Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 76 #hancurnya hati Erga


__ADS_3

Erga pulang cukup larut benar hari ini ia sangat sibuk, ada Kiran dan Zidan sedang duduk di depan televisi. Zidan bener-bener menikmati harinya bersama sang istri alih-alih bisa istirahat sejenak. Zidan sedang mengusap perut Kiran yang masih rata itu, setidaknya dengan usapan tangan suami berkurang rasa mualnya. mitos atau fakta nih...


" larut ga pulang nya". tanya Zidan.


" iya kak baru selesai lumayan menguras tenaga ku hari ini, "


" tak ketemu Aisyah dong."


" tidak kak, masa tiap hari nanti bosen sama modus ku kak."


" gimana Aisyah sudah mau belum".


" belum kak, lemes aku ia tetap takut menerima Erga."


" jangan khawatir kalau jodoh pasti bertemu seperti kakak dan kakakmu Kiran ini sudah hampir janur kuning itu melengkung tapi ngga jadi dia tetap jodoh kakak". Zidan menatap istrinya dengan senyuman termanis nya


" nasib kakak bagus ya coba Erga gitu kak".


" jangan menyerah hidup itu butuh perjuangan, mungkin kita akan di banting dulu untuk mendapatkan hal yang kita impikan."


" masih permulaan berati hidup Erga ini ya kak."


" masih sangat panjang, ketika kita sudah menikah pun tak berhenti hanya di situ saja tapi masih banyak episode yang akan kita lalui nanti. tinggal bagaimana kita kan membawa arahnya." Erga mengangguk.


Datok dan mama turun dari tangga ikut bergabung dengan mereka duduk. di ikuti Rendi dan ana kemudian iza belakangan.


" baru pulang ga, semangat amat".


" iya kak, klien minta ketemu hari ini semua". Erga menghela nafas terasa sekali lelahnya, mama berjalan ke dapur membawakan minuman untuk Erga.


" terima kasih ma." mama tersenyum dan mengusap kepala Erga.


" kamu kemarin asyik ngikutin Aisyah sih jadi tertunda kan kerjaannya". ..


" yah harus gimana kak namanya juga usaha itu juga masa depan Erga loh kak". ..


" sudah kalau Aisyah tak mau jangan di paksa kan tak baik jika memaksa. mama ingin bicara sama kamu sesuai apa yang mama katakan tadi pagi."


" iya ma soal apa".


" besok kamu akan bertunangan mama sudah pilihkan wanita terbaik untukmu ". ucap mama yang membuat Erga langsung kaget matanya melotot.

__ADS_1


" apa maksud mama". ..


" iya Erga mama sudah pilihkan wanita yang terbaik untuk mu." ucap Datok.


" tapi pa Erga mau wanita seperti Aisyah ma, Erga mau Aishah ma kenapa mama dan papa tega". wajah Erga yang sendu, iza mendekati kakaknya mengusap punggung kakaknya.


" sabar ya kak, orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk kita."


" mama ngga mau kamu panas-panasan naik mikrolet ngejar Aisyah, sakit hati mama Erga melihat kamu begitu sedangkan kamu punya segalanya ". ..


" tapi ma Erga cintanya sama Aisyah ".


" sekarang kamu pilih mama atau Aisyah ". Erga terdiam ia bingung memegang kepalanya, sebenarnya mama takbtega tapi ini kejutan untuk nya.


" apa maksud mama kenapa mama berikan pilihan yang sulit untuk Erga, Erga mau pilih dua-duanya ma". iza menahan tawa.


" itu namanya bukan pilihan Erga tapi kamu rakus". ucap mama yang lainnya menahan tawa Erga sudah dengan muka yang sangat sedih.


" mama hanya ingin berikan yang terbaik untuk anak-anak mama ga, mama tak mau melihat mu seperti itu panas-panasan bukan mama tak mau punya menantu seperti Aisyah mama sangat menyukai Aisyah ia cantik manis."


" kok mama tau ". haduh mama keceplosan.


" aw sakit sayang, aku tak pernah bilang begitu sama mama sumpah." Zidan berkata pelan.


" Kebahagiaan Erga cuma Aisyah ma".


