
Benar, pernikahan yang berdasarkan cinta akan terasa indah di jalankan nya, beda dengan pernikahan yang tidak di dasari dengan cinta akan terasa tabu.
___
Semua tamu sahabat dan sanak saudara sudah pulang, Zidan yang tertinggal di panti. Kiran sudah membersihkan diri nya di kamar mandi, Zidan masih menunggu di ranjang ia juga akan mandi rasanya gerah sekali. seharian acara berlanjut, Zidan menyusuri kamar Kiran tak percaya jika kini ia yang menempati kamar kiran.
" kak mandi dulu ". ucap Kiran memberikan handuk untuk Zidan, masih malu keluar kamar pun Kiran masih menggunakan jilbab nya namun ia memakai piyama panjang,
" maunya di mandiin sama istri". Kiran tersipu malu ia berlalu meninggalkan Zidan.
" eh malah di tinggal,dek".
" kakak mandi dulu Kiran mau ambil minum". Zidan lalu pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Kiran datang membawa air minum untuk suaminya, Kiran menyiapkan pakaian suaminya. Sejak tadi hati Kiran sangat bahagia jantungnya berdebar ia banyak-banyak bersyukur rencana Allah memanglah yang terbaik. Kiran duduk di ranjang merapikan ranjangnya mengganti sprei nya, rencana kamar ini tak akan di pakainya untuk malam pertama karena Tedy sudah memesan hotel untuk mereka. Zidan keluar dengan rambut yang basah bahkan ia hanya memakai handuk terlihat sekali perutnya yang sangat seksi. Kiran takut untuk mendongak, Zidan lalu berganti memakai pakaian yang sudah di siapkan Kiran.
Kiran masih duduk di pinggir ranjang menunggu sang suami untuk istirahat. Zidan menyusul duduk di samping Kiran di pegang nya jemari tangan Kiran yang terasa dingin beebrpa kali Zidan menciumnya.
" tadi kamu langsung memeluk kakak ketika masih banyak orang sekarang kita cuma berdua tak ada yang melihatnya kenapa menunduk malu dek." Kiran diam saja ia sungguh malu kemudian Zidan memegang dagu nya agar Kiran berhadapan dengan Zidan.
" tatap mata kakak" Kiran lalu mendongak ia menatap mata Zidan.
" katakan pada kakak kalau kamu mencintai kakak, kakak mau dengar dari mulut istri kakak sendiri". Zidan menahan Kiran agar terus menatapnya...
" Kiran mencintai kakak dengan tulus dari hati Kiran yang terdalam". Zidan tersenyum kemudian ia mendekatkan wajahnya, dengan tanpa di minta Kiran memejamkan mata.
satu kecupan tulus mendarat di kening Kiran lalu turun ke mata, hidung dan berakhir di bibir indah milik Kiran. Zidan sudah tak bisa menahannya lagi untuk tak ******* bibir Kiran yang manis. Ciumannya semakin intens semakin dalam Zidan menyesap ia lalu menggigit bibir Kiran agar Kiran membuka mulutnya, kini Kiran mulai membalas ciuman suaminya yang semakin dalam. perlahan Zidan mendorong Kiran agar terlentang di ranjang aksinya untuk malam pertama pasangan suami istri itu. fix Zidan sudah tak bisa menahannya.
"krekk..." Zidan mendelik ia merasa ada sesuatu yang tak beres, Kiran terkekeh.
__ADS_1
" apa ini dek".
" maaf kak, ranjang ini sudah tua tak kuat lagi jika kakak banyak bergerak". Zidan menepok jidat nya sendiri.
" jadi di tunda ini". Kiran mengangguk dan terkekeh.
" ya Allah umi Abi, Zidan gagal mau bikin cucu". Kiran semakin terkekeh.
" maaf kak Kiran lupa".
" lalu jika sama Tedy bear itu".
" Tedy kan sudah membooking kamar hotel kak jadi tak memakai ranjang ini".
" kenapa tak bilang dari tadi sih dek, kasihan sekali kakak sudah di ujung".
