Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 23 #Pasrah


__ADS_3

Zidan bangun pukul 10 karena ia terasa sangat lapar, matanya masih sembab dan ingat belum melaksanakan shalat duha. Di teguknya air satu gelas untuk mengurangi rasa laparnya terlebih dahulu, ada satu roti lalu ia memakannya kemudian Zidan ke kamar mandi untuk melakukan shalat duha terlebih dahulu sebelum sarapan. Masih berasa sakitnya ia pun menitikkan air mata, memang masih sulit melupakan meskipun semalaman Zidan sudah luapkan.


" ya Allah berikan aku hati yang ikhlas atas ketentuan hidup yang hamba jalani ini, aku yakin mungkin ini yang terbaik untuk ku atas kehendak Mu. Berikan aku kekuatan untuk kembali berpijak menapaki dunia yang fana ini, tak ada yang lebih indah dengan ketentuan Mu. Aku pasrah ya Allah akan kemana lagi kaki ini berpijak selalu berilah jalan di manapun aku bisa mengingat Mu". doa Zidan di titik kepasrahan nya.


Zidan lalu keluar karena ia merasa sangat lapar, cacing dalam perut nya sudah tak bisa di ajak kompromi sejak tadi berteriak minta tolong. Zidan langsung duduk saja di meja makan di carinya makanan, umi memasak makanan kesukaan nya sate Madura. Zidan langsung melahap nya sejak semalam ia tak kemasukan apa-apa kecuali tangisan yang mendera. Umi melihat Zidan dari arah dapur ia biarkan Zidan melahapnya sebelum umi menemui Zidan. Alif berlari menghampiri Zidan ia tau om nya sudah bangun.


" om ayo kita main." teriak Alif.


" sayang sama kakek dulu om sedang makan". panggil Abi ia tak ingin mengganggu Zidan hatinya pasti masih terasa hancur, miris bangets.


" sebentar ya om sarapan dulu". Alif lalu kembali menemui kakeknya.


Zidan menyelesaikan makanannya, umi meletakkan satu gelas susu untuk nya. umi takut jika Zidan kenapa-napa karena tak pernah sebelumnya ia sehancur ini. begitulah mencintai itu menyakitkan. Rencana kita tak pasti sesuai dengan rencana sang Pemilik skenario hidup. Namun kita harus tetap positif thinking akan ada keindahan yang menunggu kita di depan mata nanti. cukup bersabar saja karena Allah pasti tau yang terbaik untuk kita.


" nak..." umi memegang tangan Zidan agar Zidan lebih tenang juga merasakan kasih sayang jika masih ada keluarga tempat nya pulang kembali...


" iya umi". Zidan tersenyum ia juga tak ingin membuat uminya khawatir.


" ikhlaskan nak." hanya itu yang terucap dari bibir umi, rasanya kelu.


" insyaAlloh umi Zidan akan ikhlas, hanya saja masih terasa sesaknya". Zidan tersenyum.


" Allah sedang menguji mu kembali nak, ujian itu untuk menguatkan dan akan menaikkan tingkat level atas dirimu".


" aamiin umi, bantu Zidan untuk melewati semuanya ya umi." umi mengangguk Zidan mencium tangan umi lalu pamit untuk menemui Alif. Alif sangat senang akhirnya ia bisa bermain dengan Zidan, hanya hari liburlah Alif bisa puas bermain dengan Zidan.


Canda dan tawa Alif setidaknya bisa membuat Zidan sejenak melupakan Kiran dan apa yang terjadi semalam. Abi miris melihat anak laki-lakinya, kandas begitulah yang ada di benak Abi. Alif kembali bermain mobil-mobilan sendiri Zidan duduk memperhatikan ia lelah.


" Cinta yang sebenarnya adalah cinta nya Allah nak, tak akan cinta yang lebih abadi dari cintaNya. cinta di atas cinta yaitu pasrah mengikhlaskan nya, ikhlaskan dia mungkin memang bukan jodohmu". ucap Abi mendekati Zidan yang sedang duduk memperhatikan Alif bermain.


" iya Abi bantu Zidan melewati semuanya ya".

