
Kita tidak bisa meminta memilih di mana kita akan di lahir kan, dari rahim siapa kita akan di lahirkan. Apapun dan siapapun orang tuamu ia tetaplah orang tua mu nak. ngga ada yang bisa mengubah semua kenyataan itu, takdir yang sudah Allah tetapkan.
___
" ma tenang ma tenang sabar ma". Datuk berusaha menenangkan Reyana.
" beritahu kepada kami ibu panti, tolong". karena hati ibu panti masih saja menangis tak di sangka ibunya masih hidup dan mencarinya.
" Kalian sudah bertemu dengan nya". Datuk dan Reyana saling pandang.
" maksud ibu dimana da siapa Bu..." desak Reyana .
" yang memiliki kalung ini saat masih bayi adalah Kiran".
" Kiran..." ibu panti mengangguk
" iya Kiran sekarang juga menjadi istri nya Zidan, kalian telah menghadiri pesta resepsi anak kalian sendiri".
" maksud ibu Kiran istrinya Zidan Rafasha". ibu panti mengangguk.
" iya dia orangnya". Reyana tersenyum tapi ia tak sanggup untuk tidak menitikkan air mata baginya seperti tak percaya.
Hikmah dari sebuah silaturahmi kini Reyana menemukan anaknya. Reyana sudah tak sabar ia ingin segera bertemu dengan Kiran anaknya. Datuk langsung menelepon Zidan menanyakan keberadaan mereka, ternyata mereka sudah pulang ke rumah Zidan. Datuk serta membawa ibu panti ke hadapan Kiran agar ia tak menganggap nya berbohong.
Datuk memegang tangan Reyana terus ia tak ingin Reyana kaget, Reyana punya gejala penyakit jantung. Belum lama terdeteksi saat ia jatuh pingsan di rumahnya mendengar jika anaknya Erga kecelakaan.
Sesampainya di rumah Zidan mereka langsung turun, ibu panti lebih dulu mengetuk pintu. Umi yang membukakan pintu karena Kiran dan Zidan baru saja masuk ke dalam. umi mempersilahkan mereka untuk masuk, sebenarnya umi cukup heran dengan melihat reyana matanya yang sembab.
__ADS_1
" bisa saya bertemu dengan Kiran ada hal penting yang harus saya sampai kan". pinta ibu panti kepada umi.
" ma tenang ya ma, ingat penyakit mama. mama harus tenang". Datuk mengkhawatirkan istrinya.
" mereka baru saja pulang dari hotel, tunggu sebentar ya Bu". umi kemudian naik ke atas ia memanggil Kiran dan Zidan.
" nak ibu panti mau bertemu dengan mu". Zidan dan Kiran saling pandang, adalah sesuatu yang penting.
" iya umi sebentar kami akan turun". umi lalu turun lebih dahulu ia ke belakang membuatkan minum untuk tamu dan Abi menemui tamunya.
Kiran dan Zidan turun bersamaan, mereka langsung duduk di hadapan semuanya. Reyana di tahan oleh Datuk agar ia bisa mengolah emosinya agar stabil. Datuk takut jika Reyana akan kambuh. Zidan dan Kiran pun terkejut melihat rekan bisnisnya Datuk ada di rumah nya, juga ia melihat reyana yang sembab mereka bingung.
" nak ibu mau sampaikan hal penting padamu". Kiran memandang Zidan lalu Zidan mengangguk, entah pikiran Kiran kali ini gelisah dengan apa yang akan di ucapkan nya oleh ibu panti.
" kamu tau setiap anak di panti itu menginginkan punya orang tua yang menyayangi nya, bahkan ibu ingat saat kamu setiap hari melihat ke arah gerbang berharap ada yang menjemput mu". Reyana makin terisak dengan ucapan ibu panti membayangkan Kiran.
