Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 70 #


__ADS_3

Aisyah serta keluarga nya di izinkan untuk menunggu ibunya di dalam ruangan VVIP, berkat Erga semuanya mudah. Masih ada pertanyaan di benak ayah tentang kehadiran kedua pemuda tadi ke rumahnya. Ayah senang melihat ibu telah sadar dari pingsan nya. Dokter memberikan perawatan terbaik sesuai dengan yang Erga minta.


" Nak Aisyah, ayah mau bicara sebentar".


" iya ayah". ayah keluar di ikuti Aisyah.


Azzam dan Akbar masih menemani ibu mereka mamijit kaki ibu, sembari Akbar bercerita tentang dirinya di sekolah.


" Nak kamu tau apa yang bos kakakmu lakukan ke rumah kita tadi, ayah ingin menanyakan nya langsung tapi ayah merasa tak enak." ucap ayah.


" Aisyah tak tau ayah, ketika Aisyah membuka pintu keduanya sudah berada di depan pintu." jelas Aisyah ia jujur.


" Lalu perlu apa mereka ya, kamu mengenal nak Erga tadi".


" Dia kakak tingkat Aisyah saat di kampus ayah, satu tahun di atas Aisyah ".


" kamu dekat dengannya ".


" tidak ayah mana mungkin Aisyah dekat dengan orang berkelas seperti kak Erga itu". ayah terus berfikir apa maksud kedatangan mereka.


" Tapi ia memberikan fasilitas ini untuk kita nak, ayah bingung jika kita di minta untuk membayar nya gaji ayah sepuluh tahun tak akan cukup." ayah bekerja sebagai marbot masjid di kotanya dan membantu ibu membuat dagangan di rumah.


" Aisyah juga bingung ayah, kenapa kak Erga langsung begitu ya yah".


" mungkin saja benar yang di katakan nya, ia membantu karyawan nya kakakmu azzam. Tapi yang ayah pikirkan mereka tadi bisa di rumah kita".


" Mungkin kebetulan ayah, kak Erga lewat dan mendengar kita menangis ia lalu mampir ke rumah ". ayah membenarkan ucapan Aisyah lalu mereka mengakhiri pembicaraan nya tentang Erga.


Masih dalam fase yang sama Erga senyum-senyum di jalan, Zidan melihatnya menggelengkan kepala. Adiknya itu sedang bucin akut, kartu as sudah ia pegang siapa sih yang tak terpesona dengan erga si tampan yang karya raya.


" Sudah senyumnya macam orang gila saja ". Erga justru tertawa...


" Iya kak aku sedang tak waras, cinta yang membuatku gila". Zidan mencebik.

__ADS_1


" Kamu yakin Aisyah akan menerimamu ".


" Erga yakin kak, apalagi sekarang mereka sedang tergantung dengan Erga".


" istighfar Erga tak semua wanita mau dengan uangmu, aku yakin Aisyah tak akan semata-mata akan menerima mu hanya ia berhutang Budi. Raih hatinya dengan cinta Erga jangan kau jadikan pernikahan nya karena keterpaksaan untuk membayar hutang keluarga nya padamu". ucap Zidan memperingatkan Erga.


" astaghfirullah kak, benar kata kakak. Aku terlalu tinggi berharap. Aisyah pasti akan melakukan nya tapi bukan karena cinta tapi keterpaksaan. Lalu apa yang harus Erga lakukan kak ".


" Sentuhlah ia tepat di hatinya, ia akan jadi milikmu selamanya ".


Sambil nyanyi pembaca bacanya.


" ih kakak dosa belum halal". Zidan menjitak Erga.


" sakit kak".


" masih kanak-kanak mau nikah, Rayu Allah dekati aisyah dengan cara yang baik Erga ". Erga baru ngerti maksud dari Zidan.


" oke kak Erga akan coba." Zidan hanya mengangguk saja.


" Mama bahagia". tanya papa ia merangkul pundak isteri yang sangat ia cintai itu.


