Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 43 #bertemu klien


__ADS_3

hidup tidak sampai hanya di sini masih banyak episode perjalanan yang harus di tempuh. Kita harus melawan takdir agar sampai di penghujung yang di namakan bahagia.


_____


Kiran menyiapkan pakaian kantor suaminya, kini kebahagiaan masih berasa di antara keduanya. Klien minta langsung bertemu dengan Zidan, mau tak mau Zidan harus pergi ke kantor. Ini adalah proyek yang besar akan untung besar jika berhasil mereka raih.


" Sudah mau ke kantor nak, baru kemarin kamu menikah sudah mau kerja saja". tanya umi melihat anaknya sudah berpakaian rapi.


" Maunya sih masih di rumah umi, tapi klien mau bertemu Zidan langsung tak mau jika di wakilkan oleh Tomi saja. ini proyek besar umi mau tak mau Zidan harus berangkat". Kiran menyiapkan sarapan mengambilkan satu centong nasi untuk Zidan. mereka sarapan bersama.


" Umi masih merasakan bahagia melihat kalian akhirnya bisa menikah". umi melihat kebahagiaan dalam raut wajah Zidan.


" Alhamdulillah umi kita bisa menikah ini semua berkat doa umi". Kiran hanya tersenyum ia masih malu.


" semua karena Allah menjodohkan kalian, dan kalian berusaha supaya bisa di pantaskan untuk saling berdampingan".


" tapi sayang kamu Cemen, patah hati kok masuk rumah sakit bukannya berjuang. ". Abi mencebik meledek anak laki-laki nya.


" Abi belum pernah sih gimana rasanya sakit hati, sakit Abi, sakit banget" Zidan memegang dadanya mempraktekkan ala orang sednag sakit hati.". Kiran dan umi terkekeh.


" tapi ngga gitu juga kali, hidup tidak sampai hanya di sini masih banyak episode perjalanan yang harus di tempuh. Kita harus melawan takdir agar sampai di penghujung yang di namakan bahagia". jelas Abi.


" iya Abi, Zidan lemah karena sosok perempuan ini yang ngga bisa membuat Zidan tidur nyenyak". Zidan meremas tangan Kiran yang duduk di sampingnya.


" sekarang kalian harus berjuang demi kebahagiaan kalian menjalani kehidupan rumah tangga, ini adalah awal dari perjalanan hidup kalian".


" insyaAlloh Abi bantu Zidan untuk melewati semuanya".


Kemudian mereka melanjutkan untuk sarapan nya, zidan akan pergi ke kantor. Abi akan pergi untuk melihat kontrakan. Kiran berlari naik ke atas ia mengambil tas kerjanya, membuat umi bingung melotot ke arah Abi.


" sayang kamu mau ke mana bawa tas kerja". tanya Zidan


" ya kerja lah kakak pasti kerjaan Kiran numpuk di kantor".

__ADS_1


" yang ngizinin kamu siapa". Kiran diam termangu ia lupa kini Zidan adalah suaminya bukan atasan nya.


" di rumah saja temenin umi, kamu sekarang istri kakak. kakak ngga izinin kamu kerja lagi, semua kebutuhan kakak yang cukupi dan untuk adik-adik panti sebagian hasil kontrakan kakak bagi dua dengan anak-anak panti. ngga perlu khawatir hasil perusahaan juga sebagain untuk anak-anak panti". Zidan mengusap kepala Kiran dengan lembut.


" terima kasih banyak kakak".


" boleh ke kantor saat jam makan siang, tapi hubungi kakak dulu kalau mau ke kantor takutnya kakak udah makan atau kakak lagi meeting di luar".


" iya kak, tapi kerjaan yang belum selesai kemarin gimana kak. Kiran juga belum pamit sama kak Hamdan." ucap Kiran.


" pekerjaan kamu sudah di selesaikan oleh viona, soal Hamdan nanti kakak yang bilang."Kiran mengangguk mengerti ucapan suami. kemudian Kiran mengantar Zidan hingga ke depan, di taruhnya tas Zidan di jok samping. Zidan pamit Kiran Salim dan tak lupa Zidan untuk mencium kening nya. Kiran malu ingin rasanya ia tenggelam saja ada umi dan abinya di samping mereka.


