Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 56 #akad


__ADS_3

Persiapan yang cukup singkat untuk pernikahan antara Rendi dan ana. mereka bertemu pertama kali pada pernikahan Tomi dan Yara, ketika itu ana di ajak oleh teman nya untuk menghadiri pesta pernikahan Yara. Di situlah mereka pertama kali saling tatap, keduanya tanpa mereka rasa keduanya jatuh cinta. Rasa bahagia terasa oleh keluarga besar, Mr Jack dan keluarga Datok.


Mahar yang tak mewah, ana hanya mau satu kitab suci Al Quran. alasan nya adalah agar ia selalu ingat untuk membacanya, dan keduanya bisa mendapatkan pahala. Ana tak mau mahar yang lain selain itu, cukup mudah bagi Rendi untuk mencarinya. ana juga tidak ingin menyulitkan Rendi, yang ana tau Rendi bukan orang yang berada sama seperti nya.


Akad berlangsung dengan khidmat, Datok yang menjabat tangan Rendi secara langsung. keringat sudah bercucuran, Zidan tertawa melihat Rendi yang sangat gugup apalagi ayah mertuanya langsung yang menikahkannya. hingga dua kali akad baru Rendi bisa sah, mungkin karena ia gugup hingga ia salah mengucap nama belakang ana.


Doa terdengar di lantunkan suara aamin terdengar dari sudut hingga sudut. Suasana sangat meriah, teman-teman Rendi menjadikan suasana menjadi sangat ramai. Acara pun selesai hingga sore hari.


Mr Jack menemui Rendi sebelum ia pulang, ia memberikan satu map berisikan seluruh harta peninggalan dari ayah Rendi.


" ini adalah yang ayahmu tinggalkan untuk mu, maaf paman mendidikmu serba pas-pasan semuanya. itu perintah dari ayah mu ia tak ingin kamu terlena dengan banyaknya harta milik ayahmu. perusahaan yang paman kelola di Indonesia adalah perusahaan milik ayahmu, dan hasilnya bertahun-tahun paman letakkan semuanya di buku rekening milikmu. semuanya milikmu paman hanya mengelolanya saja. kini kamu sudah berhak tau juga bisa menggunakan uangmu untuk keperluan mu membahagiakan istri mu rendi". Rendi tercengang membuka map itu, harta ayahnya ternyata banyak bahkan uang dslam rekening miliknya yang ia tak ketahui juga lebih dari cukup mencapai milyaran.


" paman ini milik Rendi semuanya ".


" iya, kamu bukan orang miskin Rendi. kamu pewaris tunggal harta ayahmu aku hanya mengelolanya untuk bekalmu. sekarang kamulah yang akan mengelolanya paman akan kembali ke LN". ..


" tidak paman jangan, jika paman sayang dengan Rendi tetaplah di sini. selama ini paman adalah orang tua Rendi, ayah ana ada di Malaysia apa paman juga tega meninggalkan Rendi. Rendi tak akan sanggup mengelola perusahaan ini paman, Rendi suka dengan pekerjaan Rendi sebagai abdi negara. Rendi mohon paman, pegang kembali perusahaan ayah tanpa paman Rendi tak bisa apa-apa".


" tapi...


" ku mohon paman jangan menolak, Rendi selama ini tak pernah menolak keinginan paman. Rendi menurut karena paman adalah orang tua Rendi, tapi untuk kali ini terimalah permintaan Rendi paman tetaplah di sini mengelola apa yang sudah ayah tinggalkan. rendi percaya sama paman, dan yang pasti akan habis banyak jika aku harus sering berkunjung ke rumah paman di LA". Zidan yang mendengar dan duduk dekta dengan nya menggetok kepala Rendi.


" kamu sekarang kaya Rendi, jet pribadi pun bisa kamu beli kenapa khawatir uangmu habis." Zidan tau bagaimana kehebatan perusahaan Rendi yang di kelola Mr Jack. Rendi nyengir mendengar ucapan Zidan, Rendi tetap menjadi orang biasa ia tak ingin terlena oleh hartanya.


" meskipun aku tak kaya tapi istriku mau menerima ku apa adanya, itu yang aku suka Zidan."


