Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 50 #mama Reyana


__ADS_3

kebahagiaan orang tua terbesar adalh bersama anak-anaknya tak ada yang lain. dimasa tuanya ia hanya ingin melihat anaknya bahagia. Takdir kita tak pernah sama, ujian kita tak pernah sama. Allah menguji mu karena ia sayang dengan mu dan Allah tau kamu adalah seseorang yang kuat. Seperti takdir yang telah mempertemukan kita.


___


" Ma mama... bangun ma" Reyana sudah tak sadarkan lagi, mendengar itu semua dari dalam Kiran langsung membuka pintunya ia melihat mama Reyana sudah terkulai lemah.


" bawa mama mu ke rumah sakit Zidan, mama punya riwayat gejala penyakit jantung". seketika Kiran langsung menutup mulutnya ia terkejut.


" mama..." teriak Kiran ia berlari mengikuti Zidan yang telah mengangkat mama Reyana untuk di bawa ke rumah sakit.


Sopir melajukan mobil dengan cepat, Zidan mengajak Kiran untuk masuk kedalam mobilnya mengikuti mobil Datuk. Zidan dengan cepat melajukan mobilnya ia juga takut terjadi sesuatu dengan mertua kandung dari Kiran istrinya. Kiran hanya bisa menangis didalam mobil, ia takut jika terjadi sesuatu dengan mama Reyana. Zidan sesekali mengusap kepala Kiran sembari menyetir.


Reyana langsung di dorong ke ruang UGD ia butuh perawatan intens, azzam yang melihat Kiran dan Zidan berlari ikut mengejar Reyana kaget. Azzam langsung menghampiri mereka.


" Zidan ada apa". tanya azzam.


" tolong selamatkan mama Reyana kak". Azzam mengerut kan alisnya siapa Reyana, tapi ia tak ingin bertanya lagi Azzam langsung masuk ke ruangan UGD untuk melakukan tindakan pemeriksaan.


Kiran masih terisak ia menangis, Zidan kemudian memeluk istrinya agar Kiran tenang. sepenuhnya juga bukan kesalahan Kiran, meski ini terjadi karena mama Reyana memohon Kiran untuk mengakui ia ibunya. Setelah sedikit tenang Zidan membawa Kiran untuk duduk di kursi depan ruang UGD. Datuk berjongkok di depan Kiran duduk untuk memohon.

__ADS_1


" nak ampuni mama mu dia tak seperti yang kamu pikirkan, mama mu adalah wanita yang baik. mama mu selama bertahun-tahun mencarimu nak ia kehilangan jejak tak bisa menemukan mu. Papa mohon ampuni mama Reyana, ia semalam tak bisa tidur nyenyak karena memikirkan mu setelah ia melihat ibu panti berharap kamu masih bisa ia temui." Kiran menangis.


" jangan begitu Datuk kami tak pantas mendapat perlakuan Datuk seperti itu, saat ini Kiran hanya syok saja mendengar jika ibunya masih hidup" ucap Zidan mengajak Datuk untuk berdiri dan duduk di samping nya.


" Jadi selama ini kamu yang mama cari selama bertahun-tahun, tapi apa yang kamu perbuat dengan mama kami. kamu justru menyebabkan nya masuk ke rumah sakit, kamu tau selama bertahun-tahun mama menangis mengingat mu. mama menangis berharap menemukan mu, tapi apa kamu tak mau menerima mama. iya memang dia bukan mama mu tapi mama kami".


" erga nak jaga kata-kata mu nak dia kakak mu".


" Meski kami tidak lahir dari lahir mama Reyana tapi mama lebih dari sekedar ibu kandung untuk kami, mama menyayangi kami sepenuh hatinya. Ia tak pernah melupakanmu sama sekali tak pernah dalam doanya setiap malam mama ingin sekali menemukan mu dan membawamu untuk hidup bersama kami".


" erga nak..."..


