
Zidan jadi teringat dengan kata-kata ustadz jika sudah ada wanita yang kamu senangi segera lakukanlah khitbah jangan menambah dosa dengan zina mata. Tapi wanita yang Zidan senangi tak mau di khitbah, mereka satu kantor dan pasti itu zidan akan curi-curi pandang.
" Zidan nak besok Tante Najwa akan ke rumah ia akan memperkenalkan anaknya padamu siapa tau kamu cocok dengannya". Zidan hanya mendengarkan sang umi.
" Tante Najwa dari rumah saudaranya ia akan mampir, anaknya itu lulusan Kairo."
" iya umi".
" jangan iya-iya aja Zidan kamu mah iya tapi selalu menolak". ucap umi
" umi lebih baik aku jawab tidak dari sekarang dari pada nanti kesakitan di kemudian hari". ucap Zidan denga santainya.
" iya juga sih, ini wanita yang ke sebelah yang berta'aruf sama kamu". Zidan melongo ia tak sadar kalau sudah banyak wanita yang ia tolak Zidan melah terkekeh mengingatnya.
" eh ni anak malah tertawa, umi serius Zidan".
" iya umi Zidan juga serius, kok umi bisa ngehitung gitu Zidan aja lupa jika ini wanita yang ke sebelas". Zidan melanjutkan makan kolak pisangnya.
" kamu itu anak umi Zidan , itu namanya umi perhatian sama kamu". umi sedikit kesal Zidan tak pernah serius jika di ajak bicara tentang wanita.
" sudahlah umi jangan di paksa Zidannya, biarkan mengalir dengan sendirinya. mungkin benar belum bertemu saja jodohnya kita cukup mendoakan saja. Kita sudah ikhtiar beberapa kali memperkenalkan wanita, ikhtiar kita juga sudah maksimal. Mungkin memang Allah belum mentakdirkan jodoh Zidan secepat ini". umi mendengus nafas dengan kesal.
" iya umi tak perlu repot-repot Carikan Zidan calon istri, nanti jika sudah waktunya pasti kita akan mengkhitbah wanita itu".
" kalian berdua ini sama saja". umi kesal.
Abi dan Zidan terkekeh melihat umi kesal. Abi lagi-lagi membela anak laki-laki nya itu.
" tapi lama Zidan dan itu kapan,"
"sa bar". ucap Abi.
Yang namanya orang tua pasti mengkhawatirkan anaknya apalagi umur Zidan sudah pantas untuk menikah. Takut saja jika Zidan tak menyukai wanita, pikiran umi sampai ke situ.
__ADS_1
" Zidan lalu rencanamu apa nak, sebenarnya tak hanya umi yang khawatir Abi juga khawatir. Tapi Abi percaya padamu, tak perlu berlebihan buat Abi yang penting saliha".
" Abi jika Zidan menyukai wanita yang yatim piatu gimana Abi bolehkah".
" yang penting anaknya saliha nak itu point penting buat Abi, yatim piatu tak masalah ia juga tak minta jika mau jadi yatim piatu.".
" iya Abi, " Zidan sudah dapat lampu hijau dari abinya.
_
_
Kiran sedang berada di kampus, memang Kiran ini paling sering menyendiri jika di kampus jarang jika mengobrol lama dengan teman yang lain. Kiran hanya bergelut dengan buku-buku nya ia juga ingin cepat selesai kuliah dengan nilai terbaik tidak mengecewakan Hamdan.
" Kiran yuk ke kantin". ajak fatia.
" aku masih kenyang fatia, kamu duluan saja".
" ya sudha ayo, aku temani kamu makan. ya aku beneran masih kenyang aku minum saja". ucap Kiran.
" ya sudha tak apa-apa".
Fatia lagi makan ia pesan mie ayam kesukaannya, Kiran hanya pesan minuman saja. bukan Kiran namanya kalau tak buka buku meski di kantin.
" ya ampun bocah taruh dulu kenapa bukunya Kiran" ucap fatia gemas melihat Kiran.
