
Kini Datok dan Reyana akan pulang ke Malaysia karena Datok akan ada pertemuan mengenai perusahaan nya. Ana dan Rendi datang ke rumah Zidan mereka akan ikut mengantar mama dan papa nya. Reyana tak bisa menyembunyikan air matanya ia harus meninggalkan kedua anaknya di Indonesia.
" mama jangan sedih kita bisa nanti sering ke sini, dalam sehari kita bisa bolak balik tiga kali kayak minum obat". Datok bisa saja bercanda, agar mama tersenyum. senyum Reyana mulai tersungging, benar memang karena datok punya jet pribadi kapan saja ia bisa ke mari.
" kamu baik-baik di sini ya sama suamimu nak " mama Reyana merangkul Kiran dan ana.
" Zidan, Rendi mama titip anak-anak mama didik mereka dengan baik".
" iya ma itu pasti sudah menjadi tanggung jawab kami". mereka mengantar orang tuanya hingga ke bandara di mana pilot jet Datok sudah menunggu.
Lambaian tangan melepas kepergian mama nya meski masih menangis tapi mereka cukup bahagia, mama lebih lega dengan semua nya.
" adik ipar antarkan aku dulu ke kantor ". Zidan kesal ia harus jadi sopir apalagi Rendi selalu memanggilnya adik ipar.
" kenapa tak naik taksi saja, arah kita berbeda aku juga mau ke kantor".
" kak jangan gitu, kak Rendi sekarang kakak ipar kita". Rendi senang ia senyum dengan penuh kemenangan, Rendi senang membuat Zidan kesal. apalagi dari spion terlihat Rendi dan ana berpegangan tangan begitu mesra.
Setelah menurunkan Rendi di kantor nya Zidan mengantar istrinya.
" kak ana mau pulang atau ke rumah Kiran saja".
" ke rumahmu saja dek, kakak bosan sendirian di rumah nanti kakak hubungi Rendi kalau kakak di sini".
" Alhamdulillah kalau begitu Kiran jadi ada teman, nanti kita bikin kue bersama dengan umi. umi sangat pandai sekali membuat kue". ana berbinar tampak senang.
" benarkah, aku lebih semangat dong ". ana langsung masuk ke rumah umi, ia memberi waktu kepada Kiran dan zidan. Zidan akan berangkat ke kantor seperti biasa Zidan mencium kening istrinya dan Kiran Salim.
" kakak berangkat ya sayang baik-baik di rumah".
" iya kak, kakak juga hati-hati ". Zidan mengangguk ia kembali mencium kening Kiran.
Saat Zidan berangkat ke kantor mobilnya di hadang oleh beberapa preman mereka berempat menggunakan motor, mobil Zidan langsung berhenti karena motor mereka menghalangi jalan Zidan.
" keluar.. " teriak salah satu preman itu. Zidan turun ia dengan gagah akan melawan ke empat preman itu, meskipun seperti nya ia tak akan selamat. tubuh mereka besar-besar dan jumlah mereka lebih banyak.
__ADS_1
Saat Zidan turun preman langsung menghajar Zidan tanpa basa basi, masih untung Zidan bisa menangkisnya tapi dalam pukulan selanjutnya Zidan tersungkur. zidan sudah lelah melawan keempat preman itu ia kewalahan.
" merasa sok hebat kamu he..." ucap salah satu preman.
" siapa kalian dan ada motif apa menyerangku". ucap Zidan
" memang kami tak ada urusan denganmu tapi bos kami".
" siapa bos kalian kenapa ia pengecut harus mengirim kalian".
" kamu tak perlu tau siapa bos
kami, yang jelas kami menjalankan tugas untuk menghajarmu".
" pengecut". teriak Zidan.
Preman itu akan menginjak Zidan dengan sepatu nya yang berat, namun ada sesuatu yang melempar kaki preman tersebut akhirnya ia oleng tak jadi mengajar Zidan.
