
Rendi dan ana pamit ia akan tinggal di rumah yang sudah Mr Jack belikan, rumah di kawasan orang elit. Rendi sebenarnya tak ingin tinggal di tempat yang terlihat elit, ia lebih suka dengan yang biasa lebih bermasyarakat. namun Jack memaksanya uang yang di pakai untuk membelinya adalah uang rendi sendiri dari hasil perusahaan yang ayahnya tinggalkan. rumah itu dekat dengan rumah mr Jack, mr Jack akan terus mengawasi Rendi seperti amanah dari orang tua Rendi.
" Kami pamit ya adik ipar". Rendi menepuk bahu Zidan, zidan mencebik kini ia turun derajatnya menjadi adik.
" udah pulang Sono". Kiran menyenggol lengan Zidan .
" titip adik ku ya, awas jika lecet kamu berurusan dengan ku." sebelumnya memang Rendi sudah menganggap Kiran sebagai adik apalagi sekarang di perkuat dengan ana sebagai kakak tiri nya Kiran.
" aku mencintai nya tak akan aku buat dia lecet sedikitpun". semua orang yang melihat kejahilan keduanya hanya menggelengkan kepala.
" papa mama ana pamit ya, besok jika pulang mama telepon ana".
" iya sayang kamu bahagia ya sama suamimu, mama tinggal di sini dulu".
" iya ma, Kiran pasti masih merindukan mama". mama memeluk ana anak dari suaminya, namun ana juga sangat menyayangi mama Reyana.
" papa titip ana ya Rendi".
" iya pa, akan ku jaga ana hingga akhir hayatku". Zidan kembali mencebik, Rendi terlihat lebay baginya. Kiran kembali menyenggol lengan Zidan.
__ADS_1
Rendi dan ana di jemput oleh Mr Jack, ia akan menempati rumah barunya sekalian mau mengurus nikah kantornya. Datok merangkul Reyana istrinya, Reyana kelihatan sedih melihat kepergian ana anaknya. Reyana juga sangat menyayangi ana, ia selalu menganggap Reyana adalah putri nya bukan anak tiri.
" ikhlaskan ma, ana sudah bersama suaminya kita berdoa semoga anak-anak kita akan bahagia". Reyana menghapus air matanya yang sudah meleleh.
" papa akan mengecek semua perusahaan di sini dulu sebelum pulang besok dan Zidan papa harap kamu siap mengurus perusahaan papa, ana seorang istri sudah selayaknya ia harus ikut suaminya. tanggung jawab ini ku serahkan kepada mu karena kamu yang ada di Indonesia". ucap Datok kini Zidan akan di amanahi perusahaan cabang ayahnya di Indonesia.
" tapi pa bagaimana dengan perusahaan tempat Zidan bekerja, Zidan besar karena Abah yang menerima Zidan di kedua itu".
" tak perlu kamu pindah dari perusahaan kamu sebelum nya, awasi saja para karyawan kamu tinggal mengecek saja pasti kamu bisa melakukannya" Datok memberikan kepercayaan kepada Zidan karena memang Zidan anak yang baik juga jujur.
" insyaAlloh pa zidan sanggup" Datok pamit akan pergi kepada Reyana , Zidan di ajaknya biar tau jika kini bosnya adalah Zidan sebagai pengelola yang baru.
" mama senang melihat mu sangat bahagia sayang, Zidan begitu sangat mencintaimu". ucap mama Reyana mengusap kepala Kiran yang tidur di pangkuan nya.
" alhamdulilah ma kak Zidan sangat menyayangi Kiran, juga umi dan Abi di sini menyayangi Kiran lebih dari sekedar menantu".
" besok mama akan pulang, bagaimana pun mama harus ikut papamu nak. meskipun sebenarnya mama suka di tanah air mama ssndiri bisa bersamamu".
" itu kewajiban kita sebagai seorang istri ma harus ikut suami kemanapun, Kiran akan sering datang ke Malaysia atau mama nanti yang ke Indonesia".
