Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 44 #makan siang


__ADS_3

" bapak doakan semoga pernikahan sakinah mawadah warahmah cepet dapet keturunan.


___


Zidan masuk ke ruangan nya kembali ia mulai mengerjakan pekerjaan yang tertunda karena pernikahan nya kemarin. Zidan tak ada niat untuk berlibur jadi ia hanya meninggalkan saja langsung pekerjaan nya dan tak ada yang bisa menggantikan kecuali dia sendiri dan Hamdan. Hamdan sudah lepas dengan perusahaan nya ia percaya kan kepada Zidan karena ia tau kualitas zidan dalam memimpin perusahaan. Hamdan beralih mengurus bisnisnya di luar kafe dan hotel untuk ia fokus. Hamdan masih bekerja sama dengan Mr. Jack untuk urusan properti. Kini bisnis nya makin maju bisnis properti nya makin sukses. itulah Hamdan ia tak hanya bekerja untuk dirinya sendiri tapi sebagian hasil ia berikan untuk beberapa panti dan ia sumbangkan ke beberapa tempat yang membutuhkan. itulah sistem sedekah kita bersedekah satu Allah mengganti nya dengan berkali-kali lipat.


Zidan membawa foto Kiran, dulu ia letakkan di dalam laci pribadinya kini Zidan pampang di meja kerjanya. Foto Kiran yang ia ambil saat di pantai, foto original saat Kiran tersenyum lepas di pantai itu. Janji Zidan saat ia hanya berada di kantor ia akan menghubungi Kiran agar membawakan makan siang di kantor ini pertama kalinya bagi nya.


" assalamu'alaikum kak" sapa Kiran dari seberang telepon.


" wa'alaikumsalam sayang sedang apa sayang". tanya Zidan.


" habis bikin puding sama umi, kakak masih di kantor".


" iya setelah shalat Zuhur ke kantor ya bawakan kakak makan siang, kakak tak bisa keluar banyak kerjaan yang harus kakak selesai kan hari ini".


" iya kak nanti Kiran ke kantor, mau di bawakan apalagi selain makan siang kak".


" ngga ada kakak cuma mau kamu".


" kakak... kan udah ".


" udah apanya dek".


" udah bisa bersama setiap hari " ucap Kiran.


" kamu pinter tapi belum puas yang semalam, masih mau lagi". zidan merajuk.


" issshhh... kakak jangan bilang begitu Kiran malu".


" tak apa bilangnya juga sama istri kan, ya udah kakak masih banyak kerjaan nanti biar di jemput sopir". Kiran lalu menutup teleponnya. meski Zidan sudah menjadi suaminya Kiran masih deg-degan terus apalagi saat Zidan menggoda nya.


" tau ah bikin Kiran jantungan terus". Kiran kemudian mulai menyiapkan makanan nya , sebentar lagi adzan Zuhur. setelah shalat ia akan bersiap ke kantor.


Sopir sudah datang, sopir kantor yang biasa antar jemput Kiran dulu. Kiran pamit sama umi ia akan pergi ke kantor menemui suaminya.

__ADS_1


" mba Kiran ngga ke kampus, ini kan rumah pak Zidan. ambil makan siang di rumahnya ya mba, pak Zidan dari dulu memang jarang makan di luar. Pak Zidan itu orang nya supel rajin, disiplin sekarang sudah sukses. jadi inget dulu sejak pertama kerja di kantor bapak bawa motor bebek yang udah jelek itu, tapi pak Zidan ngga malu mba padahal yang lain bawanya mobil mewah kalaupun bawa motor ngga ada yang pakai motor kayak pak Zidan. luar biasa saya kagum sama beliau tapi sayang sampe sekarang belum laku". Kiran terkekeh, memang di kantor banyak sekali karyawan yang belum tahu pernikahannya.


" beruntung sekali ya pak istrinya dapet pak Zidan itu".


" pasti mba, pak Zidan itu penyayang dulu dengan adiknya non kia lengket banget sampe pak Hamdan mengira itu istri nya. Sayang tampan tapi belum ada yang mau, atau pak Zidan yang ngga mau ya". pak sopir terkekeh.


