Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 52 #papa kandung


__ADS_3

Manusia di ciptakan saling berpasangan, jika Allah belum memberinya jodoh di dunia pasti nanti akan Allah pertemukan di akhirat. tapi kita di dunia juga harus ikhtiar jangan hanya diam saja, hanya menunggu tanpa melakukan sesuatu. ikhtiar jemput jodohnya, sebelum itu tiba sebaiknya memang kita terus berusaha untuk memperbaiki diri memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang kita impikan.


" terus nikahnya kapan Datok". semua nya tepok jidat baru kali ini Rendi narsis soal jodoh.


" isshhh... kamu tak sabar amat sih ren. kemarin katanya tunggu kamu lulus kuliah". Rendi cengengesan.


" ngga jadi jodohku sudah datang, nanti di tikung orang. Ngga apa-apa ya ana, aku masih kuliah kita nikah. tapi nanti aku tak bisa kasih kamu gajihku semua, aku pakai untuk bayar kuliah dulu. Minta maharnya jangan gede-gede ya". ana tersenyum ia makin suka dengan kejujuran Rendi. ana sudah punya segalanya meski Rendi tak memberi gajinya itu sudah lebih dari cukup yang ia miliki. Kebanyakan orang di luaran sana memakai pakaian bak orang kaya, ia berusaha terlihat kaya di hadapan para wanita. tapi tidak baginya Rendi apa adanya tak ada yang ia tutupi sedikitpun.


" astaghfirullah Rendi, minta onta Arab saja ana." Tomi kesel di balik seragam gagahnya Rendi juga punya kelemahan ternyata.


" jangan Tomi kamu ini bikin aku kesulitan".


" lagian dari tadi ngerendah aja, malu dong sama pamanmu. pamanmu miliader Rendi".


" tapi kan paman bukan aku Tomi".


" iya kami tau, tapi tak sebegitu nya kamu. paman mu tak mungkin akan tinggal diam. Sudah kamu berhenti bicara, nanti aku yang bilang sama Mr Jack buat ngelamar ana langsung ke Datok ia pasti senang mendengar nya. kamu diam jangan bicara lagi, kupingku gatal mendengarnya". semua geleng-geleng melihat mereka beradu mulut. akhirnya Rendi diam.


Kebahagiaan menyelimuti semuanya, kini satu persatu pamit pulang. Tinggallah Kiran, Zidan, ana, ergha dan Datok yang menemani Reyana. Reyana belum boleh pulang menunggu pulih, besok setelah lebih stabil Reyana di perbolehkan pulang.


" tidurlah jika lelah biar kakak yang tunggu mama, " ucap Zidan .


" Kiran mau tunggu mama kak".


" mama sudah lebih baik kak, kakak sebaiknya istirahat biar sehat terus biar aku dan kak Zidan yang menunggu kakak." ergha menghampiri Kiran, kemudian Kiran mengangguk ia lalu berjalan ke sofa untuk tidur di sana. Kiran bersyukur meski ergha adalah adik tirinya ia tak membenci Kiran, terlihat sekali jika ergha juga sangat menyayangi Kiran sebagai kakaknya.


" Masih kuliah".

__ADS_1


" iya kak semester empat, trimakasih ya kak sudah menerima kami juga menjaga kak Kiran".


" sudah seharusnya kalian keluarga kami, Kiran istriku akan ku jaga sampai akhir hayatku". erga tersenyum ia senang.


" tidurlah dulu Erga kita gantian jaga mama, aku akan tidur setelah shalat malam. Jangan sampai kita juga ikutan sakit karena tak istirahat".


" baik terimakasih banyak". Zidan mengangguk. Akhirnya semua tidur tinggal Zidan yang berjaga, ia membuka handphone nya mencari aplikasi yang bisa menemaninya berjaga. Zidan sedang tilawah sembari menunggu mama Reyana, jika matanya berasa ngantuk ia ke kamar mandi untuk berwudhu terus begitu yang Zidan lakukan.


***


Azzam datang pagi ia bertugas di pagi hari, Azzam masuk keruangan mama Reyana ia memeriksa nya. Semua masih berkumpul, masih untung itu keluarga Azzam jadi mereka boleh menunggu semua di rumah sakit. Zidan dengan seksama memeriksa Reyana.


