
Tomi menggeliat ia bangun saat adzan subuh berkumandang, seakan ia masih tidur sendirian lupa jika sudah ada Yara di sampingnya. Yara masih tertidur karena ia benar-benar lelah setelah malam panjang yang mereka lewati. Tomi menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Yara, ia tersenyum mengingat dulu saat Yara masih menjadi temannya ia selalu mengumpat Tomi kesal sama Tomi. ternyata mereka berjodoh itulah kenapa kita tidak boleh membenci orang berlebihan, mungkin apa yang kita benci itu di sukai sama Allah. dan apa yang kita sukai tapi di benci sama Allah. proses yang cukup panjang Tomi melewati ujian nya untuk menjadi suami Yara hingga melamar ke orang tua nya sampai tiga kali. Yara merasakan hembusan nafas panasbia terbangun matanya mengerjap, lalu tersenyum mendapati Tomi masih ada di sampingnya.
" morning sayang". sapa Tomi.
" morning hubby" dengan suara Yara yang masih parau.
" sudah adzan bangun yuk". keduanya bangun untuk melaksanakan shalat subuh. mereka mandi terlebih dahulu.
Tomi izin di kantor hanya selama tiga hari saja, sebelum akad, saat akad dan hari ini jadi besok ia sudah harus berangkat kerja lagi. kini tanggung jawab Tomi sudah bertambah dengan adanya sang istri. Ada yang mengantar satu buah mobil ke rumah mertuanya, papa dan mama Yara bingung karena mereka tak membeli mobil papa berangkat ke kantor menggunakan motor nya.
" mau antar pesanan atas nama pak Ahmad Bonar".
" emang suami saya pesan apa". mama Yara melihat mobil baru di depan dan terkejut ketika di suruh tanda tangan sebagai penerima mama tak mau.
" silahkan Bu tanda tangani".
" papa ..." mama masuk mencari pak Bonar.
" kenapa ma "
" papa beli mobil". tanya mama bingung.
" ngga ma uang dari mana papa bisa beli mobil". ucap pak Bonar lalu melihat kertas atas nama pak Bonar .
" salah kali dek itu ngetik nama nya, saya ngga beli mobil" ucap papa.
" benar pak ini nama bapak dan alamat rumah bapak serta ini foto bapak" bapak heran semuanya benar.
" tapi saya tak beli". terang psk Bonar lagi.
" terus saya mau kirim kemana pak la ini benar alamat nya"
" coba tanya Yara pa"
" oh ya sebentar saya tanya anak saya dulu". pak Bonar naik ke atas.
" Yara nak"
__ADS_1
" sebentar pa". Yara kemudian membuka pintunya.
" eleh pengantin baru tak keluar-keluar". Yara tersenyum kemudian Tomi keluar.
" mumpung Tomi libur pa". pak Bonar mencebik.
" ada apa pa". tanya Yara lagi.
" ada yang kirim mobil ke rumah, apa kamu beli mobil. itu sebenarnya atas nama papa tapi papa tak beli mobil". Tomi lupa jika ia memesan mobil untuk mertuanya.
" saya yang beli pak itu untuk papa". pak Bonar terkejut.
" jangan nak papa tak perlu itu papa sudah ada motor".
" pak tolong terima ini untuk papa, sebagai anak Tomi ingin memberikan hadiah untuk bapak, bukan papa yang perlu tapi Tomi. Tomi perlu papa sehat terus, Tomi perlu papa menjadi kakek nanti untuk anak Tomi dan Yara. terima ya pa supaya Tomi tak khawatir jika kerja papa bawa mobil setidaknya papa tidak kehujanan". ucapan tomi membuat pa Bonar tereenyuh, benar pilihan Yara Tomi anak yang baik.
" tapi nak". Tomi memegang tangan papa lalu mengajaknya keluar.
lalu tomi menandatangani tanda terima mobil.