" iya pa terima kasih"


" papa yang harusnya berterima kasih karena adanya mama kini kehidupan papa semakin berwarna". papa mencium puncak kepala istrinya itu.


" Papa seneng banget bucin sama mama". ucap iza.


" Memang harusnya gitu dek, nanti sampai tua kita juga harus bisa seperti mama dan papa. cintanya tak lekang oleh waktu." ana bahagia melihat papa nya bahagia, ia teringat saat papa di tinggal oleh ibunya. papa merasa hancur bahkan hidupnya tak terarah, namun setelah bertemu dengan mama Reyana semua kembali. Papa makin banyak rezeki nya papa memiliki kasih sayang yang lebih untuk dirinya karena mama tak pernah meninggalkan papa walau dalam keadaan tersungkur sekalipun.


" Lihatlah mama mu bahagia sekali, tak pernah papa lihat mama mu sebahagia ini. " Papa kembali mencium mama.


" Kita sudah tua tak ada yang bisa kita banggakan kecuali anak-anak kita berkumpul pa, apalagi nanti di tambah dengan banyaknya cucu mama akan lebih bahagia". papa mengusap kepala mama terlihat begitu papa sangat menyayangi mama.

__ADS_1


" insyaallah kebahagiaan kita akan sampai ke akhirat ma, kita akan kumpul sama-sama nanti di sana"


" aamiin." semua menjawab di barengi Zidan dan Erga masuk ikut mengaminkan.


" gimana perburuan nya kak berhasil tidak." Erga langsung duduk di dekat iza


" belum masih butuh maksimal perjuangan". ucap Erga Zidan hanya mencebik saja.


" semangat ya kak, pasti itu wanita istimewa." Erga mengangguk.


" pa di hotel apa ada ob yang namanya azzam". tanya Erga.


" papa tak begitu paham nak coba kamu tanya saja sama Erik dia yang mengurus semua nya." jawab papa.


" kenapa kak cari ob, saingan kakak ya ih ngga level ".


" husttt... iza kita ngga boleh seperti itu ya, kedudukan dan jabatan di dunia jangan kita jadikan tolak ukur. mungkin ia makhluk Allah yang di istimewa' di hadapan Allah, semua yang kita miliki hanya titipan nak." jelas mama kembali papa mengusap kepala mama ia selalu bangga, mama mengajarkan anak-anak tak boleh mengukur seseorang dari strata perekonomian.


" Kalau misal yang Erga sukai anak dari OB mama sama papa setuju apa tidak". mama dan papa saling pandang lalu tersenyum.


" papa tak pernah meminta kalian untuk menikahi yang sederajat dengan kita, carilah wanita yang tidak hanya mau karna kamu kaya saja Erga tapi papa tekankan wanita saliha bisa menemanimu hingga kamu tua apapun kemelut dalam kehidupan mu dan yang pasti bisa terus mengingatkan mu akan akhirat mu nak. seperti mama mu ini, kalian ingat kan siapa mama mu dulu karena mam mu baik dan bisa menuntun papa ke jalan Allah papa menikahinya. bahkan mama mu tak punya apapun hanya sebatang kara". ungkap papa bukan mengingatkan masa lalu hanya sebagai contoh.


" Carilah wanita yang baik agamanya Erga". ucap Rendi menimpali. Rendi tersenyum keluarga nya akan menerima Aisyah meski bukan dari orang berada.


" terima kasih ma pa atas restu nya."


" emang seperti apa sih calon kakak yang kakak idamkan itu". tanya iza makin penasaran ..


" rahasia anak kecil ngga boleh ikut campur."


" aku udah kuliah kak bukan anak kecil lagi, sudah boleh juga kalau nikah." semua mendelik melotot ke arah iza. iza menyadari nya kaku ia nyengir menunjukkan giginya yang di pagar kawat itu...


__

__ADS_1


bersambung


__ADS_2