
Erga segera menyelesaikan pekerjaan nya ia akan pergi ke rumah sakit, niat hati rencana kemarin akan ia utarakan hari ini. Erga harus berani ia harus cepat takut Aisyah di khitbah orang duluan.
" pak ibu sudah sehat pak kita pulang saja ya, akan banyak lagi nanti biaya yang harus di keluarkan apalagi ini tempat terlampau mewah pak". ucap ibu.
" ibu dengar sendiri kan tadi apa kata dokter, ibu masih perlu perawatan nanti kalau sudah sehat betul baru pulang ya buk".
" tapi nanti kita mau bayar pakai apa pak, rumah aja kita hanya ngontrak."
" ibu tenang ya azzam nanti yang akan bayar sama bos azzam kan azzam kerja , ibu ngga boleh mikirin itu lagi sekarang yang ibu pikirkan itu kesembuhan ibu." ucap azzam yang baru dateng.
" kamu ngga kerja nak azzam".
" sudah Bu, karena semua sudah selesai jadi azzam izin ke sini liat ibu dulu ". Azzam membenarkan selimut ibu yang sedikit melorot.
" Kerja itu yang bener nak jangan kecewakan bosnya".
" iya Bu, azzam selalu datang lebih pagi kok Bu. semua Azzam bereskan tak ada yang Azzam tinggalkan. Aisyah mana ya."
" hari ini dia kan jatah ngajar nak, ". Aisyah menjadi guru honorer setelah ia lulus kuliah, Aisyah mendapat beasiswa karena kecerdasan nya.
" oh iya azzam lupa ". Azzam nyengir ia anak yang polos.
" Ibu mau kamu juga bisa kuliah seperti Aisyah Azzam, gaji mu saat kamu kerja sisihkan untuk sekolah mu."
" tidak apa-apa Bu biar azzam bantu bapak sama ibu saja." ada hati yang merasa teremas mendengar keluarga itu. ya Datok ternyata menyelidiki siapa yang Erga sukai, Datok ingin tau bagaimana keluarga nya demi anaknya Datok turun tangan sendiri.
' mereka benar-benar dari keluarga yang baik'. batin Datok ia lalu pergi.
Datok langsung menelepon staf nya di hotel bahwa ia akan memberi bonus kepada azzam sebagai karyawan yang rajin. Itulah cara Datok menolong orang ia tak ingin di puji karena kebaikannya. Setelah sudah memastikan ibunya baik-baik saja azzam kembali ke hotel, lagi mengerjakan tugas nya.
" Azzam kamu di panggil direktur minta ke ruangannya". deg... Azzam takut jika di pecat.
" ya Allah ada apa ko, aku aja yang di panggil ini".
" iya kamu, di sini ob yang namanya azzam cuma kamu. cepetan jangan sampai ia menunggu lama bisa marah nanti." Azzam bergegas menuju ruangan direktur ia berjalan sedikit berlari.
" ya Allah ada apa ini semoga aku tidak di pecat, tapi aku tak berbuat salah kerjaku bagus bahkan aku datang lebih pagi sebelum kantor buka." gumam azzam di perjalanan.
__ADS_1
" assalamu'alaikum pak."
"wa'alaikumsalam masuk ". Azzam kemudian masuk dengan menunduk sopan.
" Kerjamu bagus kamu rajin datang juga lebih pagi dari yang lainnya. ini bonus buat kamu, tapi ingat jangan katakan sama teman-teman mu jika kamu dapat bonus."
" maaf pak apa tak salah saya baru kerja enam bulan di sini, ".
" Azzam menolak."
" tidak memang kali ini kamu yang terpilih mendapat bonus, ini terima rezeki jangan di tolak." Azzam ragu menerima nya tapi kemudian mau, namanya duit masa di tolak zam pamali itu rezeki.
" ya Allah pak terima kasih banyak semoga bapak dan keluarga sehat di beri rezeki melimpah."
" aamiin, sekarang kamu kembali bekerja simpan baik-baik uangnya".