__ADS_1
" kalau papa mu memang sering ke Indonesia, sekarang mama akan ikut jika papa mu ke sini ada dua anak mama yang ada di sini." Reyana tersenyum ia cukup bahagia.
" Kiran bahagia ma sangat bahagia". Reyana mengusap kembali kepala Kiran.
Datok dan Zidan sudah sampai ke perusahaan milik Datok cabang Malaysia, karyawan memberi hormat saat Datok datang. Datok memperkenalkan jika Zidan adalah menantunya yang akan mengambil alih memegang perusahaan ini, ana sudah tak akan lagi aktif ke kantor karena jelas ia adalah seorang istri Rendi tak akan mengizinkan nya.
" Jadi apapun yang anak saya katakan itu adalah perwakilan ucapan saya jadi jangan pernah sedikitpun ada yang membantah". semua karyawan mengangguk.
Datok mengajak Zidan mengelilingi perusahaan miliknya, lumayan cukup besar meskipun hanya cabang. erga tak bisa bertanggung jawab di perusahaan ini karena Erga akan fokus di perusahaan pusat yaitu di Malaysia. erga sudah pulang lebih dulu setelah acara akad ana, adiknya sendirian di sana ia tak tega meninggalkan nya juga perusahaan butuh ada orang yang menunggu.
" papa percayakan semuanya padamu nak, papa yakin kamu pasti bisa. ada saham milik Kiran juga di sini, dulu papa sudah memberikan nya untuk Reyana namun Reyana tak mau karena ia sudah tak membutuhkan. mama mu ingin memberikan nya pada Kiran, mama mu sudah cukup dari hasil pemberian papa. mama mu itu wanita yang luar biasa ia tak begitu masalah soal harta papa, mama mu hanya cukup kasih sayang dan kedamaian untuk keluarga kita nak. itulah yang papa sukai dan sangat menyayangi mamamu, ia juga tak pernah membedakan anak papa sebagai anak tirinya. kamu lihatkan bagaimana ana dan Erga menyayangi mama mu itu karena mama mu sangat menyayangi nya layaknya anak kandung, hatinya begitu lembut." ucap Datok menerangkan sembari berjalan menyusuri perusahaan.
" terlihat sekali pa mama dengan sifatnya yang lembut, beruntung sekali Kiran bisa bertemu mama nya."
" papa nak yang lebih beruntung mempunyai istri seperti mama mu. tak akan bisa papa berpaling, mama mu tak pernah meninggikan suaranya terhadap papa. bahkan meski papa tak memberinya uang bulanan ia hanya diam saja tak mengeluh atau menuntut minta jatah bulanan". Datok tersenyum mengingat pertama kali Reyana menjadi istrinya.
" Kamu bisa mengecek perusahaan di sini lewat laptop mu, namun dalam sehari kamu juga harus berkunjung ke sini supaya karyawan tau jika mereka di awasi jadi tak semena-mena dalam bekerja. papa percaya padamu" . Datok menepuk pundak Zidan.
Setelah selesai menyusuri perusahaan di sini, Datok juga mengajak ke perusahaan jasa milik Datok. yaitu jasa ekspedisi yang kini marak dalam kalangan masyarakat, bisnis yang begitu menjanjikan. perusahaan ini tak perlu langsung turun tangan, namun Erga sudah tak sanggup karena di Malaysia perusahaan papa nya sudah sangat banyak yang ia pegang. Zidan mengehela nafas panjang sungguh banyak sekali tanggung jawab yang harus ia pikul kali ini. Ia tak akan mungkin meninggalkan perusahaan Hamdan karana sekarang sama saja nyawanya ada pada Zidan karana Hamdan sudah tak mau memegangnya ia lebih fokus ke bisnisnya yang lain. tapi Zidan bahagia ia memiliki keluarga lagi apalagi dari kalangan Datok keluarga konglomerat yang sangat di kagumi oleh khalayak.
__ADS_1
_____