" iya tapi sekarang kamu tau jika kamu menjadi pewaris dari ayahmu, jangan pelit kasihan kakak ipar ku,"...


" ya tidaklah Zidan semuanya untuk nya, hanya saja aku lebih suka dengan pekerjaan ku. meskipun gajiku tak seberapa tapi aku menyukainya".

__ADS_1


" baiklah paman akan tetap di sini".


" alhamdulilah, terimakasih paman. jika anakq lahir ia masih punya kakek yang dekat dengannya, tak harus semuanya jauh". mr Jack mengangguk ia pamit pulang.


" bahagialah bersama istrimu, ini hadiah dari paman". Mr Jack memberinya kunci rumah". Rendi kaget rumah yang berada di komplek orang elit.


" ini terlalu berlebihan paman, kenapa di komplek orang elit."


" kamu sekarang bukan orang biasa Rendi, nikmatilah bersama istrimu. masa ana akan kamu ajak di rumah kontrakan kasihan kan". Rendi nyengir benar juga apa yang pamannya katakan.


" terima kasih banyak paman". Rendi memeluk Mr Jack sebentar, kemudian Mr Jack bergegas pulang.


" enaknya menjadi kaya mendadak". sindir Zidan.


" ini namanya rezeki anak Soleh Zidan". Zidan mencebik.


" mana kamarku". tanya Rendi memang sejak tadi ia belum masuk kamar sedangkan ana sekarang sudah menunggunya di kamar.


" ya Allah ini adik ipar tega bener, aku ini kakakmu sekarang satu derajat lebih tinggi". Rendi terkekeh.


" cari sendiri aja".


" rumahmu besar gini Zidan nanti kalau aku salah masuk kamar Kiran gimana". Zidan mendelik menunjukkan kepalan tangannya. Rendi terkekeh ia tau jika Zidan sangat mencintai Kiran.


" Abi kamar Rendi dimana." Abi melintas ia akan ke belakang.


" di atas sebelah kanan tangga*.


" terima kasih Abi". Rendi lalu naik ke atas. deg degan itu yang terjadi kini pada ritme jantung nya ini pertama kalinya ia dekat dengan ana. sekarang sudah sah menjadikan istrinya, ia terkekeh sendiri berjalan ke atas. Rendi mengetuk pintu ia akan tetap bersikap sopan meski ana Istrinya.

__ADS_1


" masuk..." Rendi lalu masuk ia melihat ana sedang berada di cermin berusaha melepas riasan yang ada di kepala nya.


" sini aku bantu hunny". ana mengangguk Rendi membantu melepaskan semua aksesoris.


" sekalian gaunnya tak". ana menunduk malu.


" kenapa kamu jadi pemalu gini, dulu waktu di pesta pernikahan Yara kamu pemberani membuat nyaliku menciut."


" aku memang begitu sama laki-laki yang bukan muhrim mmm..."


" panggil aku hubby, aku memanggil mu hunny biar mesra dikit." Rendi terkekeh ana tersenyum ia tak menoleh ke Rendi karena malu.


" kenapa kamu bersikap begitu sama laki-laki dulu, bikin kamu jadi perawan tua gini". ana menoleh ia memukul Rendi.


" aku belum setua itu hubby umurku baru 26 tahun, masih muda". ana mulai membalas candaan Rendi.


" berarti masih tokcer ya hunny, yuk bikin". ana melotot.


" me**m ..."


" kita sudah halal hunny tak apa salam pembukaan dulu". Rendi memeluk ana dari belakang ia menciumi kepala ana.


" mandi dulu hubby baunya asem gini"


" sebentar saja aku mau memelukmu lebih lama". ana memejamkan mata merasakan pelukan Rendi di pundaknya. Rendi tak henti-hentinya mencium kepala ana.


" baumu harum meski belum mandi aku suka, terima kasih sudah menerimaku apa adanya".


" sama-sama ana juga tak punya apa-apa hubby semua yang ana kelola itu milik papa".

__ADS_1


" iya, kita akan kelola sama-sama harta peninggalan ayah ku dengan baik itu semua juga milikmu. ". ana mengangguk ia merasa bahagia Rendi orang nya apa adanya, jujur justru itu yang ana suka darinya.


___


__ADS_2