" tak apa besok bisa di rumah kakak, ranjang kakak kuat dan kokoh seperti pemiliknya". Kiran memukul lengan Zidan ia begitu malu.
" kakak, Kiran malu"
" tak perlu malu sekarang aku dan kamu menjadi kita, jangan pernah menyembunyikan sesuatu di antara kita. kakak mencintai mu sungguh." Zidan memeluk kembali Kiran.
" terima kasih banyak kak sudah mau mengucapkan ijab kabul untuk kiran".
" karena kamu impian ku, aku benar-benar menunggu mu sampai tua. yang lain sudah nikah kakak jadi bujang tua". ucap Zidan yang membuat Kiran terkekeh kembali.
" tak apa meski tua Kiran tetap cinta". Zidan menarik hidung Kiran ia lalu pelan-pelan memposisikan dirinya di ranjang di peluknya kiran.
" sudah ayok tidur sudah malam pasti kamu lelah kan, kita lanjutkan besok saja". Kiran mengangguk ia lalu memposisikan diri nya di pelukan sang suami, mencari tempat ternyaman.
__ADS_1
Benar, pernikahan yang berdasarkan cinta akan terasa indah di jalankan nya, beda dengan pernikahan yang tidak di dasari dengan cinta akan terasa tabu. Kini doa-doa yang mereka lantunkan di ijabah oleh sang pencipta.
___
Pagi Kiran bangun ia sudah membuatkan minuman kopi susu untuk suaminya, minuman kesukaan Zidan saat di kantor. Zidan belum bangun ia terlihat begitu lelah, setelah shalat subuh Zidan tidur lagi. Lelah dengan perasaan nya jiwa dan raga namun sekarang terbayar sudah dirinya bisa tidur di dalam kamar yang sama dan ranjang yang sama. Aroma kopi menyeruak ke hidung Zidan ia terbangun mengerjap kan matanya, di lihatnya Kiran sang istri yang sudah rapi sangat cantik dengan balutan gamisnya. Zidan menarik Kiran dalam pelukannya, aroma minyak wangi harum zidan sangat betah menghirup nya.
" harum sayang kakak suka".
" iya kakak cuci muka dulu dan mandi sekalian, kopi nya masih panas."
" kakak masih ingin memelukmu lagi dek".
" jangan banyak gerak kak nanti ranjangnya patah". Zidan meringis ia lupa jika ranjang Kiran sudah lapuk.
" besok ganti ya jangan pakai ranjang ini, kalau kita menginap di sini tak perlu takut ranjangnya patah".
" iya kak kita beli pakai uang mas kawin hasil patungan". kembali Zidan meringis ia malu menikah sama sekali tak mengeluarkan modal. Semua sudah di bayar oleh Tedy dan mas kawin dari hasil patungan. utuh uang Zidan saat ini, pengantin miris padahal juragan kontrakan juga seorang CEO.
" kakak akan kasih ke kamu semuanya dek, kakak akan ganti uangnya dari dompet kakak".
" jangan kak, Kiran suka. ini yang akan menjadi sejarah bersatu nya cinta kita. kakak Zidan dan Kiran, ngga perlu kakak ganti". Zidan mengembuskan nafas kasar ia garuk-garuk kepala merasa malu.
" Ya sudah simpan baik-baik, untuk biaya hidup sehari-hari kakak akan kasih dari hasil usaha kakak sendiri". Kiran mengangguk dan mengambil handuk untuk Zidan agar lekas mandi. hari ini mereka akan pulang ke rumah Zidan karena akan di adakan resepsi satu Minggu lagi.
Kiran menatap cincin dan uang hasil patungan itu dengan senyuman penuh arti ia terkekeh lucu baginya. Kini dirinya adalah nyonya Zidan Rafasha, terbayar sudah pengorbanannya. berniat berkorban untuk panti dan anak-anak tapi Allah bayar panti bisa di miliki mutlak dan ia kembali kepada cintanya.
_____
mohon DM jika tulisan terlalu vulgar.
__ADS_1