
Semua sedang kumpul Erga dan Zidan datang bersamaan karena mereka dari perusahaan yang sama. Kiran justru berlari masuk ke kamar mandi ia merasa begitu mual lagi, sambutan untuk Zidan bukannya saling eh malah Kiran muntah lagi. mama mengikuti Kiran hingga ke kamar mandi.
" pa sudah sampai, kata mama papa pulang sorean". ucap Erga.
" ngga papa datang dari pagi". Erga dan Zidan Salim.
" sayang kamu tidak apa-apa". tanya mama.
" tidak apa-apa ma, cuma mual saja". mama begitu khawatir Kiran terlihat pucat. Kiran keluar kamar mandi dengan senyuman.
" beneran kamu ngga apa-apa".
" iya ma " Kiran berjalan ke depan, Zidan melihat nya nampak Kiran begitu pucat.
" sayang kamu pucat sekali" Zidan menghampiri ia memegang kening Kiran.
" sebaiknya kalian jangan pulang lusa Zidan, papa ngga akan izinkan lihatlah Kiran kasihan dia". papa melihat Kiran yang pucat.
" iya pa, Zidan tunggu Kiran sehat lagi". Kiran merasa lemas ia bersender di bahu suaminya.
" besok naik helikopter papa saja jangan pesawat umum, papa khawatir sama calon cucu papa ". ucap papa yang betul-betul mengkhawatirkan Kiran. belajar dari mama yang menyayangi anaknya Erga dan ana, papa juga akan melakukan hal yang sama pada Kiran. Meskipun bukan darah daging nya Kiran akan mendapatkan hak yang sama seperti anak Datok yang lainnya.
" iya pa, terima kasih ".
" itu tugas papa sebagai seorang aya ku nak, kalian anak papa ". Zidan dan Kiran tersenyum kini keluarga barunya sangat menyayanginya nya.
" bagaimana nak Zidan sudah kamu cek semua perusahaan papa, untuk produk bagaimana cocok dengan kriteria perusahaan kalian tidak".
" iya pa sempurna semuanya, Zidan suka cara kerja perusahaan papa." papa tersenyum ia dari dulu memang bersih dalam bekerja dan terkenal jujur.
" pa Erga ada permintaan ".
" katakan saja Erga".
" boleh tidak Erga bangun masjid di sebelah parkiran yang sedikit luas itu. disitu kosong pa taman bisa kita hapus". ucap Erga papa tersenyum, sebenarnya papa sudah punya rencana itu namun karena kesibukan banyak papa belum sempat membicarakan nya dengan arsitek.
__ADS_1
" boleh Erga, itu untuk kebaikan kita semua. sebenarnya papa sudah ada rencana untuk itu namun papa terlalu sibuk jadi belum sempat membicarakan nya pada arsitek kita Dimas. kalau gitu kamu urus ya papa serahkan padamu." Erga tersenyum ia senang kini Zidan dan Kiran membawa berkah kepada keluarga nya.
" aku kira dulu kak Kiran akan membenci kamu karena mama sudah membuang kak Kiran dan kami hidup dengan bergelimang harta. ternyata iza salah ternyata kakak sama baiknya sama mama menerima kami dengan tangan terbuka. iza sayang sama kakak." iza memeluk Kiran ia tampak bahagia.
" awalnya mungkin kakak tak percaya dengan kenyataan yang ada, jika ibu kandung kakak masih hidup. Tapi ternyata semua benar adanya, untuk apa membenci jika akan menumbuhkan penyakit hati dalam diri lebih baik kita saling menyayangi dek." ucap Kiran.
" terima kasih kak sudah menerima mama, mama ini orang yang sangat baik kak. puluhan tahun ia tak pernah melupakan kakak setiap malam mama menangis selalu merindukan kakak berharap bisa kembali di pertemukan oleh kakak. Allah mengabulkan doa mama puluhan tahun Kak dengan kesabaran mama kini mbuahkan hasil". iza meyakinkan Kiran jika mama nya benar mencintai Kiran.
" kayak tau aja tiap malam mama berdoa dan menangis."
