Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 75 #rumah baru


__ADS_3

Erga berangkat ke kantor namun ia tak menemani Aisyah untuk naik mikrolet lagi, Erga ada meeting pagi ini dan sangat penting. ia mulai sibuk menjalankan bisnis papa nya semua sudah Datok serahkan perusahaan itu sepenuhnya kepada Erga karena Datok benyak menjalani bisnis yang lainnya.


" Erga berangkat ke kantor dulu ya ma pa kak". semua ia sapa.


" sebenarnya mama mau ngomong sama kamu Erga penting tapi nanti saja jika kamu sudah pulang sepertinya pagi ini tak akan fokus untuk bicara." ucap mama.


" mau bicara apa sih ma".


" nanti saja, kamu selesaikan urusan mu di kantor dulu sayang".


" ya sudah Erga takut terlambat klien sudah menunggu ".


" ngga naik mikrolet lagi ga." ejek Zidan, Erga meringis malu ia rasanya.


" aku ada meeting pagi kak nanti terlambat, hari ini Erga tak bisa menemui Aisyah deh sibuk banget kak. orang tuanya akan pulang biar supir nanti yang jemput." ucap Erga lalu berjalan dan pamit.


Kini Erga membawa mobilnya sendiri, supir ia perintahkan untuk menjemput orang tua Aisyah. Mama menceritakan rencana yang sudah di susun bersama Datok suaminya.


" mama serius ma". ucap ana terkejut.


" iya besok kan ulang tahun Erga mama mau kasih kejutan sama dia, kita akting maksimal ya."


" Alhamdulillah Zidan ikut senang ma, erga terlihat sangat mencintai Aisyah ".


" mama ingin yang terbaik untuk anak-anak mama sayang kalian semua, kebahagiaan kalian terpenting ".


" Zidan kalian apa akan segera pulang nak." tanya Datok.


" iya pa, pekerjaan Zidan sudah menumpuk kasihan Tomi sendirian di sana. tapi jika Kiran masih ingin di sini tidak apa-apa dulu." ucap Zidan sembari memasukkan satu potong apel ke dalam mulutnya.


" ngga kak, Kiran ikut pulang kita bisa kapan-kapan lagi ke sini. Kiran mau kasih kabar ayah Aldo juga tentang kehamilan ini. ayah Aldo pasti akan senang."

__ADS_1


" iya nak, ia pasti bahagia akan memiliki cucu." ungkap Datok.


" ya sudah tak apa kalian pulang setelah acara ini ya, tapi ingat jika kalian mau ke sini kapanpun pakai pesawat papa."


" iya pa ma". ..


" Rendi juga pulang bareng Zidan pa, Rendi ngga bisa libur lama-lama juga. hanya dapat izin sebentar kemarin."


" ya sudah nak iya, yang penting kalian baik-baik di sana ya telepon papa mama setiap hari".


" insyaAlloh ma".


Datok dan mama mengikuti supir dari belakang ia akan menjemput orang tua Aisyah. mama dan papa juga sudah menyiapkan rumah yang lebih layak untuk orang tua Aisyah meski tak begitu besar setidaknya lebih baik daripada kontrakan yang mereka tempati saat ini. ada beberapa suruhan Datok untuk ikut mengemas barang-barang mereka yang akan di bawa ke sana.


" Datok ibu datang ke sini juga, kami akan pulang masih menunggu azzam".


" pulang bersama kami ya pak tak usah menunggu azzam, nanti Azzam saya hubungi agar segera menuju ke rumah." ..


" sudah jangan sungkan ya kita akan jadi besan sebentar lagi." ucap Datok menunggu.


" Aisyah sudah di kemasi semua barangnya nak, jangan sampai ada yang tertinggal ya."


" Alhamdulillah sudah ayah." Mereka berjalan dengan Aisyah mendorong kursi yang di tempati ibunya.


Datok tetap dengan mobilnya sedangkan keluarga Aisyah bersama supir yang di suruh oleh Erga.


" Loh, rumah kami jalannya bukan ke sini pak supir."


