
Mas kawin terkumpul satu cincin 10gram dan uang tunai 200juta. Mas kawin uang patungan wkwkwk
___
flashback on
Anisa memberi kabar kepada Zidan jika ia ingin bertemu siang ini di jam makan siang. Zidan mengiyakan dan Zidan mengajak adiknya Zakia, tak mungkin ia akan bertemu Anisa sendirian ia tau Anisa juga menjaga jarak dengan nya. Anisa adalan wanita yang saliha ia tak mau berdua bersama yang bukan muhrim. Mereka bertemu di kafe milik Hamdan, Zakia masih duduk di sampingnya ia akan ikut mendengarkan.
" maaf saya meminta mas Zidan untuk bertemu". Anisa juga membawa ibunya agar tak terjadi kesalahpahaman.
" Anisa tau jika mas Zidan mencintai wanita lain, maaf Anisa tak bisa itu akan menyakitkan untuk mas Zidan juga Anisa sendiri. sebelum semuanya terlambat Anisa memutuskan untuk mengakhiri ta'aruf ini". dengan berani Anisa yang lebih dulu memutus kan. zidann dan Zakia pun terkejut mendengar ucapan Anisa.
" maksud nya Anisa mau mengakhiri ta'aruf ini tidak akan di lanjutkan ke jenjang pernikahan". tanya Zidan langsung seperti ia tak percaya.
" iya mas itu akan lebih baik" Zidan menunduk diam
" mas Zidan jangan khawatir kita tetap akan menjadi teman semuslim, hanya saja Anisa tak mau sampai ke jenjang pernikahan. Anisa yakin ini keputusan yang terbaik untuk Anisa dan mas Zidan". Anisa tersenyum.
" maafkan zidan Bu, Anisa maaf. memang betul Zidan masih mencintai seorang wanita hingga sekarang, belum bisa melupakan. Namun jika itu keputusan Anisa mas tak bisa menolak. terima kasih sudah mau berteman dengan ku."
" tak apa mas mungkin di lauhul Mahfudz mu bukan namaku Anisa yang tertulis dan sebaliknya dengan Anisa. semoga mas lekas menemukan cinta sejati mas Zidan dan akan bahagia".
" sekali lagi terimakasih Anisa, saya berdoa semoga kamu mendapatkan pendamping yang sangat baik dari mas Zidan. memang kamu bukanlah jodohku karena dirimu terlalu baik dan sempurna untuk mendampingi ku".
" sama denganku mas, Anisa juga bukan yang terbaik untuk mas Zidan.". Kemudian Anisa dan ibunya pamit setelah memutuskan hubungan mereka padahal satu Minggu mereka akan menikah namun Tuhan berkata lain jika memang bukan jodoh tak akan di persatukan di pelaminan.
flashback off
Laura datang bersamaan dengan Zidan yang datang, Tedy dalam posisi menjabat tangan penghulu. Penghulu sudah menyelesaikan ucapan akadnya ketika Tedy akan menjawab Laura langsung menarik telinga Tedy. Seperti anak kecil di jewer oleh ibunya.
" mama..." ucap Tedy.
__ADS_1
" jadi gini kelakuan papa di luar, ini papa Laura yang mewakafkan tanah ini untuk panti kenapa kamu mengambilnya lagi dengan menukar anak gadis orang dengan tanah wakaf". ucap Laura geram ia berapi-api tak peduli kini menjadi tontonan, namun di atas Kiran tak mendengar karena memang kejadian ada di bawah dan di depan.
" maaf ma papa ngga sengaja".
" apa kamu bilang ngga sengaja, begini kamu bilang ngga sengaja. semua harta yang kamu gunakan itu punya papa Laura. seenaknya kamu menggunakan nya". semua orang tertawa melihat Tedy di marah sama istrinya Laura, karena Laura yang memiliki semua harta itu. otomatis Tedy tak akan mau jatuh miskin.
" ayo kita pulang, memalukan". ucap Laura menarik lagi telinga Tedy hingga ke mobil, semua pengawal mengikuti. banyak orang yang tertawa hanya Zidan yang diam seakan ia tak percaya melihat kejadian ini jika Kiran tak jadi menikah.
