Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 30 #terungkap


__ADS_3

Sekeras apapun dia berusaha jika Allah tidak meridhoi pasti tak akan terjadi pernikahan.


____


Malam ini mereka akan bertemu lagi untuk membahas masalah Zidan, Niko dan Rendi mulai akan di libatkan karena itu bagian mereka. Tomi dan Hamdan akan melakukan tugasnya masing-masing.


" Aku hanya penasaran saja siapa laki-laki yang mengkhitbah Kiran kenapa Kiran menerimanya, yang aku tau Kiran tak pernah dekat dengan lelaki manapun. Kiran selalu memberitahu informasi tentang dirinya tapi kenapa kali ini tidak". ucap Tomi yang di beri persetujuan oleh mereka.


" sepertinya ada yang tidak beres nih" ucap Aris kemudian, ia tau siapa kiran. Kiran selalu bercerita apapun pada mereka tak ada sesuatu pun yang mereka sembunyikan.


" makanya itu aku ingin melibatkan kalian Rendi bantu aku untuk kasus ini, setelah kita tau siapa calon Kiran kita selidiki orangnya. aku tak mau adik kita tak bahagia, aku samgat menyayangi nya seperti adikku sendiri". Hamdan mengucapkan nya apalagi ini juga karena Zidan kakak iparnya.


" yah sama akupun begitu dengan Kiran, ia adik kita". semuanya tersenyum mengingat semasa SMA mereka selalu membantu kiran.


" kita tanyakan lewat ibu panti dulu kemudian orang tua Zidan pasti mereka tau, "


" sepertinya baru kali ini Zidan menyimpan rahasianya". ucap Hamdan selaku adik ipar ia tau bagaimana seorang Zidan, apalagi Zidan sudah bekerja lama dengan Hamdan.


" oke kita lanjutkan ke misi berikutnya". ucap Tomi bersemangat, moto persahabatan mereka satu sakit akan terasa sakit semua satu bahagia maka kebahagiaan untuk semua. bahagianya menular.


Mereka mengobrol hingga pukul 10 malam kemudian mereka pulang ke rumahnya masing-masing.


_


Pagi ini Tomi berangkat ke kantor agak siangan, sebelumnya Tomi sudah cerita dengan Yara tentang kasusnya. kalau tidak cerita nanti Yara akan marah di kira Tomi macam-macam di luar sana. ibu hamil yang sensitif bangets. Setelah dapet informasi jika Kiran sudah sampai di kantor Tomi lalu melajukan mobilnya ke panti. ibu panti sedang sibuk membersihkan sisa sarapan anak-anak, panti juga sepi karena anak-anak sekolah Tomi jadi lebih leluasa untuk mengobrol.


" eh nak Tomi duduk dulu nak ibu mau cuci tangan sebentar". setelah Tomi mengucapkan salam dan di balas oleh ibu. Tomi melihat-lihat ke sekitar panti.


" Bu maaaf kedatangan saya ke sini ada hal penting yang ingin Tomi bicarakan".


" iya nak boleh silahkan saja apapun itu".


,

__ADS_1


" Bu siapa yang mengkhitbah Kiran". tanya Tomi, deg ibu panti kaget kok bisa Tomi tau.


" kamu tau dari mana nak". tanya ibu panti.


" Hanya tau saat Kiran berbicara dengan Zidan saja Bu, sebenarnya ada apa kenapa Kiran sama sekali tak mau memberitahu kan kepada kami. ibu taukan bagaimana kami menganggap Kiran, ia adik kami Bu kenapa semuanya harus di tutupi". cecar Tomi agar ibu panti mau menceritakan.


hening ibu panti hanya meluluhkan air matanya, ia ingin bercerita namun takut jika Kiran tidak berkenan.


" tapi nak ibu takut Kiran tidak berkenan untuk ibu ceritakan yang sebenarnya".


" ayolah Bu demi kebahagiaan Kiran juga, kami tak tega melihat Kiran yang tampak murung beberapa hari. jika Kiran marah nanti kami yang akan bertanggung jawab Bu, percaya sama kami bu". desak Tomi agar ibu bercerita.


