Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 35 #mundur hancur


__ADS_3

" Jangan pasrah terus kita harus memperjuangkan cinta kita, seperti penulis demi mendapatkan pembaca yang banyak setiap hari ia harus berjuang menulis kata demi kata agar di peroleh sebuah cerita yang bermakna. Intinya jangan menyerah semua ada prosesnya, mundur berarti hancur.


____


Kiran keluar dari ruangan, Zakia masih saja telinganya di beri headset sampai ia tak tau jika Kiran sudah keluar. Zidan melempar bungkus obat ke arah Zakia, ia pun mengaduh. Zakia nyengir melihat Kiran sudah tak ada di ruangan rumah sakit. Zakia lalu melepas headset di telinganya ia mendekati kakaknya.


" ambilin kakak minum dek haus". ucap Zidan.


" Kiran sudah keluar kak"


" sudah dari tadi, kamu keasyikan ngapain sih".


" maaf kak kia lagi murajaah hafalan, keasyikan sampai ngga tau Kiran keluar. apa aja yang kakak bicarakan sama Kiran." tanya kia yang penasaran.


" kepo... tak perlu tau. cepetan kakak haus". ..


" iya Iyah kia pingin tau aja kak. Kakak cinta mati ya sama Kiran."


" ngga lah dek, ngga boleh cinta mati sama makhluk. Mungkin kakak memang ngga berjodoh sama Kiran. sudahlah dek kisah kakak dan Kiran sudah selesai."


" belum aja di mulai kenapa sudah selesai kak, kakak ini payah gitu aja udah ambruk". kia terkekeh.


" bukan gitu dek, Kiran udah milih orang lain. kakak juga tau aturan yang namanya sudah di khitbah orang lain Kiran sudah terikat dengan itu".


" iya iya kia ngerti, kakak cepet sembuh jangan gini lagi ya. masak nanti jadi pengantin kurus kusam jelek kak."


" entahlah dek semangat kakak hilang". ..


" kakak harus semangat kasihan kak Anisa nanti".


" itulah yang kakak pikirkan sekarang dek, bagaimana dengan Anisa jika tau kakak mencintai orang lain. kakak sama sekali tak ada getaran bertemu dengan nya".


" lalu kenapa kakak kemarin melanjutkan ta'aruf nya". tanya kia meminta penjelasan.


" ngga tau juga kakak cuma ingin melupakan Kiran dengan menghadirkan orang lain dalam hidup kakak".

__ADS_1


" tapi kakak terlalu terburu-buru".


" iya bener yang kamu katakan dek". kia mengupas kan buah untuk kakaknya zidan. baru kali ini Zidan terbuka dengannya, sebelumnya tidak pernah ia malu sama kia adiknya.


Tomi yang mengantar Kiran pulang, Kiran pamit sama umi dan Abi. Umi memeluk Kiran begitu erat membuat Kiran sampai tak bisa menahan air matanya. umi sangat menyayangi Kiran dan sebaliknya Kiran juga.


" jangan menangis lagi ya nak pasrahkan semuanya kepada Allah, semua yang terjadi adalah atas kehendak Nya.". Kiran hanya mengangguk saja, umi mengusap air mata Kiran dengan lembut.


" jangan nangis lagi, umi tak ingin melihat anak umi menangis. Bagaimana pun Kiran sudah umi anggap menjadi anak umi sampai kapanpun".


" terima kasih umi terima kasih banyak, umi dan Abi tidak marah dengan kiran". umi mengusap kepala Kiran.


" tidak nak umi tidak akan pernah marah sama anak umi".


" Kiran pamit ya umi".


" iya hati-hati salam sama ibu panti ya". Kiran mengangguk kemudian ia berjalan di ikuti oleh Tomi.


Perih rasanya hati Kiran, Tedy mengajak Kiran menikah namun Tedy tidak memperkenalkan orang tua nya. Kiran masih berfikir siapa Tedy itu kenapa ia tak mengenalkan orang tuanya. mereka kemudian masuk ke dalam mobil.


" Ujian hidup ini kak namanya, Kiran pasrah kak apa yang terjadi ke depannya." Kiran menghela nafas kasar.


