Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 45 #kejutan


__ADS_3

" insyaallah tak akan aku berjanji akan buat Kiran selalu bahagia, aku menyayangi dan mencintai nya bukan kaleng-kaleng tapi sungguhan langit dan bumi menjadi saksinya."


___


Di luar para karyawan masih menyiapkan sesuatu untuk menyambut pasangan itu. Rencana mereka kali ini di bantu oleh semua staf, hanya kejutan kecil-kecilan. Para lelaki sibuk meniup balon perempuan menghias pintu, mereka semua bekerja sama agar cepat selesai karena waktu tak banyak jam istirahat hanya sebentar saja satu jam cukup untuk mereka melakukan shalat makan siang dan menghiasi itu mereka lakukan secara bergantian.


Sedangkan di dalam sedang makan siang, kini Yara sudah tak lagi banyak membawakan bekal Tomi memberitahu jika Kiran sudah tak bekerja dan Zidan sudah di bawakan bekal oleh Kiran.


" Kamu itu paling seneng ganggu sih tom, udah cepetan keluar sana".


" sebentar kenapa sih aku tak enak dan nafsu jika hanya sendirian, kamu sendiri kan yang bilang malem aja tak ada telinga dan mata yang terjaga". Kiran melotot ke arah Zidan, Zidan ingin tenggelam rasanya.


" masakanmu enak juga dek".


" jangan ih ini punyaku spesial, Istriku yang masak untuk ku"


" sedikit aja pelit amat sih ya Allah, uangmu kan banyak utuh lagi. mas kawin patungan akad numpang ". Kiran terkekeh.


" asemmm..." Zidan akan melayang kan tinjunya ke Tomi namun Tomi berlari keluar pintu.


" kejutan..." para karyawan menumpahkan satu ember kertas dan tiupan balon air mereka semburkan.


" kalian ini apa-apa in sih". Tomi marah-marah bjunya sudah penuh dengan sampah potongan kertas kecil-kecil.


Mereka salah, mengira yang keluar Zidan malah Tomi. di dalam Zidan dan Kiran terkekeh melihat Tomi marah-marah.


" akan ku potong gaji kalian".

__ADS_1


" jangan pak jangan maaf kami salah..." Viona menangkupkan tangannya.


" Biarain dia motong gaji kalian, nanti saya penuhi gaji kalian" terompet di bunyikan. balon mereka letuskan Tomi marah-marah karena kaget, Kiran dan Zidan kemudian keluar mereka tau jika karyawan sedang memberi selamat kepada mereka berdua. Zidan berjalan meletakkan tangannya di pinggang Kiran. Membuat para karyawan iri melihat sang pengantin baru.


" Kiran selamat ya aku ngga nyangka kamu bisa memenangkan hati pak Zidan". Viona lalu memeluk Kiran, semua karyawati memeberi selamat memeluk Kiran.


" ya Allah kalian memang cocok, cantik dan tampan". hilwa mengagumi pasangan itu.


Satu persatu karyawan memberi selamat, sekalian Zidan mengundang mereka untuk bacara resepsi Minggu besok.


" Minggu besok insyaAlloh kita akan adakan resepsi kalian harus datang". ucap Zidan kemudian.


" Saya akan kasih bonus untuk kalian gaji bulan depan" semua menoleh melihat bos besar Hamdan datang bersama Zakia.


" Alhamdulillah ye...semoga bos Hamdan dan ibu Zakia bahagia selalu. sering kami kasih bonus".


" asemmm... adik ipar tak ada akhlak". umpat Zidan . Tomi masih kesal ia masih mengibaskan bajunya yang penuh sampah. tak peduli lagi dengan ucapan Hamdan tentang bonus untuk karyawan.


" Kakak ngga boleh gitu". Kiran mengusap lengan Zidan. Zakia dan Hamdan tertawa, Kiran masih sangat menghormati Hamdan yang ia anggap sebagai kakak nya. jika ada yang mengatai Hamdan Kiran ngga akan terima.


Hamdan dan kia masuk ke ruangan Zidan di ikuti oleh Tomi, karyawan balik ke mejanya masing-masing mereka mulai bekerja lagi.


