Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 77 #kejutan


__ADS_3

Semua sudah sibuk dengan dirinya masing-masing mereka sudah memakai baju yang mama berikan baju seragam warna senada. Semua mama persiapkan dengan kilat demi berhasilnya rencana hari ini. Semua tampak bahagia hanya Erga yang tak mempunyai semangat, bahkan iza yang mendandaninya.


" kak semangat dong masa lesu gini, ini hari bahagia kakak Lo".


" bagaimana kakak bisa bahagia za". ucap Erga lemas.


" Ya harus bahagia dong ini hari pertunangan kakak dengan wanita pilihan mama".


" kakak ngga tau kenapa semua akan berakhir seperti ini padahal kakak baru saja berjuang belum ada ujungnya belum maksimal. bagaimana jika Aisyah tau ia pasti akan benci sama kakak za "


" kak Aisyah itu wanita salihah ia tak akan pernah punya dendam sama kakak."


" maka dari itu kakak menginginkan Aisyah untuk jadi istri kakak".


" sabar ya kak orang sabar di sayang kak Aisyah ".


Di rapihkan nya jas itu di tubuh Erga, iza menyemprot kan minyak wangi ke tubuh kakak nya. Di gandeng nya tangan Erga agar turun ke bawah, semua sudah menunggunya bahkan bawaan yang mau di bawa sudah siap semua. Erga melihat keluarga nya terlihat binar bahagia tak ada yang menampakkan kesedihan.


' ya Allah kenapa mereka bisa bahagia di balik penderitaan ku' Erga menyunggingkan senyumnya namun senyum yang terpaksa.


Sedangkan di rumah Aisyah strategi sudah di susun oleh keluarga Aisyah. Aisyah sudah mengenakan baju yang di belikan mama Reyana terlihat sangat cantik dengan warna Sage green senada dengan baju Erga.


" Aisyah sudah siap belum" tanya ayah.


" sudah ayah".


Satu wanita di siapkan untuk duduk di depan bersama paman dan bibinya, wanita itu adalah sepupu Aisyah biar Erga mengira wanita itu yang di jodohkan dengannya.


Mobil dari rombongan keluarga Erga sudah sampai di depan rumah٫ semua bersiap untuk menyambut kedatangan keluarga Erga. Erga melirik wanita yang sudah duduk di sebelah sana, Erga yakin jika itu wanita yang mama jodohkan dengannya. memang cantik tapi Erga tak ada getaran sedikit pun saat melihat wanita itu.


Obrolan bergulir beberapa menit acara di mulai, keluarga Erga sudah duduk dan siap mengajukan khitbah nya. Aisyah pun gugup saat menunggu di dalam rasanya ia tak tega melihat Erga di depan, Aisyah mengintip dari bilik hordeng.


" Kami dari keluarga Erga mengajukan lamaran untuk putri bapak". ucap Datok langsung untuk anaknya Erga.


" kami menerima lamaran dari keluarga Datok".


" Alhamdulillah ucap semua yang hadir". Erga menitikkan air mata ia tak bisa menahan.


Sebenarnya semua kasihan dengan Erga namun ini sudah menjadi rencana untuk kejutan Erga. Erga sejak tadi hanya menunduk ia tak mau mendongakkan wajahnya apalagi sekarang wajahnya sedang sedih. Mama berdiri untuk memakaikan kalung di leher Aisyah, Aisyah pun keluar namun Erga tetap tidak tau. sungguh Aisyah tak tega melihat Erga sangat murung.

__ADS_1


Aisyah membawa kue ulang tahun ia mendekati Erga yang sejak tadi menunduk.


" selamat ulang tahun kak." Erga seperti tak percaya mendengar suara Aisyah ia tetap menunduk meski Aisyah sudah ada di depannya 'rasanya seperti mimpi', batin Erga.


" selamat ulang tahun kak Erga ". sekali lagi Aisyah mengucapkan nya karena sejak tadi Erga tak sadar.


Erga mendengar suara Aisyah lagi lalu ia mendongak, keningnya berkerut seperti tak percaya.


" Aisyah". ucap Erga terkejut.


" selamat ulang tahun Erga". ucapan itu lantang di ucapkan oleh para hadirin. Erga langsung menitikkan air mata ia seperti tak percaya akan hal yang ada di hadapan matanya.