" iza sudah besar ma, dari sejak SD iza tau mama selalu menangis tiap malam hingga iza dewasa. iza sering haus kalau malam turn ke bawah". mama tersenyum benar yang iza katakan.
" ya sudah istirahat papa juga mandi, kiran istirahat biar cepat pulih terus iza bantu mama siapin menu untuk makan malam nanti."
" kejutan...." semua menoleh ke arah suara ternyata Rendi dan ana, alangkah bahagianya mama Reyana semua anaknya berkumpul.
" kak ana " iza berlari memeluk kakaknya.
" MasyaAlloh kamu datang tak bilang mama, kapan penerbangan mu ana".
" mas Rendi pakai jet pribadi ma milik paman Jack " Rendi dan ana Salim kepada seisi rumah.
" Tak lepas perhatian nya terus dari Kiran, tanya kabar ku kenapa". iza menatap kedua kakak iparnya itu.
" jangan kaget dek begitulah mereka jika ketemu bertemu" ucap ana.
" kak Rendi kenal kak Zidan terus Kak Kiran, kak Rendi seperti nya dekat dengan kak Kiran." jiwa kepo iza meronta.
" nanti kakak ceritain ya kakak baru datang nih haus" semua tertawa.
" kamu sakit dek". ucap Rendi lagi.
" ngga kak cuma kiran..."
" istriku hamil Rendi". mata Rendi terbelalak ia kaget, ia langsung meninju perut Zidan karena bahagia.
__ADS_1
" kamu buat adikku hamil heh" Zidan justru tertawa diikuti ana dan Kiran. suasana ramai hanya iza yang belum tau ia masih bengong.
" ya iyalah kalau orang lain yang bikin hamil itu yang payah". Rendi lalu memeluk Zidan erat.
" selamat ya bro kamu buat adikku hamil aku juga ikut bahagia ". ucap Rendi dalam pelukan Zidan.
" semoga kamu cepat menyusul ya ren."
" siap aku tiap hari bikin kok tak henti-henti, iya kan sayang". ana tersipu malu apalagi ada adiknya iza di situ.
" tutup telinga mu dek ini kasus orang dewasa". pinta Erga, iza lalu menutup telinga nya sesuai yang Erga katakan. mama dan papa ikut tertawa, akhirnya mereka tak jadi naik ke atas duduk dulu menyambut kedatangan ana dan rendi.
" mama bahagia ma". ucap Datok
" bahagia pa sangat bahagia, anak-anak semua kumpul mama mau punya cucu" Datok merangkul istrinya tak sebahagia ini sebelum nya seorang mama. ana kangen mama nya ia pun langsung memeluk mama nya erat. walaupun mama ibu tiri tapi bagi Erga dan ana mama bukan bagaikan ibu tiri.
" ambilkan minum untuk kakakmu iza, ia pasti lelah".
" iya ma". iza berjalan ke dapur membuat minuman juz untuk kedua kakaknya.
" gimana kasus ku kenapa kamu bisa menyusul ku ke sini".
" Alhamdulillah sudah di tangani, preman sudha mengakuinya benar kata pembaca jika Tedy yang melakukannya ia dendam padamu dan Kiran karena uangnya habis untuk biaya pernikahan kalian". Zidan justru tertawa di ikuti Kiran.
" kenapa dia harus melakukan semua itu buang tenaga berurusan dengan polisi pula, coba dia bilang ke aku pasti akan aku kembalikan semuanya ".
" namanya orang dendam Zidan tak kepikiran sampai ke situ yang ada dalam pikirannya dendam ".
" emang kenapa dengan musuh kakak, kakak punya hutang". Zidan dan Rendi justru tertawa.
" kisahnya panjang Erga kakakmu ini nikahnya nebeng, mas kawinnya patungan "
" hah... kok bisa gitu". kembali Rendi tertawa.
" akan kakak ceritakan nanti ya, sekarang kita bebersih sudah mau sore.
__ADS_1
Erga masih penasaran saja dengan cerita pernikahan Kiran dan Zidan. ia benar-benar ingin tau cerita lengkapnya.
bersambung