" baik pak sekali lagi terimakasih ". Azzam bejalan dengan senang hati setidaknya bisa membantu keluarga nya juga untuk bayar sekolah adiknya.
" ada apa zam".
***
Pekerjaan selesai tak ada lagi yang penting Erga bergegas melajukan mobilnya ke rumah sakit. Di sana ada bapak Aisyah dan adiknya, kalau azzam belum pulang masih bekerja. Jantung Erga sudah dag Dig dug tak karuan rasanya. Tapi ia harus berani seperti apa yang Zidan katakan laki-laki harus berani.
" assalamu'alaikum".
" wa'alaikumsalam nak Erga." sapa bapak Erga lalu Salim.
" Gimana keadaan ibu ". sapa Erga langsung mendekat ke ranjang ibu.
" Alhamdulillah lebih baik nak, ibu banyak terima kasih sudah sangat di bantu nanti kami akan menyicil biaya nya". ucap ibu santun.
" tidak ibu, ibu ngga perlu ganti uangnya Erga ikhlas menolong. Kesejahteraan keluarga karyawan juga tanggung jawab kami".
" ya Allah nak ibu banyak terima kasih semoga di beri kesehatan untuk keluarga nak Erga juga di beri banyak rezeki."
" aamiin Bu terima kasih doanya " Erga menyunggingkan senyum ia sedikit melirik Aisyah yang sedang duduk menunduk.
__ADS_1
" entah kalau tidak ada nak Erga dan temannya yang mampir ngga tau nak nasib ibu seperti apa. ." ucap bapak.
" Kemarin kami memang sengaja datang ke rumah bapak".
" oh ya ada perlu apa nak, apa azzam membuat kesalahan dalam pekerjaan nya". ucap ibu panik.
" ngga Bu bukan, Erga ada maksud lain tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan kemarin jadi Erga urungkan niat Erga".
" ada apa nak katakan saja." kata bapak penasaran dengan kadatangan Erga.
" bismillah, Erga mau mengkhitbah Aisyah pak".
deg... Aisyah mendongakkan wajahnya ia tak percaya dengan apa yang Erga katakan.
" mengkhitbah Aisyah kamu tak salah nak kami hanya orang miskin nak tak pantas dengan keluarga kalian." ucap bapak.
" miskin hanya harta pak tapi kalian kaya hati, siapapun kalian kami tidak mempermasalahkan soal status pak".
" tapi keluarga mu nak kami hanya orang biasa jauh dibawah kalian."
" Insyaallah keluarga Erga akan menerima keputusan Erga pak, saya menyukai Aisyah semenjak duduk di bangku kuliah dan baru kali ini Erga berani mengatakan nya. Erga serius pak ". Erga menatap ke arah Aisyah yang sejak tadi menunduk.
" semua bapak serahkan kepada Aisyah nak, bapak tidak bisa memberi keputusan. Biar Aisyah yang menjawab nya sendiri kalau bapak insyaAlloh setuju apapun keputusan Aisyah. Aisyah nak Erga bermaksud baik padamu, ambillah keputusan sesuai hatimu."
" Maaf kak Erga kami tak pantas bersanding dengan keluarga kakak, kami hanya orang biasa kak. Aisyah minta maaf".
" Apa hanya orang kaya yang akan bersanding dengan orang kaya dan miskin dengan yang miskin, jika memang kemiskinan akan bisa menerima ku menjadi imam mu kakak akan lepaskan semua harta dari pemberian orang tua kakak. kakak juga tak punya apa-apa Aisyah semua ini milik papa dan harta ini hanyalah titipan dari Allah".
" jangan kak, jangan berkorban demi Aisyah. Aisyah tak pantas mendapatkan semuanya, maaf kak Aisyah tidak bisa menerima kakak Aisyah tak pantas ". Aisyah tetap menunduk...
" baiklah aku menerima keputusan mu, Erga pamit ya pak Bu."
" bapak minta maaf ya nak Erga." Erga tersenyum kemudian ia pulang.
potek hati Erga...
___
__ADS_1