Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 61 #siapa preman itu


__ADS_3

Para sahabatnya datang menjenguk Zidan, mereka tau kabar tersebut dari Tomi. Niko, Aris, Tomi juga Rendi mereka datang ke rumah Zidan dengan membawa istri-istri mereka. Umi tak pernah absen di dalam kulkas makanan untuk para tamu, umi selalu membuat kue. kue nya akan ganti-ganti setiap sudah habis, tadi ia membuat kue dengan Kiran dan ana.


" Kami murni mau menjenguk mu bukan mau mengganggu mu Zidan". ucap Rendi menggoda adik iparnya itu.


" dasar kakak ipar tak ada akhlak". ketus Zidan. Kiran langsung memegang lengan Zidan, ia takut jika Zidan marah. padahal hal itu biasa bagi mereka untuk bercanda setiap hari.


" masih untung kamu aku jenguk".


" Ngga di jenguk juga ngga apa-apa". ketus Zidan lagi.


" sebenarnya iya sih, kamu mengganggu waktuku berdua sama istriku. kalau aku tak ingat kau adikku tak akan pernah mau aku kesini". ucap Rendi kemudian. semua geleng-geleng kepala melihat Zidan dan Rendi adu mulut.


" kamu yang mengganggu waktuku". tawa itu akhirnya pecah.


" sudah-sudah adik sama kakak tak boleh berantem tak baik". ucap Niko.


" kalau tak berantem tak asik Niko". kata Rendi.


" iya aku jadi gemesssssss "


" gimana keadaan mu adik ipar". tanya Rendi.


" Alhamdulillah cuma memar dikit".


" untung tak bonyok ".


" issshhh sadis amat di doain kek kenapa ".


" doaku tak manjur untuk mu".


" gimana mau manjur kamu bukan anak Soleh ". ucap Zidan.


" memang aku bukan anaknya Soleh". tawa itu kembali terdengar.


" kamu sama sekali tak ingat punya musuh mungkin lawan bisnismu".

__ADS_1


" tak ada, akhir-akhir ini perusahaan hanya bekerja sama dengan perusahaan papa dan mr Jack. tak ada masalah apapun." Rendi dan teman-temannya nampak berfikir, siapa yang menyerang Zidan...


" mungkin yang lain, atau ada hubungannya dengan wanita di masa lalumu" Kiran dengan reflek mencubit Zidan.


" wanita masa laluku cuma satu". Kiran cemberut ia merasa cemburu. semua seksama mendengar ucapan Zidan


" siapa." serentak teman-temannya ingin mendengar jawaban Zidan.


"hmmm mau tau aja apa mau tau banget ". tak ada yang tak melotot matanya.


" tuh dia". Zidan menunjuk ke arah kia, semua lemes kirain ada wanita lain ternyata bukan. kia tertawa cekikikan mendengar sikap semua.


" kakak itu ngga pernah dekat dengan wanita selain aku. Kakak lari jika ada wanita yang mendekati nya" ucap kia.


" syukurlah "


" lalu siapa ya yang berusaha untuk mengganggumu " semua masih berfikir tapi buntu mereka tak menemukan jawabannya.


" kita liat aja jika mereka mengulangi perbuatannya untuk mencelakai Zidan baru kita bertindak, karena sekarang kita tak tau tak mungkin kita bertindak bisa salah sasaran nanti." ucap Rendi.


" iya benar, waktu itu preman langsung berlari kami tak bisa menangkapnya. ". ucap Tomi sembari menghabiskan makanannya.


" aaminn.. pasti insyaAlloh "


" Abi ..." panggil Alif sembari berlari, ia dikejar oleh anak Aris .


" kenapa sayang, " Alif menunjuk anak Aris yang berlari membawa pedang -pedangan.


" jangan Cemen Alif, Abi mu itu pemberani. gitu aja sudah berlindung".


" cuma satu yang ia tak berani".


" apa". tanya Hamdan menginterogasi Zidan lagi.


" mengungkapkan perasaan cintanya untuk orang yang di cintai nya." semua tertawa.