" dulu panti ini adalah hasil dari tanah wakaf, kami peecaya saja dengan beliau yang mewakafkan. kemarin anaknya yang punya tanah ini meminta ganti rugi dengan harga yang begitu mahal, ibu mana sanggup nak. Dan anak pemilik tanah ini yang bernama Tedy meminta Kiran untuk ia nikahi dan tanah ini akan di ganti kan sertifikat atas nama kiran. Kiran menyetujui tapi tidak dari hati nak, ia hanya berkorban demi kami ibu dan anak-anak. Ibu sudah memperingatkan Kiran agar tak menyetujui, tapi Kiran tetap pada pendiriannya ia tak ingin anak-anak disini terlantar. Dan lima hari yang lalu Zidan datang bersama orang tua nya untuk mengkhitbah Kiran, ibu tak bisa menerimanya karena Kiran sudah ada orang lain yang mengkhitbah nya". terang ibu panjang.


" astaghfirullah kenapa ibu tidak cerita dengan kami, Hamdan pasti akan menyelesaikan nya. Hamdan pasti marah jika tau semua ini bu".


" kami tak berani nak, nak Hamdan sudah banyak membantu kami. kalian terlalu baik buat kami nak". ibu panti kembali menangis.


" kenapa bisa Kiran langsung menerima nya". Tomi geram, begitulah Tomi anaknya memang sifatnya penuh emosian.


" maafkan ibu nak".


" ya sudah ibu terimakasih atas infonya, Tomi akan usahakan Kiran akan bersama cintanya".


" iya nak terimakasih ibu banyak-banyak terima kasih, ibu tau jika Kiran juga mencintai nak Zidan". sudah jelas semua yang di katakan ibu akhirnya Tomi pamit berangkat ke kantor.


" ibu tenang insyaAlloh kami akan menyelesaikan, Tomi pamit ke kantor dulu ya Bu". Tomi salim.


Di perjalanan Tomi geram dengan Kiran masalah sebesar itu tak ia beritahukan. ia juga akan mencari orang yang bernama tedy itu, semakin penasaran siapa Tedy yang mengusik adiknya.


Kini Hamdan yang pergi ke rumah mertuanya, ibu sedang membersihkan dapur setelah sarapan pagi dan Zidan pun sudah berangkat ke kantor.


" umi lagi sibuk".

__ADS_1


" nak tomi, tidak umi hanya membersihkan ini saja"...


" di mana Abi ".


" ada di belakang". Hamdan kemudian jalan ke arah Abi.


" ada yang penting. pasti soal Zidan, bagaimana pun juga meski Abi tak memberi tahu mu pasti kamu akan cari tau sendiri".


" iya Abi kenapa tidak cerita dengan kami". tanya Hamdan lagi.


" Zidan tak mau merepotkan kalian" ..


" tapi kini Hamdan malah yang repot jadi dobel repot nya"


" Ya mau gimana lagi nak itu amanah Zidan, Abi tak bisa katakan padamu".


" sekarang katakan bi Hamdan butuh penjelasan." desak Hamdan ia ingin tau dari abinya.


" Kemarin memang Abi dan umi di ajak Zidan datang ke panti untuk melamar Kiran, sampai di sana khitbah kami di tolak karena Kiran sudah ada yang lebih dulu mengkhitbah. Zidan sangat hancur, bertahun-tahun ia memilih waktu yang tepat. dulu Zidan sudah mengkhitbah langsung kepada Kiran namun Kiran menolak dengan alasan ia masih kuliah dan ia tak mau mengecewakan mu".


" astaghfirullah kenapa ngga ada yang memberitahu ku sebelumnya, aku tak apa meski Kiran masih kuliah sudah menikah. bener-bener Zidan ini tak mau terbuka denganku. juga Kiran ia tak mau memberitahu ku".


" mungkin mereka sungkan dengan mu nak". Hamdan menghembus nafas kasar kecewa dengan keduanya.


" Kemarin ustadz Yusuf mengajak Zidan ta'aruf, Zidan akhirnya menerima dan akan meneruskan ta'aruf nya".


" ya Allah Abi kenapa kalian semua tak ada yang mau terbuka denganku, gini kan jadinya Abi. Hamdan harus lakukan sesuatu Abi biar mereka bisa bersatu". ucap hamdan.


" Serahkan sama Allah nak jika mereka jodoh pasti akan di pertemukan". Hamdan sadar sekeras apapun dia berusaha jika Allah tidak meridhoi pasti tak akan terjadi pernikahan nya.


___


bersambung

__ADS_1


__ADS_2