
Rendi dan ana datang ke rumah sakit, ana mabok padahal berangkat nya sehat wal'afiat. Rendi cemas sejak tadi istrinya ana benar-benar terlihat sangat lemas. dokter tersenyum bukan masalah yang besar namun ana ternyata mendapat rezeki yang besar.
" selamat ya pak Bu kalian akan jadi seorang ayah dan ibu." Rendi dan ana saling pandang mereka sedikit kaget dengan kabar yang dokter berikan
" maksudnya apa dok". Rendi ingin kejelasan nya lagi dari dokter.
" di sini ada janin kalian, ibu ana hamil kehamilan nya sudah memasuki Minggu ke empat."
" Alhamdulillah" ucap Rendi ia langsung memeluk ana.
" ya Allah cepat banget dok".
" itu artinya istri anda subur pak Rendi, Bu ana jaga kesehatan ya kehamilan muda itu masih sangat rentan hingga trimester pertama. makan makanan bergizi dan banyak istirahat". ucap sang dokter.
" baiklah dokter, saya terima kasih banyak ". kata Rendi sangat bahagia.
Rendi memberikan resep untuk ana, supaya ana tak lemas juga sehat. ada anti mual juga dan dokter juga menyarankan agar ana meminum susu ibu hamil agar lebih sehat.
" sayang kita kabarkan mama ya pasti mama senang."
" iya mas nanti kalau sudah sampai rumah ya, ana ingin rebahan mas kepalanya pusing".
" okey sayang, kamu memang harus istirahat kelihatan banget pucatnya". mobil melaju hingga di kediaman Rendi.
__
Seperti biasa Zidan kembali bekerja di kantor esoknya, banyak yang harus ia selesaikan meski sudah di handel sama Hamdan dan Tomi tapi Zidan tak ingin lepas dari tanggung jawab ia akan memeriksa nya.
" kapan datang kamu Zidan, tak beri kabar mana oleh-oleh nya". Tomi datang melihat Zidan langsung menghampiri.
" oleh-oleh nya ada di rumah aku tak bisa belanja banyak Kiran teler di sana ngga sempat jalan-jalan hanya sekali ke mall waktu sore".
" kesehatan Kiran memang lebih penting, Alhamdulillah jika adikku sudah hamil. kamu masih tokcer ya." Tomi terkekeh.
" masih dong, bikin kesebelasan masih bisa."
" janganlah kebanyakan kasihan Kiran". Zidan terkekeh.
" se di kasihnya Allah saja sudah alhamdulilah".
" iya betul aku tak tega kalau liat istri ku hamil apalagi waktu dia melahirkan kasihan banget Zidan".
" ya makanya surga kita ada di bawah telapak kaki ibu, ibu bertaruh nyawa melahirkan kita". Tomi mengangguk.
" gimana Kiran sudah baikan."
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah siang ini ia mengajak menengok ayahnya sembari memberi kabar bahagia ini". kata Zidan ia mulai membuka berkasnya.
" iyalah pasti akan senang ayahnya mendengarnya ".
" aku berharap ayahnya bisa cepat keluar, jika nanti anakku sudah mengerti ia tak akan malu punya kakek yang ada di jeruji besi ".
" semoga saja, tapi kata Rendi riwayat mertua mu itu baik ren ia bisa dapet penangguhan penjara dan cepat keluar ".
" yah semoga saja kasihan juga Kiran kadang ia juga memikirkan ayahnya, dan yang di miliki ayahnya hanya kami "...
" bersyukur brother masih punya mertua lengkap". Zidan mengangguk.
" bagaimana dengan proyek kemarin tom".
" Alhamdulillah berjalan lancar, semua aman bisa terkendali dan untuk proyek dengan datok mertuaku sudah handel semua berjalan dengan sangat lancar".
" Alhamdulillah semoga lebaran nanti karyawan bisa dapet THR lebih banyak lagi."
" aamiin ". ucap Tomi.