" aku bisa belajar jika masih di kampus saja fatia, di rumah udah jarang karena aku lelah bekerja saat pulang. pagi ke kampus siang aku langsung ke kantor".
" apa tak lelah Kiran, tapi kamu memang hebat bisa melakukan aktivitas berbarengan gini. Kalau aku udah males, sampe rumah juga langsung merem baca buku kalau mau ujian aja". fatia tertawa.
" nasib ku tak semujur dirimu fatia, aku hidup sudah terbiasa dari kecil itu berjuang. Alhamdulillah di pertemukan dengan orang baik bisa kuliah juga bekerja. Allah masih sayang dengan kita, jangan pernah lelah berdoa fatia. kata kak Hamdan akan ada pelangi setelah hujan. Di dunia ini hidup hanyalah numpang minum saja nanti kekalnya kita di akhirat". jelas Kiran ia selalu mendengar nasihat dari siapapun. jangan menyalahkan nasib hidup kita, tak ada yang mau terlahir menjadi yatim, tak ada yang mau terlahir menjadi miskin juga tak ada yang mau lahir dengan wajah yang tak cantik atau tampan. tapi semua harus kita syukuri apa adanya, Allah masih sayang dengan kita di berikan nya anggota tubuh yang lengkap. Bagaimana kita tak harus bersyukur setiap hari nafas yang kita hembuskan itu adalah nikmat yang tak di miliki oleh orang mati.
" maksudmu Hamdan siapa, kamu punya kakak". tanya fatia ia teringat dengan nama Hamdan pengusaha muda dan kaya menikahi gadis bercadar yang kuliah y kampus itu juga.
__ADS_1
" kak Hamdan itu yang selalu menolongku fatia, aku membantu di perusahaan nya dan kuliah ini ia yang membiayai ku". ungkap Kiran .
" Hamdan pengusaha muda dan sukses itu bukan, menikah dengan mahasiswi di kampus ini".
" iya kak Hamdan menikahi kak Zakia".
" iya ya bener nama istrinya Zakia Humaira, kamu mengenalnya Kiran". Kiran mengangguk.
" wah hebat, jadi kamu juga bekerja di perusahaan nya".
" iya fatia kak Hamdan itu bagaikan malaikat dalam hidupku". Kiran tersenyum sembari menyeruput minumannya.
" Bagaimana kamu bisa kenal Kiran". tanya fatia makin penasaran, Hamdan sangat di kagumi oleh anak-anak muda karena keberhasilan nya.
" dulu kak Hamdan kakak kelas ku, ia selalu mbeli dagangan yang aku jual. dari situ kami jadi akrab semua teman kak Zidan menganggap ku adik mereka semua melindungi ku.".
" kamu bisa sekolah di tempat Zidan, itu kan sekolah mahal Kiran. maafkan bukannya aku bermaksud..."
" tidak apa-apa fatia santai saja, aku bisa masuk ke sekolah itu karena beasiswa kalau tidak mana mungkin aku bisa ke sekolah semahal itu. dari sekian murid hanya aku yang pakai sepeda sambil membawa dagangan". Kiran terkekeh mengingat masa lalu ia yang bawa sepeda butut dan dagangannya.
" MasyaAlloh Kiran kamu hebat ya, beruntung nya bisa di pertemukan dengan kak Hamdan orang sebaik itu". gumam fatia ia terkagum-kagum.
" bagaimana aku tak selalu bersyukur fatia, makanya pergunakan waktu kita dengan baik jangan di sia-siakan. ayo rajin belajar fatia". fatia kemudian merangkul Kiran ia senang punya sahabat yang sering menasehatinya.
Fatia kemudian menghabiskan makanannya sebelum masuk ke kelas lagi. kiran sengaja tak makan ia dapat jatah makan siang di kantor selalu sama Hamdan, sayang jika tak di makan.
___
bersambung
berikan jejak kakak like, komen, hadiah.
terimakasih.
__ADS_1