" biar pa, biar dia dengar semuanya. mama bukanlah mama yang buruk. mama seorang bidadari bagi kami, tanpa mama mungkin kami tak akan bisa besar menjadi baik seperti ini. Ku mohon dengar kan penjelasan mama, mama buka wanita yang gila harta seperti yang kamu lihat saat ini kak". erga melemahkan suaranya ia terisak Kiran pun makin terisak.


" kak terimalah mama ia sangat menyayangi mu ". ucap Erga ia tak sepenuhnya membenci Kiran. Reyana selalu mengajarkan anak-anak dari suaminya agar tak membenci seseoran. Reyana selalu mengajarkan kebaikan kepada anak-anaknya hingga membuat Datuk sangat mencintai Reyana hingga kini.


Kiran mengangguk ia tidak bisa mengucap kan apapun. Ana anak Datuk yang mendengar perdebatan Erga hanya diam mematung, ia tak bisa lagi berucap karena Erga sudah mengatakan semuanya. Ana di Indonesia juga karena ia punya misi untuk mencari keberadaan kiran tapi sama ia juga tak menemukannya.


Dokter Azzam keluar ruangan, Datuk langsung menghampiri nya. Semua masih dalam keadaan panik, terlihat ibu panti umi dan Abi yang baru menyusul dengan mobil Hamdan yang bersama kia. Hamdan sudah mendengar semua nya dari ibu panti, sejak awal hanya Hamdan yang bisa menasehati Kiran. ia begitu percaya kepada Hamdan.

__ADS_1


" Bagaimana istri saya dok". tanya Datuk panik.


" Alhamdulillah sudah stabil, ibu Reyana hanya mengalami syok saja". Azzam melihat ke arah semuanya ia bingung semuanya ada. kemudian Hamdan menghampiri Kiran ia menunduk mensejahterakan dirinya dengan Kiran yang sedang duduk.


" Kiran dek kamu tau, kebahagiaan orang tua terbesar adalh bersama anak-anaknya tak ada yang lain. dimasa tuanya ia hanya ingin melihat anaknya bahagia. Takdir kita tak pernah sama, ujian kita tak pernah sama. Allah menguji mu karena ia sayang dengan mu dan Allah tau kamu adalah seseorang yang kuat. Seperti takdir yang telah mempertemukan kita, kakak sangat menyayangi mu sebagai adikmu dek. Bukalah hati untuk mama yang telah bertaruh nyawa melahirkan mu dek, ia rela berkorban untuk mu agar kamu bisa hadir ke dunia ini". Kiran menangis lagi hingga ia terisak Zakia kemudian memeluknya secara erat.


" Kakak yakin Kiran anak yang baik, tak baik jika menyimpan dendam. Tarik nafas ya istighfar dzikir agar hatimu tenang". Zakia memberi nasehat dengan masih memeluk Kiran. Zidan mengusap punggung Kiran berkali-kali.


" Bisa kami liat mama kami dok". ucap Erga, ia anak yang paling dekat dengan mama Reyana.


" Boleh tapi biarkan ibu Reyana istirahat sebentar, satu jam lagi ia akan siuman". akhirnya mereka tak jadi masuk hanya melihat dari kaca luar.


" Maaf kan Kiran Datuk maafkan Kiran, Kiran sudah buat mama masuk rumah sakit". semua tersenyum melihat Kiran sudah memanggil Reyana dengan sebutan mama.


" Panggil papa sayang, sama seperti anak papa yang lain kalian adalah anak papa dan mama. Mama mu pasti senang jika ia bisa memelukmu". ana langsung berjalan mendekati kiran ia langsung memeluk Kiran.


" ini ana anak papa, dia kakakmu karena umurnya lebih tua darimu. tapi belum laku". semuanya terkekeh mendengar candaan Datuk.


" papa..." ucap ana.

__ADS_1


" dan ini Erga ia adikmu dan ada satu lagi adikmu ia hasil dari pernikahan papa dan mama tapi tak ikut sedang di Malaysia sedang ujian." Kiran mengangguk mulai tersenyum, semuanya kini lega tinggal menunggu Reyana sadar.


___


__ADS_2