" kalian bisanya keroyokan, empat banding itu jelas tidak adil". teriak Hamdan dan Tomi yang mendekat.
" langkahi dulu mayat kami jika kamu meginginkannya" Hamdan menunjuk ke arah Zidan.
" Hamdan mereka mengeluarkan belatinya". ucap Tomi panik.
" tenang kamu jangan takut tomi kita lawan mereka, ingat kan waktu kita bela diri di sekolah dulu" Tomi mengangguk ia kemudian bersiap untuk melawan mereka, jas ia buka dan kemeja ia gulung hingga siku.
Perkelahian sengit terjadi Hamdan melawan dua preman, Tomi dan Zidan satu. Hamdan memang sejak SMA pandai bela diri ia akan bisa melawan musuhnya dengan mudah. semua preman terpental mereka kalah, mereka langsung berlari tanpa Hamdan bisa menanyai siapa yang telah membayar mereka.
" kamu tidak apa-apa Zidan".
" Alhamdulillah untung kalian datang kalau tidak entah apa yang terjadi denganku". ucap Zidan.
" siapa yang mau melukai mu Zidan, apa kamu pernah punya musuh sebelumnya". tanya Hamdan.
" ngga pernah lah siapa yang mau musuhin aku, aku tak pernah ada urusan dengan yang lainnya".
__ADS_1
" coba kamu ingat".
" tak ada, aku tak pernah punya masalah dengan siapapun". Zidan mengibaskan bajunya yang kotor.
" kamu pulang aja liat penampilan mu".
" tidak nanti kiran khawatir dengan ku, aku ke kantor saja ada baju di kantor nanti aku bisa ganti di sana. oh ya kalian bisa bareng gini".
" tadi mobilku bocor aku tak bawa ban serep untung aku ketemu Hamdan, akhirnya aku numpang sama dia".
" kebetulan yang menguntungkan".
" semua yang terjadi itu atas kehendak Allah Zidan, pertemuan kita bahkan yang sekarang ini. seperti nya kamu harus lebih waspada lagi dengan dirimu Zidan ada yang mengintaimu, kita tak tau motif di balik penyerangan mu". Zidan mendesah ia mengingat-ingat tak pernah sekali pun ia punya masalah dengan orang lain.
" ya kamu benar, kamu mencatat nomor polisi motor itu".
" mana sempat aku khawatir sama kamu tadi".
" ya sudah kita akan bicarakan lagi nanti, kita ke kantor". Zidan meminta Tomi untuk menyetir mobilnya tangannya masih sangat ngilu.
Mereka bertiga melaju menuju kantor Hamdan akan memeriksa semua data kantor. meski ia sudah tak begitu aktif di perusahaan namun Hamdan terus mengawasi kerja para karyawan. cctv di kantor ia sambung kan di handphone nya.
Zidan bergegas mengganti pakaiannya ia tak mau istrinya Kiran khawatir nanti. Masih berpikir siapa yang tiba-tiba menyerang Zidan begitu saja.
" kita meeting pagi ini, bos Hamdan sudah menunggu di ruangan". tiba-tiba Tomi memberi tau semua karyawan, mereka pontang panting mwmbawa berkas yang di minta oleh Hamdan.
" haduh gimana ini aku belum selesai kemarin aku tak enak badan". ucap Lila salah satu karyawan bagian administrasi pemasaran ia belum selesai karena sakit untuk membuat laporan.
" kami tenang saja bos kita itu bukan Fir'aun ia pasti akan mengerti sebab karyawan nya, kamu kayak ngga tau bos Hamdan saja".
" justru itu yang bikin aku tak enak, ia selalu memberi kita kemudahan-kemudahan dan juga banyak bonus. bos kita luar biasa selalu perhatian dengan karyawan nya, makanya kalau pekerjaan aku tak selesai aku merasa tak enak".
" nanti makan bakso aja yuk yang enak-enak". Lila memukul teman kantornya di ajak ngomong serius malah bercanda jawabnya.
_________
__ADS_1