" Jangan pasrah terus kita harus memperjuangkan cinta kita, seperti penulis demi mendapatkan pembaca yang banyak setiap hari ia harus berjuang menulis kata demi kata agar di peroleh sebuah cerita yang bermakna. Intinya jangan menyerah semua ada prosesnya, mundur berarti hancur". ucap Tomi berusaha mengeluarkan kata bijak.


,_


Niko dan Rendi sednag menyelidiki siapa si Tedy itu, Niko sudah berusaha menyadap telepon milik Tedy. informasi tentang Tedy sudah ia dapat kan dalam media sosial. Seorang pengusaha, perusahaan nya terkenal ia mempunyai pengaruh dalam bisnisnya. Perusahaan Ardijaya, perusahaan itu tumbuh sejak lama dan sangat berkembang pesat.


" pantas saja ia mempunyai kekuasaan yang kuat". ucap Nico masih mengotak-atik laptop nya.


" Lebih baik besok kita menyelidiki perusahaan dan rumahnya". ucap Rendi.


" ini ada foto ia bersama keluarga nya dan ada anak kecil perempuan di sebelah Tedy,". Niko sednag mengamati foto tersebut.


" apa mungkin itu anaknya". tebak Rendi kemudian, jiwa penyelidikan nya mulai keluar.

__ADS_1


" bisa jadi begitu, kita tidak tau juga ini foto keluarga besar. bisa juga itu adalah keponakannya". Niko pun manggut-manggut.


" kalau ini memang harus turun langsung ke lapangan nik, aku akan turun tangan sendiri pernikahan Kiran sebentar lagi. siapa Tedy bear ini sih..." Niko tergelak tertawa dengan ucapan dengan ucapan Rendi mengatai Tedy bear.


" Kalau di lihat umurnya memang tak jauh sih sama umur Zidan ".


" ya bener baiklah besok kita mulai penyelidikan, kamu pantau terus yah. Di mana saja Tedy itu melakukan pergerakan nya."


***


Tedy seorang pemimpin perusahaan ternama namanya memang kuat dalam pergulatan dunia bisnis, Hamdan memang tidak kenal karena bidang mereka berbeda. Kini Tedy sedang melakukan rapat di perusahaan nya, para karyawan sedang serius mendengarkan penuturan Tedy. Rapat selesai Tedy keluar dari ruangan nya, ia di minta untuk cepat pulang ke rumah.


" Bagaimana boy sudah siap dengan semua persiapan pernikahan aku besok". tanya Tedy yang masih duduk dalam kursi kebesarannya.


" saya sudah menghubungi semuanya yang di butuhkan bos, baju pengantin wo akan saya kirimkan ke pengantin wanita jika acara akan dilaksanakan"


" bagus lah boy". Tedy tersenyum miring ia akan menikah lusa dengan Kiran gadis muda.


Rendi mulai menyelidiki ia akan mengikuti mobil Tedy jika sudah keluar nanti, Rendi memakai mobil kali ini bersama satu bawahannya. teropong sudah siap alat untuk penyelidikan sudah lengkap.


" kita main detektif-detektifan lagi ini pak". Fadil terkekeh tugas mereka biasanya hanya di lapangan menilang kendaraan yang tak mempunyai surat lengkap atau pengendara yang melajukan kendaraannya dengan laju ugal-ugalan.


" kita latihan Fadil meski ini hanya masalah kecil, setidaknya bisa untuk kita latihan". Rendi tersenyum kembali lagi ia meneropong ke arah perusahaan mencari sosok Tedy.


Tak berselang lama Tedy keluar bersama sopirnya, Tedy pergi menuju kediaman nya. Rendi terus mengikuti Tedy hingga ke rumahnya, namun sayang rumah itu terlalu besar dan sepertinya tidak akan mudah masuk untuk ke sana karena ada penjaga seorang satpam.


" apa yang akan kita lakukan, temboknya juga terlalu tinggi susah kita akan masuk". ucap Rendi ia mendesah berat.


" kurir kita bisa menyamar sebagai kurir".


" kurir tak bisa di biarkan masuk". Rendi berfikir lagi dengan cukup keran.


" klining servis AC". ide brilian dari Rendi.


" yah betul itu pak kita akan bisa masuk". Rendi dan Fadil mencari alat yang bisa di pakai untuk melakukan servis, pinjam pada seseorang yang biasa membenarkan AC di kantor.

__ADS_1


_______


__ADS_2