__ADS_1


" isshh... itu lagi yang di bahas sih. aku sudah melupakan tapi kamu selalu mengingat kan ku ".


" itu sejarah perjalanan hidupmu Hamdan jangan di lupakan dong". ucap Zidan terus senang mengejek Hamdan.


" bukan melupakan tapi aku malu jika di singgung setiap hari oleh dirimu, kakak ipar tak ada akhlak ". semua tertawa.


" memang ada apa dengan kak Hamdan dan kia." tanya ana yang penasaran.


" tak apa-apa sedikit kesalahpahaman saja". ucap Hamdan langsung ia tak ingin ada yang bercerita tentang dirinya di masa lalu.


" kesalahpahaman yang sangat fatal". semua tertawa.


" sudah kak ana jangan dengarkan mereka, tak perlu juga kak ana tau tak penting. yang penting sekarang aku bisa bersama wanita yang aku cintai. istriku Zakia Humaira" semua bertepuk tangan, kia tersipu malu mendengar semua.


Satu persatu mereka pamit, hari sudah malam dan anak-anak sudah ngantuk. begitulah jika keluar bersama anak-anak tak bisa lama karena anak-anak mengantuk. apalagi Alif yang sudah mulai masuk ke sekolah.


" tidur yuk sayang aku ngantuk badanku rasanya masih remuk " ajak Zidan kepada Kiran.


sebelumnya mereka berwudhu dan gosok gigi sebelum ke ranjang. Zidan memeluk Kiran kehangatan yang selalu di rindukan oleh setiap pasangan.


" sayang di luar mungkin masih ada yg mengancam keselamatan kita, tolong kamu jangan keluar dulu ya. dirumah saja sama umi dan Abi, kakak tak akan tenang jika kamu keluar sendiri tanpa kakak". Zidan menyelipkan rambut yang menutupi mata kia.


" siapa sih kak yang berusaha mencelakai kakak". tanya Kiran ia mengusap memainkan bulu-bulu halus di dada Zidan.


" kakak juga ngga tau, jika tau kakak akan langsung menghajar orang itu". Zidan merasakan gelenyar panas pada dirinya, Kiran terus menggodanya dengan mengusap dadanya. berniat malam ini untuk istirahat tapi gairahnya mulai muncul karena tangan nakal Kiran.


" kalau begini gimana kakak bisa tidur, kamu membangunkan yang sedang tidur sayang". ucap Zidan sembari menahan nafas.


" memang Kiran kenapa kakak, Kiran cuma pegang dada kakak. Kiran suka bulu-bulu di dada kakak ini". Zidan sudah tak bisa menahannya ia lalu mulai mengec*p bibir istrinya yang membuatnya candu. Kiran tertawa cekikikan Zidan terus saja melakukannya hingga ke leher. lama-lama gairah itu muncul pada diri Kiran juga, meski lelah tapi tak menyurutkan semangat Zidan untuk meraup pahala. keinginan untuk cepat memiliki keturunan dari dirinya dan Kiran.


" kakak ...". Zidan sudah tak menjawab ia terus mencumbu Kiran hingga membuat Kiran melayang kedua-dua nya merasakan kenikmatan surga dunia.


Malam semakin larut hingga keduanya merasakan kepuasan yang mendalam, dan langsung tertidur karena Zidan benar-benar lelah badannya masih merasa sakit karena pukulan dari preman tadi.


Semoga cepat terwujud keinginan mereka, launching Zidan junior yang akan menambah kebahagiaan mereka berdua. perjuangan Zidan selama beberapa tahun lamanya berbuah manis, Kiran menjadi istrinya ia miliki seutuhnya. menunggu namun bisa memetik nya dengan kebahagiaan.

__ADS_1


Kebahagiaan itu di tambah kala kiran menemukan kedua orang tuanya ternyata masih hidup. ia memiliki keluarga baru yang sangat menyayangi nya, meskipun bertemu setelah ia memiliki suami. tapi tak ada yang terlambat, meski kebahagiaan itu muncul di akhir kehidupan. sabar dan ikhlas menerima semua ketetapan yang ada.


___


__ADS_2