" oh ya kakak, Kiran mau pamit maaf Kiran ngga bisa bantu kerja lagi di perusahaan ini". suara Kiran pelan ia takut jika Hamdan marah.


" Kakak juga ngga akan ngizinin kamu kerja dek, kamu sekarang sudah punya suami sudah kewajiban dia buat memenuhi kebutuhan mu. Uangnya banyak utuh selama bujangan sekarang juga masih utuh, nikah numpang maskawin patungan". Zidan garuk-garuk kepala itu lagi yang di bahas oleh mereka, semuanya terkekeh.


" makasih ya kakak udah biayai kuliah Kiran juga udah bantu adik-adik panti". ucap Kiran lagi matanya sudah mulai berkaca-kaca, Zakia memegang jemari Kiran ia tau kehidupan Kiran sebagai anak panti pasti sangat susah.

__ADS_1


" Sama-sama kamu juga udah bantu pekerjaan kakak di kantor ini, juga sudah menjadi kewajiban seorang kakak membiayai adiknya". Kiran menitikkan air mata ia bersyukur masih banyak orang baik kepadanya.


" sudah jangan nangis kakak ngga mau liat kamu nangis lagi dek, sekarang kamu benar-benar harus bahagia. bilang ke kakak jika Zidan ini nyakitin kamu bikin kamu sedih dan menangis". ucap Hamdan ia sangat menyayangi Kiran.


" bilang ke kakak ya nanti kakak kasih pelajaran ke dia, kakak banting kakak bejek-bejek ngga ada ampun". Zidan meringis mendengar ucapan Tomi, banyak sekali yang menyayangi Kiran.


" insyaallah tak akan aku berjanji akan buat Kiran selalu bahagia, aku menyayangi dan mencintai nya bukan kaleng-kaleng tapi sungguhan langit dan bumi menjadi saksinya."


" Alhamdulillah, kalau kakak nyakitin Kiran ingat kia kak. adik kakak perempuan, kia juga ngga mau menerima perlakuan ngga baik dari suami kia". kia menambahkan.


" emang mas pernah ngapain, nakalnya kan cuma di ranjang". Hamdan menggoda istrinya itu. kia memukul lengan Hamdan karena malu. Tomi memutar bola matanya jengah hanya dia sekarang yang tak bersama istrinya gak ada yang bisa ia pakai untuk pelampiasan.


" aku dan kia hanya mampir sebentar mengantar ini kalian silahkan pilih gaun yang akan pakai untuk kalian nanti di acara resepsi. semua sudah aku urus untuk WO nya kalian tentuin untuk gaun nya saja." Hamdan memberikan album agar mereka bisa memiliki gaun yang akan di pakai Kiran nanti dan pakaian Zidan saat resepsi.


" ya ampun enak banget sih jadi kamu Zidan, uangmu bener-bener utuh". Zidan tertawa juga yang lainnya.


" itu namanya rezeki anak Soleh tom". Tomi lalu keluar ia kembali ke ruangannya. kemudian Hamdan dan kia pamit pulang.


" sayang istirahat di dalam saja ya nanti pulang sama kakak. kakak harus selesaikan pekerjaan kakak dulu". Zidan mengusap kepala Kiran dengan lembut.


" sini Kiran bantu kak biar cepet selesai".


" tak usah kakak ngga akan biarkan kamu kerja lagi, nanti uang kakak utuh lagi". Kiran terkekeh.


" Kiran hanya bantu sedikit Kak ngga kerja seperti biasanya".


" kewajiban seorang istri itu yang paling utama melayani suami, kakak hanya butuh itu sayang. Jika kamu melakukan hal lain itu merupakan pahala untuk mu dek. yang berkerja mencari nafkah itu kakak sebagai suamimu, kakak untuk saat belum butuh bantuan mu. biarkan kakak meraih pahala untuk memenuhi kebutuhan kamu. sekarang istirahat lah untuk nanti malam tugas utamamu" Zidan mengecup jemari Kiran, Kiran tersipu malu ia lalu berlalu ke kamar yang ada di ruangan itu. Zidan sangat bersemangat bekerja, patah hatinya sudah sembuh. doanya terkabul sekarang mempunyai istri seseorang yang ia cintai.

__ADS_1


_______


__ADS_2