Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 20 #Tedy


__ADS_3

Di kantor Kiran gelisah ia memikirkan apa yang harus ia lakukan sedangkan pemilik sertifikat meminta tidak sedikit, tiga miliyar meskipun luasnya tak begitu luas namun karena letak pasti pas jika akan di buat tempat untuk usaha. Kiran bingung dari mana uang sebanyak itu akan ia dapatkan tak mungkin ia bicara sama Hamdan, Hamdan sudah banyak membantunya. Zidan melihat ke arah Kiran yang melamun bahkan ia dengan tatapan kosongnya memutar pena dengan dua jarinya.


" ada apa Kiran". Zidan mendekat Kiran gugup salah tingkah.


" eh tidak apa-apa kak".


" dari tadi kamu terlihat melamun katakan sama kakak jika ada apa-apa". ucap Zidan ia berdiri di depan Kiran.


" tidak kak hanya sedang pusing sebentar lagi aku skripsi".


" kakak bisa bantu jika ada yang kamu tidak bisa Kiran, jangan di bawa melamun begitu tak baik nanti setan bisa masuk kapan saja". ucap Zidan.


" maaf kak Kiran tak fokus kerja hari ini".


" ya sudah kamu berkemas, lebih baik kamu pulang". ucap Zidan.


" tapi kak kerjaan Kiran masih banyak, " Kiran merutuki dirinya kenapa sejak tadi ia melamun saja.


" nanti kakak yang akan selesaikan". Zidan langsung menelepon sopir untuk mengantar Kiran pulang.


" tapi kak..."


" sudah tak apa pulanglah". Kiran kemudian menuruti Zidan yang memaksanya untuk pulang.


-


Sesampainya di rumah panti Kiran melihat ada mobil mewah, Kiran hanya beranggapan mungkin itu donatur yang akan memberi sumbangan. Namun Kiran terhenti saat ada suara ibu panti yang menangis serta seorang laki-laki yang berbicara dengan sedikit nada tinggi.


" tolong pak jangan usir kami, kasihan anak-anak ku mohon pak kami belum mendapatkan tempat lagi".


" ini sudah beberapa bulan aku memberimu kelonggaran". ibu menangis tersedu serasa miris hati kiran.


" ibu..." Kiran masuk langsung menghampiri ibu panti. laki-laki itu melihat Kiran dengan intens, ia cukup tergoda dengan Kiran yang cukup manis.


" tolong pak beri kami waktu lagi". ucap kiran ia ingin mencari solusinya.


" mau sampai kapan lagi, kecuali..." mata laki-laki yang bernama Tedy melirik Kiran dengan intens.

__ADS_1


" apapun akan saya lakukan pak demi adik-adik"


" kamu siapa hemmm". Tedy mendekat membuat Kiran mundur seketika.


" aku juga anak panti di sini pak". ucap Kiran ia sebenarnya gugup Tedy semakin mendekat.


" asal kamu mau menikah dengan ku, panti ini akan menjadi milikmu dan aku bisa membiayai semua anak panti di sini". ibu langsung melihat ke arah Kiran ibu tak mau kiran melakukan nya.


" jangan nak ibu dan adik tidak apa-apa, jangan kamu korbankan dirimu lagi untuk kami". ucap ibu panti memohon kepada Kiran. Kiran terdiam ia berfikir selama ini tak ada yang bisa ia berikan untuk panti ini.


" biarkan Kiran yang menyelesaikannya ibu". ucap Kiran ia berusaha membuat ibu panti tenang.


" setelah menikah apakah bisa di tepati janjinya". ucap Kiran meyakinkan.


" aku akan ganti sertifikat tanah ini atas namamu". Tedy benar-benar haus akan Kiran


" aku mau kamu mengubah sertifikat nya sekarang sebelum kita menikah aku tak mau kamu bohongi karena orang seperti anda harus ada bukti otentik"


" nak jangan lakukan" ibu panti menangis tak ingin jika Kiran berkorban sejauh ini.


" tenang Bu ini demi panti dan adik-adik".