" maaf pak ini perintah Datok untuk membawa kalian semua".


" sudah pak diam saja dulu, kita menurut ngga enak juga kalau nolak." ucap ibu, Aisyah masih diam saja ia juga tak tau jika mau di bawa kemana.

__ADS_1


Mobil berhenti di perumahan yang lebih luas dari pada kontrakan nya yang kemarin. ayah dan ibu Aisyah kaget begitu juga dengan Aisyah kenapa mereka harus berhenti di rumah itu.


" pak Bu ayo masuk." ucap datok


" ini rumah siapa Datok". tanya ayah polos.


" masuk dulu nanti saya ceritakan ya, " mata mereka menelusuri rumah yang sudah lengkap dengan perabotan nya.


" maaf beribu maaf dari kami pak, mungkin kurang sopan atau akan membuat bapak dan keluarga tersinggung. bukan maksud kami merendahkan bapak dan ibu namun ini demi anak-anak kita insyaAlloh. saya sangat bahagia kini Erga akan memiliki istri seperti nak Asiyah kami memberi rumah ini agar apa yang menjadi pikiran kalian tidak terjadi lagi. kami memang tidak memikirkan kesenjangan sosial dalam hidup kita, namun besok adalah acara untuk anak kita saya ingin memberi kejutan untuk Erga. Kami sangat mohon terima kunci ini, pemberian ini tidak seberapa nilainya pak dari sekedar menyatukan anak kita. saya ingin anak saya Erga bahagia, kebahagiaan Erga ada dalam diri Aisyah dan Aisyah pasti juga ingin keluarga nya bahagia " . ayah dan ibu Aisyah menitikkan air mata tak di sangkanya semua akan terjadi, kini azzam juga sudah bekerja di hotel baru milik Datok dengan jabatan yang lumayan. Azzam mulai mendaftar kuliah agar ia bisa kuliah, gajinya cukup untuk biaya sehari-hari ibu juga adiknya.


" MasyaAlloh Datok dengan rasa hormat dan terima kasih yang teramat banyak kami haturkan, insyaAlloh kami akan menjaganya dan merawat dengan baik".


" Aisyah juga sangat berterima kasih Bu".


" mama papa nak panggil kami mama dan papa seperti Erga."


Mereka berbincang sembari menunggu azzam dan Akbar membawa barang-barang mereka untuk pindah ke rumah barunya.


" Kalau begitu kami permisi ya pak, mau mempersiapkan acara besok untuk anak kita. oh ya untuk semuanya kalian jangan pikirkan saya sudah memesan catering juga yang lainnya untuk acara besok ya. dan ini Aisyah dari mama untuk mu besok kamu pakai ya nak di acara pertunangan kalian." Sebuah gaun yang mama pesan kemarin hari ini mama serah kan kepada Aisyah agar ia mau memakainya serasi dengan jas yang akan di pakai Erga besok.


Datok dan mama Reyana pamit, ia akan mendatangi pemesanan untuk acara besok. kueh dan segalanya agar acara besok terlihat begitu murni tak ada kecurigaan pada Erga.


" MasyaAlloh memang bukan hanya kabar jika Datok itu sangat baik, tapi memang baik ya pak. tak menyangka saja kita akan berbesanan dengan mereka, mimpi apa ibu ya pak kayak ketiban harta Karun."


" husttt ibu ngga boleh gitu harta kan cuma titipan, anggap saja kita sedang di titipi harta oleh Datok kita harus merawat nya dengan baik ".


" iya pak ini berkat Aisyah ya pak, kegigihannya untuk tetap melaksanakan kuliah sembari berkerja membuahkan hasil setidaknya pasca sarjana yang tersemat dalam diri Aisyah tak akan membuat malu keluarga Datok.".


" hus ibu ngga boleh begitu dulu Aisyah berniat sekolah tinggi untuk Aisyah sendiri bukan untuk mendapatkan lelaki konglomerat. Melainkan untuk bekal Aisyah menuju rumah tangga".


" astaghfirullah iya maaf pak, ibu terlalu senang".

__ADS_1


__ADS_2