" ma..." Erga langsung menoleh ke arah mamanya. Mama Reyana mengangguk juga menitikkan air mata karena bahagia melihat anak laki-lakinya yang kini sudah dewasa.


" jangan bengong Erga di sambut kue nya dari ayang." ucap Zidan lantang semua tertawa. Erga melihat sekeliling ada Azzam, Akbar serta kedua orang tua Aisyah.


" jadi apa maksudnya ini Aisyah". Aisyah tersipu malu ia hanya mengangguk sembari masih memegang kuenya. ergha lalu berjalan menemui mamanya kemudian memeluk mama Reyana.


" selamat ulang tahun sayang, selamat juga atas pertunangan mu dengan Aisyah". Erga masih tak bisa berkata-kata ia cengeng sangat cengeng.


" ini rencana mama". mama Reyana mengurai pelukannya lalu mengusap air mata Erga.


" rencana semuanya". Erga melihat ke sekeliling lalu menatap Aisyah ia sangat malu, karena ia bagaikan anak mami.


" ayo nak di sambut kue nya kasihan Aisyah sejak tadi berdiri kamu abaikan".


" habis gimana ma mau peluk Aisyah belum halal, Erga peluk mama lah". semua kakaknya memukul Erga.


" sakit kak, "


" dasar anak mami," kemudian Erga mendekati Aisyah.


" terima kasih Aisyah." Aisyah hanya mengangguk dan menyunggingkan senyuman nya.


Di potong nya kue dua potong ia berikan kepada mama dan papa nya lalu keluarga nya. Kemudian Aisyah dan yang lainnya.


" gimana rasa nya". ejek Rendi.


" asem ya kalian berhasil buat Erga nangis".

__ADS_1


" anak mami untung tak guling-guling "


" Erga sudah dewasa kak tak akan guling-guling lagi kayak dulu". semua tertawa.


" selamat ya kak". ucap iza memeluk kakaknya.


" terima kasih iza adikku kakak akan hukum kamu".


" ye jangan dong kak, iza cuma ikutin kata mama". Semua terlihat tertawa bahagia, Aisyah kemudian duduk di ikuti Erga. iza dengan isengnya menyempil di antara mereka berdua.


" belum halal kak ngga boleh dekat-dekat "


" ya ampun dek ngga ngapa -ngapain juga cuma mau ngobrol ". Aisyah terkekeh.


" ya udah ngobrol aja anggap aja iza obat nyamuk." Erga garuk-garuk kepala padahal dia cuma ingin bertanya ke Aisyah sekali lagi tentang pertunangan nya ini.


" Aisyah kamu benar menerima aku". tanya Erga.


" eh la apa ngga mau kak". Erga mendorong kepala iza dengan telunjuk.


" obat nyamuk itu diam aja usir nyamuk ngga ikut ngomong ". Aisyah terkekeh lagi melihat tingkah kedua adik kakak.


" Aisyah kamu tak terpaksa kan, kakak ngga mau kamu terpaksa hanya karena balas Budi kepada keluarga ku". iza mencebik.


" tidak kak insyaAlloh Aisyah tulus ikhlas menerima kakak". ..


" Alhamdulillah, terima kasih ya Aisyah " Aisyah mengangguk.


Binar tawa dari kedua keluarga besar terlihat, Erga pun merasa sangat bahagia keluarganya memang paling the best sejak dulu apalagi mama nya Reyana tak pernah ia membuat Erga menangis kecuali tangis itu tangis bahagia. iza dengan iseng nya masih terus mengikuti pergerakan Erga kakaknya tak boleh ia dekat-dekat dengan Aisyah, padahal Erga cuma mau ngobrol sedikit saja tanpa gangguan.


iza mundur saat ia membawa minuman, dirinya menabrak azzam.


" eh gimana sih nabrak-nabrak". ucap iza.


" yang nabrak tuh kamu bukan aku jalan tuh kakinya di kasih mata." ucap azzam menjawab sama ketusnya.


" dasar cowok".


" dasar cewek."

__ADS_1


Iza berlalu ke depan gabung dengan keluarga nya.


___


__ADS_2