" pegang kata-kata ku jika perlu hitam di atas putih". Kiran dengan tegas berkata bahkan ia tak ingat apa-apa lagi selain menyelamatkan panti ini.


" baiklah aku setuju kita akan menikah lusa" Tedy senang ia akan memiliki Kiran gadis perawan.


" tidak aku akan lulus enam bulan lagi dan aku tidak mau menikah sebelum lulus".


" itu lama sekali itu tidak adil".


" baiklah setelah aku selesai menyusun skripsi ku".


" Kiran nak bukan begini caranya, kita akan cari cara lain nak ibu mohon jangan korbankan dirimu". ibu panti memohon kepada Kiran.


" tenang ibu yang penting anak-anak punya tempat tinggal, uang segitu banyak dari mana kita dapatkan"


" baiklah kalau begitu tanda tangani ini dan aku akan mengurus sertifikat nya, jika kamu lari kamu akan tau sendiri akibatnya".

__ADS_1


" aku bukan pengecut".


" nyalimu besar sekali calon istri". Tedy menoel dagu Kiran, Kiran langsung mundur.


Kiran tanpa ragu untuk menandatangani surat perjanjian bahwa ia akan menikah dengan Tedy. jika lari Kiran akan membayar denda tiga kali lipat dari harga rumah.


akhirnya Tedy pamit untuk pulang, Kiran jatuh terduduk ia meneteskan air matanya ia mengingat Zidan yang telah menunggunya beberapa tahun lamanya.


" Kiran nak kenapa kamu lakukan itu nak, kamu korban kan dirimu untuk kami".


" maafkan Kiran Bu, ibu juga sudah banyak berkorban untuk Kiran hanya ini yang bisa Kiran lakukan demi panti ini dan adik-adik". keduanya menangis tersedu di lantai.


Di malam hari Kiran hanya menatap bintang yang bersinar terang, namun tidak dengan hati Kiran hati yang sudah menghitam tertutup awan hitam. ia mengingat hari-harinya bersama Hamdan dan semua kakaknya kini ia mengingat hari-harinya bersama Zidan. Zidan selalu membantu nya bahkan ia akan setia menjaga hatinya untuk Zidan. Kiran meneteskan air mata, air mata kesedihan cintanya akan ia kubur dalam-dalam.


Sedangkan di rumah Zidan sedang bermusyawarah antara Zidan umi dan Abi bahwa Zidan akan mengkhitbah Kiran langsung ke ibu panti bersama umi dan Abi nya. Zidan berencana lusa ia akan datang dengan segala persiapan nya, Zidan yakin jika Kiran akan menerima Zidan sebelum keduluan ada orang yang mengkhitbah Kiran.


" umi Abi, ijinkan Zidan mengkhitbah kembali Kiran ya umi". ucap Zidan memberitahu umi dan Abi.


" kamu serius nak, kapan".


" iya umi sekarang Kiran sedang menyusun skripsi Zidan ngga mau ada yang mendahului Zidan, Zidan mau mengajak umi dan Abi langsung ke ibu panti".


" Alhamdulillah semoga ada jalan baik untuk mu nak, penantian mu yang panjang akan berbuah manis". umi mengusap kepala anaknya itu.


" lalu kapan nak rencanamu " tanya umi bersemangat, Abi juga ingin mempunyai keturunan dari Zidan Karena Zidan adalah anak laki-laki nya.


" insyaAlloh lusa umi,"


" baiklah umi akan persiapkan semuanya, umi akan buat banyak makanan untuk sekalian anak-anak panti".


" kita beritahu Zakia dan Hamdan ya biar mereka juga ikut". ucap Abi ia ingin ada kebahagiaan.


" tidak umi nanti saja soalnya ini kejutan untuk Kiran, Zidan ngga akan beritahu Kiran sebelumnya".


" baiklah jika itu maumu". ucap umi senang.


Zidan pun pamit masuk ke kamar ia membayangkan jika akan melamar Kiran dengan sangat resmi. Dengan bismillah dan jawaban atas shalat istikharah nya Zidan yakin jika Kiran adalah jodohnya.

__ADS_1


____


bersambung


__ADS_2