Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 46 #resepsi


__ADS_3

Senyum terukir dari wajah keduanya bahkan yang hadir pun ikut merasakan kebahagiaan sepasang pengantin itu. Sinar kamera bersahutan kesana kemari, mereka ingin mengenang sang pengantin.


___


Zidan dan Kiran sudah memilih pakaian yang akan mereka pakai di acara pernikahan mereka nanti, resepsi akhirnya di gelar di hotel milik Hamdan. Sekalian semua makanan hotel itulah yang menyajikan, jika di rumah mereka akan terasa sempit. Hamdan mengundang semua kolega bisnis nya serta keluarga besar Hamdan dan Zidan agar makin ramai karena di sini Kiran tak mempunyai keluarga.


Bak permaisuri dan raja kini mereka berdua yang akan menjadi pusat perhatian seharian ini. Kiran sudah selesai di make up, Zidan juga sudah berganti dengan pakaian setelan tuxedo termahal yang Hamdan berikan. Zidan mengunci pintu kamar sebelum mereka turun ke acara.


" kenapa di kunci kak pintunya".


" kita butuh privasi sayang, ngga semua harus di perlihatkan di publik.".


" Kamu tau hari ini kamu sangat cantik sekali, tak akan sanggup aku menahannya jika dekat dengan mu".


" apa yang harus kakak tahan".


" bercinta dengan mu sayang". Kiran terkekeh.


" kenapa tertawa".


" kakak ini lucu,Kiran baru tau sosok Zidan Rafasha yang sebenarnya sekarang".


" maksudnya".


" kakak messssummm..." Kiran terkekeh Zidan pun Ikut tertawa.


" mesumnya sama istri halal sayang, kakak menunggu mu hampir lima tahun. kamu tau gimana rasanya". Kiran mengerut kan keningnya.


" sesak, semuanya sesak apalagi jika melihat kamu dekat dengan laki-laki lain".

__ADS_1


" mereka kakakku kak".


" kalau sekarang baru kakak yakin mereka kakakmu, kamu udah jadi milik Zidan Rafasha selamanya hingga maut yang akan memisahkan kita."


" ternyata kakak pintar ngegombal ya". Kiran cekikikan.


" ada suhunya"


" siapa..."


" Abah.." iya Abah memang jago ngegombal hingga sekarang, semua teman Hamdan jika ingin merayu wanita selalu datang ke Abah bertanya kata-kata yang bisa di lontarkan.


" ya ampun Abah sampai sekarang masih aja jago ngegombal".


" Abah itu termasuk idola kakak". Kiran makin tertawa.


Pintu diketuk mereka di perintahkan untuk keluar karena tamu sudah banyak yang berdatangan.


" ganggu aja sih dek".


" lanjut nanti saja kakak, tamu sudah banyak yang menunggu" Kiran makin terkekeh dengan sikap suaminya yang selalu ingin di manja.


Zidan dan Kiran berjalan beriringan turun dari tangga, untaian gaun Kiran yang melambai hingga menyapu lantai menambah kemewahan dari gaun tersebut. Senyum terukir dari wajah keduanya bahkan yang hadir pun ikut merasakan kebahagiaan sepasang pengantin itu. Sinar kamera bersahutan kesana kemari, mereka ingin mengenang sang pengantin. Cantik dan tampan begitulah kesan dari para tamu.


Acara resepsi bergulir semua mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk sang pengantin. Kolega bisnisnya datang dari seluruh penjuru dunia, pesta itu terkesan sangat mewah karena campur tangan seorang billionaire Hamdan. Hamdan pun ikut menemui para tamunya menggandeng tangan sang istri tercinta Zakia, dia adalah tuan rumah nya karena setiap kali orang bertanya jika Kiran adalah sosok adiknya. Alangkah bahagianya seorang Kiran memiliki sosok kakak seperti Zidan. Terlihat dari depan ada Datuk yang baru saja datang ke acara resepsi, ini adalah hal spesial karena Datuk juga membawa sang istri. Hamdan menyambut nya kemudian Zidan pun turun dengan Kiran menyambut Datuk dan istri. Pelukan Kiran dan istri Datuk begitu lama seakan ada rasa kerinduan di antara mereka.