" Kenpa dek, ngga perlu malu kita sudah sah dan halal. ini imun buat kakak biar semangat kerjanya nanti kakak telepon saja kalau misal kakak belum makan siang. kamu boleh susul ke kantor, kakak berangkat ya". Zidan lalu masuk ke mobilnya, klien sudah menunggu di perusahaan Tomi yang menemui terlebih dahulu. kali ini memang Zidan sedikit terlambat maklum pengantin baru masiih sayang-sayange.


***


" ehemm...ehemm..." suara karyawan dari ujung sampai ujung berdehem mereka tiada henti saling bersahutan hingga ujung.


' kenapa sih mereka' batin Zidan ia terus saja berjalan masuk ke ruangan nya.


" makanya pelan-pelan kalian semua ini kenapa, belum awal bulan jadi sabar". Zidan tak sadar semuanya sedang berdehem karenanya.


" pak tumben rambutnya basah". tanya hilwa. yang lain menutup mulut menahan tawa.


" La saya mandi ya basah, masa ke kantor saya ngga mandi". Zidan belum sadar juga.


" oh mandi ya..."


" lanjutkan pekerjaan kalian pagi-pagi udah pada keselek, sabar gajian bentar lagi. makanya jangan boros biar ngga cepet habis duitnya, nabung ingat jangan di habiskan". Zidan berlalu masuk ke ruangan di mana investor itu menunggu nya di sana.


" pak Zidan ini memang ngga peka ya, padahal deheman kita dari ujung hingga ke ujung."


" kita bikin kejutan yuk buat pak Zidan".

__ADS_1


" kejutan, apa". tanya viona penasaran ia juga sangat ingin tau.


Mereka berkumpul saling berbisik-bisik merencanakan sesuatu, hanya kejutan kecil saja. para karyawan juga ikut bahagia atasan mereka akhirnya sold out juga. Banyak sekali yang mengagumi Zidan namun tak ada satupun karyawan yang ia sukai padahal cantiknya tak kalah sama Kiran. Kiranlah yang bisa memporak-porandakan hatinya.


_


Tomi masih berbincang banyak dengan Datuk, pengusaha itu datang lebih dulu ke kantor sebelum Zidan datang. Zidan masuk mereka berjabat tangan perbincangan bisnis langsung akan di mulai.


" Selamat ya nak Zidan atas pernikahan kalian "


" terima kasih banyak Datuk, datanglah ke acara kami Minggu besok kami akan adakan resepsi insyaAlloh". Datuk tersenyum mereka mulai berbicara soal bisnis mereka. Zidan memang mempunyai performa baik dalam bisnis, penjelasan nya kepada setiap klien selalu cepat diterima.


" Luar biasa inilah kenapa saya mau bertemu anda langsung, anda sangat profesional soal bisnis. baiklah saya terima tawaran anda kini kita bisa bekerja sama". mereka berjabat tangan kembali bertanda jika kerja sama terlaksana.


" Alhamdulillah terima kasih banyak Datuk sudah berkenan datang ke kantor kami".


" sekalian saya sedang ada perlu di Indonesia, saya akan langsung balik ke Malaysia ada pertemuan dengan tuan John maaf saya tak bisa berlama. untuk acara Minggu besok insyaAlloh saya usahakan untuk datang ke acara resepsi kalian".


" saya dan istri sangat terhormat jika Datuk bisa hadir dalam acara kami". Datuk pamit dan di antar Tomi hingga ke depan.


Tomi kembali ke ruangan pertemuan itu, Zidan masih mengemasi berkasnya.


" Yesss... Alhamdulillah terima kasih brother kita bisa menjalin kerja sama dengan Datuk, aku kira kamu tak akan datang masih menikmati masa pengantin baru mu". Tomi terkekeh.


" Ngga asyik tom siang-siang banyak telinga yang masih terjaga, malam saja ngga ada yang denger". Zidan terkekeh.


" asemmm... dasar pengantin baru".


" kamu kayak ngga pernah jadi pengantin baru aja tom".


" he...he... nikmatnya saat belah duren". keduanya tertawa mengingat istri masing-masing.


ingat pembaca istri masing-masing jangan istri orang tak boleh.

__ADS_1


___


__ADS_2