" Alhamdulillah pak bersyukur sekali bisa menjadi istri kak Zidan, benar yang bapak bilang kak Zidan sangat penyayang".


" eh tunggu maksudnya dek Kiran apa nih, kok dek Kiran yang bersyukur. jangan katakan jika kalian memang sudah menikah, tapi iya ya biasanya bapak di minta jemput dek Kiran di kampus atau di panti". Kiran tertawa melihat pak sopir penasaran.


" kok malah tertawa dek, apa bener dek. Untung bilangnya bapak baik-baik tadi"


" emang ada yang ngga baik dari diri kak Zidan pak".


" ada ia menyukai wanita tapi tak mau katakan siapa sejak lama, kalau suntuk pak Zidan memandang fotonya. tapi bapak ngga di kasih tau siapa wanita pujaannya.".


" iya pak saya dan kak Zidan menikah tiga hari yang lalu"


" serius dek, eh non..."


" yah harusnya gitu panggil istri bos nyonya atau nona".


" saya masih Kiran yang dulu pak, seorang anak panti ngga berubah meski sekarang jadi istri nya kak Zidan".


" eh ini serius dek kamu nikah sama pak Zidan, ".


" Alhamdulillah iya pak". Kiran tersenyum.


" Alhamdulillah MasyaAlloh akhirnya pak Zidan laku juga". Kiran makin tertawa pak sopir terlihat lucu.


" bapak jadi penasaran bagaimana cerita nya kok bisa sih".


" ngga ada yang spesial pak, kami saling mencintai". ..


" jadi selama ini kalian memendam rasa". Kiran tertawa.

__ADS_1


" bapak doakan semoga pernikahan sakinah mawadah warahmah cepet dapet keturunan".


" aamin pak terima kasih doanya, datang ya pak hari Minggu insyaAlloh kita akan adakan resepsi". ucap Kiran.


" insyaAlloh dek bapak akan datang".


Mobil melaju dengan kecepatan sedang di jam makan siang memang jalanan sangat ramai. pak sopir menjalankan mobilnya dengan sangat hati-hati, apalagi bawa pengantin baru.


Saat sampai di kantor tak ada karyawan di ruangan mereka sedang makan siang di kantin ada juga yang di masjid kantor sednag sholat. Kiran mengetuk pintu ia langsung masuk saja tak seperti biasa. Zidan tersenyum mendapati Kiran sudah datang, Kiran meletakkan kotak nasinya di meja ia mulai membukanya.


" makan dulu kak kerjanya di lanjut nanti". ucap Kiran sembari menyiapkan nasinya.


" iya kakak mau makan istri kakak dulu". Zidan langsung memeluk Kiran dari belakang.


" kak ini di kantor nanti kak Tomi masuk".


" tak akan ". Zidan lalu meremot pintunya agar terkunci otomatis.


Kiran hanya pasrah saat Zidan mulai me***** bibirnya yang kini menjadi candu suaminya itu. Saat masih asyik ada orang yang berusaha membuka pintu untung saja masih terkunci Zidan tak lupa mengunci saat ia masih bersama Kiran. Tomi menggedor-gedor pintunya, Zidan dan Kiran berhenti.


" ganggu aja sih tu bocah". Zidan kesal, Kiran terkekeh melihat suaminya kecewa. Zidan lalu memencet remote membuka pintunya.


" kenapa di kunci pintunya sih". Tomi kesal ia masuk membawa kotak makanannya.


" privasi Tomi gini nih kamu kan kebiasaan masuk ruangan ku tanpa permisi".


" oh ada nyonya rupanya pantas saja di kunci. aku mau ikut makan di sini ngga enak sendirian sepi". Tomi langsung duduk saja.


" geser kamu ganggu aku aja".


" awas kamu apa-apain adikku".


" yeh sekarang yang lebih berhak aku Tomi daripada kamu, dia Istriku".


" sudah-sudah kakak jangan berantem kita makan bersama ya tak baik di dengar yang lain". Kiran lalu menyiapkan makananya untuk mereka. Zidan dan Tomi masih terus beradu mulut membuat Kiran jadi geleng-geleng kepala.

__ADS_1


______


__ADS_2