" Alhamdulillah, ibu sudah stabil sudah boleh pulang tapi setelah makan siang nanti. kami harus memeriksanya kembali untuk mengetahui bagaimana kesehatan ibu". semua lega mengucap Alhamdulillah.


" jangan stres banyak pikiran dan makan makanan bergizi". ucap Azzam kemudian ia pamit.


" Terimakasih kak Azzam ". Azzam mengangguk ia berlalu meninggalkan ruangan.


" kenapa mama menangis lagi, sekarang mama harus banyak senyum jangan nangis Kiran tak mau lihat mama menangis lagi".


" iya ma, mama sudah menemukan Kiran kini kita sudah lengkap". ucap ana, mama mengangguk akhirnya ia berhenti menangis dan tertawa dengan celotehan Datok.


_


" Zidan trimakasih ya, papa juga tak tau kenapa saat itu papa ingin sekali bertemu dengan mu. ternyata inilah jawabannya Allah menghadap kan kebahagiaan untuk papa juga mama. "


" semua skenario Allah pa, kita tak tau apa yang akan terjadi kelak. Zidan juga bahagia istri Zidan bertemu dengan orang tuanya. maaf di mana papa kandung Kiran apakah masih hidup". papa menghembus lesu, sebenarnya ada cemburu yang mengusik saking cintanya Datok kepada mama Reyana.

__ADS_1


" masih, Aldo masih hidup". Zidan menoleh ke arah Datok.


" lalu sekarang ada di mana".


" penjara". Zidan terkejut, ternyata mertuanya seorang kriminal.


" penjara..." Zidan mengeraskan suaranya hingga membuat semua orang mendengar.


" siapa yang di penjara pa". tanya Kiran ia merasa ada sesuatu dengan suara lengkingan zidan.


" katakan semuanya pa, mungkin sudah saatnya semua tau. tak ada yang perlu kita tutupi lagi". ucap Reyana.


" mama mu menitipkan Kiran karena papa kandung mu ingin menjualmu, papa mu suka main judi dan dia bangkrut semua habis hingga ia khilaf ingin menjual anaknya. mama Reyana lari ia menitipkan mu di panti agar papamu tak menemukan keberadaan mu, tapi papamu marah hingga ia memukul namamu hingga babak belur. mama mu tak mengatakan di mana kamu di letakkan kiran. Hingga akhirnya mama bertemu dengan ibuku, ibuku mengajak mama mu untuk menjadi baby sitter mengurus anak-anak papa Erga dan ana. ibuku membawa mama mu ke Malaysia, di situlah pernikahan kami terjadi karena kebaikan mamamu. Papa kandung mu terus terjerat kasus dengan mengikuti bandar jual beli anak itu hingga papa mu tertangkap hingga ia di hukum penjara seumur hidup. ia masih hidup nak jika kamu ingin menemuinya temuilah, sekarang papa mu sudah bertaubat beberapa tahun terakhir. mama Reyana seorang yang sangat baik hingga ia masih menjenguk papa kandungmu, bukan karena cinta yang tersirat tapi karena ia ingat padamu suatu saat kamu juga akan bertemu dengan nya.". Kiran menangis, ana lalu memeluk nya.


" iya pa Kiran akan temui papa".


" ya untuk itu kalian lebih baik jangan campur dulu sebelum kalian melakukan akad kembali, karena papa kandung mu masih hidup. kita berjaga saja Kiran takut setelah papa kandungmu masih ada pernikahan kalian tidak Syah".


" yah nunggu lagi". semua tertawa mendengar ucapann Zidan.


" sabar kak, orang sabar di sayang Allah". erga mengejek.


" jangan membenci papamu ya, mungkin dulu ia khilaf kini ia sudah bertaubat." ucap mama Reyana.


" itulah kenapa papa sangat mencintai mama mu kebaikan mama mu ini yang bikin papa jatuh cinta berkali-kali, setelah mama Reyana pulih kita temui papa mu ya nak. sebenarnya ia orang baik dulu, karena pergaulan yang membuatnya khilaf." Kiran mengangguk.


Zidan yang masih berfikir ia tak bisa dekat-dekat Kiran lagi, memegang, memeluk apalagi tidur seranjang.

__ADS_1


Sabar Zidan ya tunggu lagi...


____


__ADS_2