. seorang anak tak akan bisa membalas semua pengorbanan ibunya". nasehat ibu panti.
" iya ibu, kini Kiran punya ibu yang banyak, umma, umi, ibu panti dan mama". Kiran tersenyum ia sangat bahagia.
" ren kayaknya aku pernah liat cewek itu dimana ya". tanya Aris memandang ana.
" husst diem, iya aku tau. kita liat di resepsi tomi".
" kenapa lu" tanya Tomi.
" ngga apa-apa cuma mau bilang kayaknya ada temen kita yang mau nikah nih". ucap Aris ia tertawa semua heran menatap nya, Rendi reflek menginjak kakinya.
" aw... sakit ren".
" diem kenapa sekarang bukan waktu yang tepat" Aris meringis kesakitan.
Tomi menyusuri samua temannya hanya satu yang masih jomblo yaitu rendi.
" kamu mau nikah ren kapan". Rendi meringis Tomi justru mempertegas ucapannya.
" ya nanti kalau udah dapat jodoh."
" mau sama ana anak saya" ucap Datok.
" lampu hijau" ucap Aris.
__ADS_1
" eh... ya ma mau tapi ana nya mau sama saya tidak. saya hanya seorang abdi negara gaji saya kecil". semua menahan tawa melihat Rendi. ana hanya tersenyum malu, ia masih mengingat Rendi di acara Tomi.
" emang kenapa kalau gajinya kecil, masih bisa ngasih anak saya makan kan". Datuk menekankan, ia khawatir dengan ana yang sudah berumur juga belum menikah.
" kalau makan bisa sih, tapi untuk yang lain ngga jamin. apalagi orang kaya seperti kalian semuanya pakai yang ori serba mahal, mungkin baju yang kalian kenakan sebesar gaji saya." Abah menjitak Rendi.
" pletak".
" sakit Abah".
" boleh merendah tapi jangan menjatuhkan diri begitu Rendi, tak semua orang kaya kamu anggap sama. kamu liat apa Hamdan pernah punya baju harga sebesar gaji kamu. paling ia cuma pakai kaos cresida yang harganya cuma seratus ribu. Hamdan bisa beli baju sebesar gaji kamu setiap Minggu, tapi ia tak pernah melakukan nya karena masih banyak di luaran sana butuh uluran kita". Rendi meringis semua menahan tawa.
" maaf Abah Rendi takut saja".
" kenapa kamu harus takut, kamu punya Allah kan. Allah akan mencukupkan rezeki kalian, apa ia bilang kamu akan miskin setelah menikah karena gajimu kamu bagi sama instrimu. tidak kan tapi Allah bilang akan memberi kalian dengan rezeki luas. yang membuat semua orang miskin itu karena keimanan nya, mereka ingin berpenampilan seperti orang lain. Dari situ hingga mereka tak kuat iman akhirnya hutang, apalagi hutang dengan rentenir yang penuh dengan riba nauzubillah. Hiduplah apa adanya itu akan lebih nikmat. Datuk melamar mu untuk anaknya, rezeki itu Rendi kamu mau tidak. kalau tidak..."..
" Abah yang mau". ucap Aris
Hamdan langsung menjitak Aris, semua tertawa.
" abahku sudah cinta mati sama umma Aris, ia tak doyan lagi wanita lain". umma yang ada di samping Zakia senyum-senyum tersipu malu.
" satu aja Abah ngga habis mau nambah nanti muntah jangan banyak-banyak kalau tak kuat". ucap Abah mengerlingkan matanya ke arah umma.
" iya ya rendi mau, A ana maukah kamu menikah dengan ku yang penuh dengan sejuta pesona." Hamdan menjitak kepala Rendi lagi.
" maaf ana mau ya". Rendi memaksa pembaca...ana mengangguk.
" Alhamdulillah". Rendi memeluk Abah.
" sujud syukur Rendi bukan peluk Abah, pelukan mu tak enak keras".
" maaf Abah Rendi lupa saking senangnya".
Suasana jadi bahagia tak ada yang menangis lagi semua tertawa.
_____
mohon bantu vote dan berikan hadiah nya reader. trimakasih 🥰.
__ADS_1