" jadi kamu egois hanya mau dengan kebahagiaan mu saja, bukan mama papa dan keluarga ini. jika kamu menginginkan keluarga ini juga ikut bahagia denganmu kamu harus menurut sama mama besok kamu akan bertunangan dengan wanita pilihan mama dan papa". wajah Erga sendu dadanya terasa sesak ia ingin menangis namun tertahan.


Hening...


semua diam dan tegang menunggu jawaban dari Erga.


" Mama mu hanya ingin memberikan yang terbaik untuk mu nak, kamu ingat kan bagaimana mama selama ini memperlakukan kamu bagai anak kandungnya".


" pa jangan katakan itu pa, mama tetap mama ku tak ada yang bisa merubah hal itu". Erga memang sangat menyayangi mama nya lebih dari apapun.


" mama mu berkorban untuk mu selama ini nak, mengurungkan kebahagiaan nya demi kalian. kini mama mu hanya ingin kamu menuruti kata mama ga". ucap Datok meyakinkan.


" ya sudah pa demi mama Erga mau besok bertunangan dengan wanita pilihan mama meski hati Erga hancur, karena mama dan keluarga ini bagian hidup dari Erga."


" Alhamdulillah, terimakasih ya nak kamu anak berbakti sama mama".

__ADS_1


" iya ma, Erga ke atas dulu ya mau bersih-bersih". Erga naik ke atas ia menitikkan air mata yang tertahan sejak tadi.


" yesss". ucap iza.


" kok kamu seneng sih liat kakak mu sedih za". ucap ana.


" berhasil kak, besok kita buat kejutan kak Erga benar-benar tak curiga "


" memang itu kan rencana kita". semua tertawa tapi lirih agar Erga tak mendengar.


Erga memiliki hati yang hancur, tak henti-hentinya ia menangis namun bagaimana pun ia lebih menyayangi mama nya. selama ini kekuatan nya dalam hidup adalah mama nya tak ada yang bisa ia lakukan selain menurut mamanya. Erga lalu mandi, lalu dipandangnya foto yang ada di layar handphone nya. wajah Aisyah yang sedang tersenyum manis bahagia.


" aku tak akan pernah melihat senyummu lagi Aisyah, maafkan aku perjuangan ku tak bisa berakhir karena mama sudah memilih kan wanita untuk ku". gumam Erga di dalam kamarnya.


sebenarnya malam ini Erga mau ke rumah Aisyah untuk menjenguk ibu nya Aisyah karena siang tadi ia tak ikut menjemput, tapi ia urungkan Erga tak mau berharap lebih lagi. Erga ngga tau jika keluarga Aisyah pun sudah pindah tidak di kontrakan lagi.


Zidan masuk ia berakting seolah menenangkan Erga memberinya semangat. Erga masih berada di atas ranjang nya melamun menatap foto Aisyah.


" Erga boleh kakak masuk". ucap Zidan mengetuk pintu.


" masuk aja kak." Zidan lalu masuk di lihatnya Erga yang masih berbaring di ranjang ia tak bangun.


" lagi apa, kamu marah sama mama dan kita." tanya Zidan.


" ngga kak, Erga ngga marah". namun air mata itu menetes dengan sendirinya tanpa di sadari.


" cowok kok Cemen kamu menangis."


" ngga kak cuma kelilipan aja". Erga mengusap mata nya.


" terkadang keinginan kita tak sesuai, apa yang kita rencanakan pun tak sesuai harapan tapi kamu harus yakin Erga ada kebahagiaan yang menantimu". ucap Zidan ia tak tega melihat Erga


" iya kak Erga ngerti semoga ini yang terbaik, jalan yang Allah pilihkan untuk Erga.". terdengar Kiran memanggil akhirnya Zidan pamit.


" maaf ya kakak mu kiran memanggil ".


" iya ngga apa kak, Erga juga tidak apa-apa. Erga laki-laki harus kuat Erga pelindung keluarga ini." Zidan tersenyum lalu menepuk bahunya Erga ia keluar.


Erga menangis'ia tak bisa menahannya di kuncinya pintu itu tak ingin ada yang mengganggu lagi. ia malu jika menangis di hadapan keluarga nya tak ingin juga ia menangis di hadapan mama nya.


___

__ADS_1


__ADS_2