" jika papa sayang pada kami Tomi dan Yara tolong papa terima ini". papa melirik mama juga Yara keduanya mengangguk lalu papa menerima kunci mobil dari tangan Tomi.
" tidak pa memamg ini yang seharusnya papa terima". mereka saling lempar senyum kemudian Tomi mengajak Yara naik ke atas lagi.
" eh mau ke mana". tanya papa mereka ngeloyor.
" ke atas pa dingin". ucap Tomi, papa melihat sekitar panas tapi Tomi bilang dingin.
" dasar bocah". Tomi dan Yara cikikikan masuk ke kamar nya.
" terimakasih hubby sudah kasih hadiah buat papa". Yara mengalungkan tangannya di leher Tomi.
" sama-sama memang itu pantas untuk papa, aku juga sudah mendapatkan yang lebih untuk aku naiki seumur hidup". Yara mengerutkan keningnya tak maksud yang di bilang Tomi.
" apa ". tanya Yara
" naikin kamu". Tomi menyentil hidung yara, Yara memukul Tomi bisa-bisanya di samakan dengan mobil. Hari ini mereka habiskan untuk berdua karena esok hari Tomi harus sudah berangkat ke kantor.
__ADS_1
***
Kiran pulang dari kantor langsung menuju dapur ia haus, Kiran melihat ibu panti sednag melamun di belakang tatapannya kosong. namun Kiran tetap meneguk air putihnya ia sudah sangat haus. di lihatnya lagi ibu tak sadar jika di belakangnya ada seseorang.
" ibu ada apa" tanya Kiran memegang pundak ibu.
" sudah pulang nak, tidak apa-apa ibu hanya ingin duduk di sini melihat anak-anak. kamu lihat kan mereka sekarang sudah besar". Kiran kemudian ikut duduk memandangi anak-anak.
" iya ibu mereka sudah besar, Kiran juga sekarang sudah kuliah".
" ibu masih ingat saat pertama kali kamu ke sini, kamu tak pernah mau di gendong siapapun hanya ibu yang tiap hari kesana kemari bawwa kamu".
" Kiran dari dulu merepotkan ibu ya". Kiran menyandarkan kepalanya di bahu ibu panti.
" ngga sayang semua anak ibu ngga ada yang merepotkan ibu, kalian anak-anak ibu semua jantung hati ibu" Yara melingkar kan tangannya ke tubuh ibu panti.
" terima kasih ibu". ibu panti mengusap kepala Kiran. sebenarnya ibu ada masalah tapi ia tak ingin memberitahu kan dulu kepada Kiran, ibu tak mau jika Kiran juga sedih.
" gimana kerja dan kuliahnya nak". tanya ibu.
" Alhamdulillah lancar ibu Kiran bisa kuliah juga kerja, kak Hamdan dari dulu baik sama Kiran".
" bersyukur nak masih ada orang yang sebaik nak Hamdan begitu, kita sekarang hidup hanya bergantung kepada mereka ibu sudah tidak bisa lagi buat jajanan untuk di jual."
" ibu itu sekarang fokus saja mengurus adik-adik Bu, setelah lulus Kiran akan cari uang yang banyak untuk ibu dan adik-adik". ucap kiran.
" kamu juga harus memikirkan masa depanmu nak, jika sudah ada yang mengkhitbah mu dan kamu klik sebaiknya jangan di tunda tak akan baik. adik-adik masih bisa makan dari tangan para donatur."
" Kiran masih ingin membantu adik-adik Bu".
" ibu tau keinginan mu nak, namun kamu juga harus pikirkan masa depanmu tak selamanya kamu akan di panti ini suatu saat kamu juga akan ikut dengan suamimu." ucap ibu panti membuat Kiran sedih.
" Kiran masih tetap bersama ibu".
" kapanpun kamu bisa main ke sini, ibu tak akan pernah pergi". Kiran lalu memeluk ibu panti dengan erat.
bersambung
__ADS_1
tinggalkan jejak ya kakak pembaca.
terima kasih 🥰