Senyum-senyum terukir indah dari wajah para yang hadir, tak lupa Tomi dan Yara, Aris dan Aulia, Azzam dan Aisah, Niko dan Anita, serta masih banyak pasangan lain satu yang masih jomblo antara mereka ya Rendi. Rendi masih ingin mengenyam pendidikan nya ia masih meniti karir nya.


" kenalkan ma ini yang papa ceritakan seorang pengusaha muda Zidan dan ini Hamdan,". istri dari Datuk tersenyum senang di sambut oleh mereka.

__ADS_1


" kalian luar biasa, biasanya suamiku hanya mewakilkan saja tapi kini ia berniat untuk datang kesini membawa saya. Suatu kehormatan bagi saya bisa berkunjung ke asal negara saya kembali". ucap Reyana istri Datuk hakim.


" sama-sama Bu kami sangat merasa terhormat dengan kedatangan anda". semua tersenyum menikmati pesta nya mereka berbincang.


Reyana tak henti menatap Kiran menatap mata Kiran, ia merasa sangat mengenal mata itu. Reyana jadi teringat dengan sosok bayi mungilnya tempo dulu.


deg...


Hati Reyana berdetak tatkala melihat ibu panti, ia mengingatnya 22 tahun yang lalu. Reyana meletakkan bayi mungilnya di depan panti tanpa ada yang tau siapapun bahkan ibu panti tak mengenal nya. Reyana gelisah rasanya ia ingin mendekat tapi tak bisa, banyak orang lalu lalang di sekitar sini membuat ia susah untuk bergerak kesana kemarin.


Suasana pesta jadi membuat reyana tak nyaman. Dirinya jadi mengingat masa lalu , masa di mana ia harus meninggalkan anaknya di panti dan pergi meninggalkan anaknya demi sang anak yang akan di jual oleh suaminya. Reyana memegang kepalanya ia merasa pusing.


" ada apa nyonya ..." satu asisten mendekati Reyana. Reyana hanya mengangkat tangannya saja kode jika dia akan baik-baik saja.


Kemeriahan pesta Zidan dan Kiran kini di abadika di video dan ini hal yang terbuka, wartawan boleh meliput asal tak terjadi keributan dan tertib. luar biasa seketika Kiran terangkat derajatnya dari seorang anak panti menjadi seorang istri CEO dan adik dari billionaire.


Acara usai tamu undangan pulang kini kelelahan meliputi keduanya mereka beristirahat di hotel dan malam ini mereka juga akan bermalam di hotel milik adik iparnya itu Hamdan. Kiran mandi ia basahi rambutnya karena sangat panas rambutnya terasah gatal. Zidan menghampiri Kiran yang sedang menyisir rambutnya di depan cermin.


" biar kakak yang menyisir rambutmu". Zidan meraih sisir yang ada di tangan Kiran kemudian dengan pelan dan lembut Zidan menyisirnya.


" kamu tau sayang ini adalah impian kakak salah satunya menyisir rambut mu, kakak suka rambut mu panjang kamu merawat nya dengan baik" Zidan menghirup bau harum di rambut Kiran.


" Kakak pasti lelah cepat mandi kak laku istirahat, kakak bau asem". seketika Zidan langsung menghirup ketiaknya sendiri dan ia mendengus merasakan bau tak sedap membuat Kiran terkekeh.


" tapi janji ya setelah ini".


" iya Kiran janji stelah ini kita tidur."


" sayang..." Zidan merajuk. Bagaikan anak kecil yang minta permen Zidan selalu merajuk kepada Kiran, di depan Kiran kini Zidan selalu sangat manja.

__ADS_1


Zidan berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah rapih Kiran pun merapikan sprei dan bantalnya, ia rebahkan tubuhnya sejenak sembari menunggu suaminya sedang mandi.


___


__ADS_2