Ibu panti menangis ia malu apalagi Kiran tak akan jadi menikah, dengan semua yang telah di persiapkan apa kata orang nanti. Umi, dan umma mengusap punggung ibu panti menenangkan. Tomi menarik Zidan agar maju ke depan, Zidan awalnya menolak ia masih belum on.
" Ayo perjuangin cinta kamu Zidan, kamu laki-laki kami sudah berjuang mati-matian buat semua ini". Zidan hanya melongo menatap Tomi.
" kakak ipar ini saatnya ayo lamar Kiran sekarang ucapkan ijab kabul sekarang minta sama ibu panti". Hamdan menarik Zidan.
" aku..apa maksud kalian".
" astaghfirullah bodoh amat sih ni anak". Tomi menarik Zidan ke depan ibu panti agar ia langsung melamar Kiran.
" ayo nak umi merestuimu" ketika umi berkata Zidan langsung on. ia berlutut di depan ibu panti, momen mengharukan sampai penulis menangis juga.
" Bismillah ibu saya Zidan Rafasha melamar putri ibu Kiran Adzkia, bersediakah ibu menerima lamaran Zidan".
" tidak..." semua orang tegang mendengar ucapan ibu.
" ibu tidak akan mengizinkan jika kamu tidak mengucapkan ijab kabul sekarang juga untuk anak ibu". semua orang menghela nafas, bisa-bisanya ibu panti membuat seluruh yang hadir dalam acara itu menjadi tegang.
" Alhamdulillah..." Abi langsung mengangkat Zidan agar ia berdiri dan langsung berada di depan penghulu.
" tunggu..." Abah mendekat. semua orang melihat ke arah Abah.
" ini pernikahan putri Abah, Abah yang akan langsung menikahkannya. semua orang kembali lega menghela nafas.
__ADS_1
" umi..." lagi-lagi Zidan berdiri ia mau menikah tapi tak bawa mas kawin.
" ada apa Zidan". kembali ketegangan terjadi.
" Zidan tak bawa mas kawin umi".
" astaghfirullah ini pengantin". Hamdan menghampiri Zidan ia memberikan uang yang ada di dompetnya, Tomi, rendi, juga Niko andil memberikan uang cash dari dompetnya masing-masing. Semua ikut terharu dan membuka dompet nya untuk di berikan kepada Zidan sebagai mas kawin lalu umi melirik ke arah Abi. Abi mengangguk, umi melepas cincin nya untuk Zidan jadikan sebagai mas kawin.
" pakai jas Zidan biar sedikit keren". ucap Tomi. Hamdan kemudian mbuka jasnya untuk di pakaikan ke Zidan.
di atas.
"Kenapa berhenti kak dan kenapa Kiran dari tadi tidak di panggil apa ijab kabulnya belum selesai kenapa lama sekali " ucap Kiran sejak tadi resah. kini Kiran di temani oleh istri Aris.
" kamu tenang mungkin masih menyelesaikan surat menyurat nya".
" kenapa Kiran jadi semakin gugup begini kak, astaghfirullah. Kiran takut kak.".
" kamu tenang ya Kiran semua akan baik-baik saja, ayo berdzikir". seketika Kiran mengingat Zidan jika ia gelisah Zidan memintanya untuk berdzikir.
Mas kawin terkumpul satu cincin 10gram dan uang tunai 200juta. Mas kawin uang patungan wkwkwk.
Tak apa mereka memberikannya secara ikhlas, semua teman Zidan tanpa ragu merogoh kantongnya untuk Zidan. Zidan meminta restu kepada umi dan Abi juga ibu panti. ia menangis benar-benar menangis akhirnya Zidan akan mengucapkan ijab kabul untuk kiran.
" umi Zidan izin akan menikahi Kiran". dengan suara tercekat Zidan meminta izin kepada umi dan abinya, umi tak bisa berkata-kata ia hanya mengangguk. Dan Abi langsung memeluk anak laki-laki nya itu. ibu panti pun memeprsilahkan Zidan agar lekas melakukan ijab kabul.
____
ada yang menangis ngga baca part ini.
Penulis yang menangis, penulisnya cengeng.
__ADS_1
berikan vote buat penulis ya.