__ADS_1


" itu baru laki-laki namanya, jangan lengah dengan keterpurukan ya nak sehingga kamu melupakan Allah yang telah memeberimu banyak cinta." Abi terus berusaha menguatkan anak laki-lakinya.


-


Sedangkan di panti Kiran masih saja terus melamun, tatapannya kosong meski tadi ia sudah membantu ibu memasak ia belum bisa melupakan kejadian semalam dan juga Zidan cintanya telah lebur bersama dengan keputusan yang di ambilnya. Kiran melamun di dalam kamarnya setelah sarapan ia masuk kamar kembali, mengingat momen menyenangkan saat jalan bersama Zidan meskipun selalu di dampingi Aurel atau lainnya. ia mengingat canda tawa Zidan juga senyumnya, ia sadar jika Kiran sangat mencintai Zidan.


" Kiran mungkin lebih baik batalkan saja pernikahan mu dengan Tedy nak". ucap ibu panti mendekati Kiran.


" tidak ibu Kiran sudah berjanji padanya". ucap Kiran berusaha untuk tersenyum.


" tapi nak ibu tak bisa melihatmu begini, lebih baik kita tinggalkan tempat ini kita cari tempat yang baru ya. kita bisa menyewanya".


" tidak ibu kita akan tetap di sini, Kiran tidak apa-apa". ..


" ibu tau nak kamu sangat mencintai nak Zidan terlihat dari saat kamu menangisinya semalam, kenpa nak sebelum semua nya terjadi kita batalkan pernikahan ini. ibu tak bisa melihat mu begini Kiran, jangan berkorban untuk kehidupan mu di masa depan".


" umi dan adik-adik adalah hidup ku juga masa depan ku" ucapn Kiran sembari memegang tangan ibu, ibu justru malah menangis. Kiran mengusap air mata ibu lalu di peluknya.


" tidak ada yang perlu di maafkan ibu semua berjalan atas kehendak Nya dan takdir yang menurut Nya adalah yang terbaik." ucap Kiran ia berusaha untuk setegar mungkin.


Setelah ibu keluar Kiran kembali menangis, ia kunci kamarnya meringkuk di atas ranjang. ucapannya tak sesuai dengan hatinya. Besok ia akan kembali bekerja secara langsung pun ia akan bertemu dengan Zidan.


-


" Alif di tinggal sayang".tanya Hamdan ia membuka apa yang istrinya bawa dari rumah mertua nya.


" iya mas kekeh minta main sama om nya". ucap Zakia sembari menyiapkan sarapan untuk sang suami.


" anak itu memang lengketnya sama Zidan"


" emang dari kecil kak Zidan yang dekat sama Alif, tapi tadi Alif masih main sama kakeknya."..

__ADS_1


" emang Zidan kemana ".


" saat kia datang kakak masih tidur." Hamdan menghentikan aktivitas nya, yang ia tau Zidan itu anak yang rajin masa jam segini masih tidur.


" tumben sayang memang dari mana semalam." tanya Hamdan lalu melanjutkan sarapan nya.


" kata Abi semalam itikaf di masjid sama ustadz Yusuf". Hamdan hanya ber oh ria saja.


" masakan umi itu memang enak tak ada duanya".


" untuk itu umi selalu bikin banyak kalau masak soalnya menantunya itu suka sih".


" lebih suka sama anaknya, sudah habis di lahap tiap hari".Hamdan terkekeh.


" ih mas emang kia makanan".


" iya saat mas lapar kamu adalah pengenyangnya". ucap Hamdan.


" aamin jika kia bisa selalu menjadi pengenyang mas saat lapar."


" harus dong sayang, kamu itu istri terbaik di dunia insyaallah hingga akhirat hanya kamu sayang. buktinya mas sudah kasih bukti cinta mas hingga dua buah hati."


" terima kasih mas sayang, ana uhubbika Fillah".


" mas lebih mencintaimu sayang, sangat lebih dan lebih". Hamdan mencium tangan kia. Zakia tersenyum malu meskipun sudah beberapa tahun menikah ia masih malu-malu sama suaminya apalagi saat Hamdan mengeluarkan rayuan mautnya, langsung klepek-klepek. wkwkwk...


__


bersambung


tinggalkan jejak untuk othor ya

__ADS_1


__ADS_2