" Ibu panti tetap ibumu sampai kapanpun nak, ibu membawa ibu kandungmu Kiran dia yang melahirkan mu bertaruh nyawa". deg... hati Kiran merasa sakit.
" nak...hiks...hiks..." Kiran menoleh ke arah Reyana, Datuk masih menahan Reyana. Datuk tahu belum tentu Kiran akan langsung menerima Reyana karena lamanya ia meninggalkan Kiran. Kiran berusaha untuk berdiri namun Zidan menahannya.
" ibuku adalah ibu panti dari dulu hingga kapanpun, siapa anda datang-datang mengaku sebagai ibu Kiran. air mata Kiran mulai menitik di pipinya, pengucapan dan hatinya berbeda".
" sayang dengarkan dulu penjelasannya".
" tidak kak tidak ibu Kiran adalah ibu panti". ucap Kiran ia sangat kecewa.
" maafkan mama nak, maafkan mama. mama harus meninggalkan mu, mama punya alasna yang kuat".
__ADS_1
" apapun alasan Anda, Kiran setiap hari melihat ke arah gerbang berharap ada orang tua yang menjemput Kiran tapi apa tidak pernah ada satupun bahkan yang menjenguk Kiran.". Kiran terisak Zidan mengusap punggung nya menenangkan nya.
" nak mama minta maaf, hiks..."
" waktu itu mama harus meninggalkan mu karena papa kandung mu ingin menjualmu nak, mama terpaksa meletakkan dirimu di panti karana menurut mama hanya itulah tempat yang aman. mama mohon maafkan mama".
" tidak Kiran tak punya ibu seperti anda ".
" asal kamu tau nak ibumu juga mencarimu hingga bertahun-tahun, tapi kami tak menemukan mu. ibumu tak pernah melupakanmu sekalipun meski sudah menikah dengan papa". ucap Datuk.
" kamu bukan ibuku".
Kiran memberontak agar terlepas tangannya dari Zidan ia lalu berlari naik ke atas. Reyana pun melakukan hal yang sama ia menyusul Kiran ke atas. karena Datuk khawatir dengan Reyana Datuk pun mengikuti langkah Reyana dan disusul oleh Zidan.
Kiran mengunci pintunya ia bersender di daun pintu, hal yang sama Reyana juga bersender di pintu berharap anaknya mau membukakan pintunya dan ia bh iaa memeluk anaknya Kiran. Kiran dan Reyana masih saja terus menangis.
" mama ibu kandungmu nak, mama yang telah melahirkan mu sayang". suara Reyana sedikit parau, namun di dalam kiran masih saja terus menangis ia tak bisa mendengar ucapan mama nya. hati dan pikiraln nya berbeda,ia ingin memeluk mama nya namun ia marah. marah kenapa baru sekarang mamanya mencari nya. Semua menyusul ke atas, Datuk menenangkan mama yang terus merajuk meminta Kiran membuka pintu nya. Zidan menghampiri ia mencoba mengetuk pintu kamar kiran. Kiran terisak ia menangis sejadinya, kenyataan yang ada belum bisa ia terima.
" sayang buka pintunya sayang, kita bicara baik-baik ya. " Zidan terus merayu Kiran agar mau membuka pintu nya.
Bagi Kiran rasanya sangat sakit ia menemukan orang tua nya yang seorang Milioner, sedangkan dirinya hanya dititipkan di panti. Kiran menangis mengingat itu semua.
" mama menyayangimu sayang, bukan maksud seperti ini. mama tak pernah melupakanmu sayang" Reyana terus menangis.
" ma tenang ma, Kiran masih tersulut emosi. papa yakin nanti Kiran akan membuka pintu nya. tak ada yang bisa menggantikan hubungan darah kalian, ikatan batin kalian. papa yakin Kiran anak yang baik, Kiran pasti akan menerima mama" Datuk terus menenangkan mamanya, namun Reyana merasakan sakit di dadanya dan ia tiba-tiba pingsan.
" ma mama...
__ADS_1
___