Tomi kembali ke ruangannya ia kembali bekerja, lumayan banyak yang harus di selesaikan Tomi. karena dari awal Tomi yang menangani jadi zidan tak ikut campur tangan.
Siang itu Zidan izin mau mengantar Kiran ke lapas, sesuai dengan kemauan Kiran untuk mengunjungi ayahnya dan memberi kabar gembira ini.
" okey, hati-hati brother".
Dirumah Kiran sudah siap dengan bekal yang akan di bawanya, pakaian ganti, perlengkapan mandi dan jelas makanan ia bawa lumayan banyak. Zidan datang langsung memasukkan barang yang akan di bawanya.
" ayok sayang sudah siang nanti ke buru sore."
" umi Abi Kiran pamit dulu ya ."
" hati-hati ya nak jangan lelah-lelah ".
" iya umi". Kiran lalu Salim mereka berangkat.
" masih terasa mual dan pusing sayang".
" Alhamdulillah kak udah mendingan, sesekali saja mualnya". Zidan tersenyum.
" kakak tuh bahagia banget akhirnya apa yang kita inginkan Allah kabulkan,".
" iya kak Kiran juga senang, kebahagiaan kita bertambah. oh ya kak gimnaa sama kak ana ya sudah sehat belum".
" coba kamu telepon dek tanya keadaan kak ana". pinta Zidan, Kiran lalu mengambil handphone nya ia coba hubungi ana. Alhamdulillah langsung tersambung.
__ADS_1
" assalamu'alaikum kak, Kak ana sehat. gimana kemarin ke dokter tak apa-apa kan".
" masih pusing dan mual dek, Kaka lemas banget ini".
" kakak di rumah sama siapa, kak Rendi mana."
" mas Rendi dinas dek, kakak sendiri."
" ya Allah kak nanti Kiran jemput ya, jangan sendirian di rumah."
" Hoek..."
" kakak ngga apa-apa".
"Hoek..."
" kak ana kak muntah-muntah kak Rendi sedang dinas".
" hamil kali kak ana itu sayang." Kiran mengerutkan keningnya ia berfikir mungkin iya seperti dia kemarin.
" kak ana masih denger Kiran, kakak masih mual".
" iya dek mual banget ini."
" apa kak ana hamil".
" iya". Kiran langsung menoleh ke arah Zidan yang masih menyeetir.
" kakak tunggu ya biar di jemput umi sama Abi, kakak harusnya ngga di rumah sendiri kalau ada apa-apa bagaimana. pokoknya kakak tunggu aja jangan nolak Kiran khawatir kak, Kiran dan kak Zidan masih di perjalanan mau ke lapas biar kakak di jemput umi." Kiran langsung menutup teleponnya.
" kak telepon umi ya biar jemput kak ana, kasihan di rumah sendiri kak ana sednag teler kak Rendi masih tugas ada kasus yang kek Rendi harus selesaikan ".
" ya udah sayang cepat hubungi umi sama Abi biar kak ana di jemput nya, nanti kalau ada apa-apa bagaimana. gimana sih Rendi istrinya teler ia malah kerja "
" jangan gitu kak, kak Rendi itu sedang tugas negara ngga bisa semena-mena untuk libur kak lagian kemarin kak Rendi sudah ambil cuti ke rumah mama."
" iya sayang greget aja gimana tidak, liat kamu teler aja kakak ngga tega. ya udah cepet telpon umi dek.
Kiran lalu mencari nomor umi nya agar menjemput ana. ana sudah lemas ia muntah terus bahkan tak ada orang sama sekali di rumah, meski istri dari paman Jack dokter tapi Almira lebih nyaman dengan keluarga Zidan. Bersyukur umi dan Abi langsung ke rumah ana untuk di jemput, benar ana terlihat sangat pucat dan lemas. Di rumah itu tak ada siapapun mereka hanya membayar orang untuk bersih-bersih di rumah. urusan lainnya ana dan Rendi berkerja sama mengerjakan.
__
.
bersambung
__ADS_1