
Lagi saat pulang Erga juga menuruti jadwal Aisyah pulang ia naik mikrolet yang melewati tempat Aisyah biasa menunggu. benar Aisyah sedang menunggu, mobil berhenti Aisyah lalu masuk ia kaget lagi-lagi ada Erga. Aisyah hanya tersenyum saja ia tak enak kebetulan penumpang agak penuh.
Cuaca panas Erga mengibas kan tangannya keringatnya sudah mulai bercucuran. Aisyah ingin tertawa kecil melihat Erga di keluarkan nya tisu agar Erga bila mengusap keringat nya.
" terima kasih Aisyah". lalu Aisyah menghentikan mobilnya di depan rumah sakit. Aisyah turun begitu juga di ikuti dengan Erga.
" Kak Erga turun di sini juga."
" iya mau jenguk ibu kamu, ".
" besok-besok ngga perlu kak Erga naik mikrolet begitu memang panas kak, lihatlah kakak keringetan".
" tak apa Aisyah kakak akan lakukan ".
" apa maksud kakak bicara seperti itu, kalau Aisyah sudah terbiasa naik mikrolet kalau kakak mungkin ini pertama kalinya ".
" ini memang pengalaman kakak pertama tapi suka meski panas. kamu kan yang bilang jika kamu tak pantas bersanding dengan kakak karena kakak anak kaya. sekarang kakak bukan kaya lagi kakak karyawan biasa kakak juga naik mikrolet sama seperti mu".
" jangan berlebihan gitu kak, maaafkan Aisyah."
" ada lagi syarat yang kamu inginkan supaya kamu mau menerima khitbah ku".
" tidak kak, Aisyah tidak ingin kakak melakukan hal yang tak pernah kakak lakukan."
" okey kalau gitu terima khitbah kakak".
" maaf Aisyah tak pantas kak".
" baiklah jika itu alasan nya biarkan aku yang memantaskan diri untuk mu".
" jangan kak". Erga tak mendengarkan Aisyah lagi ia berjalan lebih cepat lalu masuk ke ruangan rawat inap.
" nak Erga". ucap ayah terkejut melihat Erga datang, ia mengira akan marah dengan keluarga nya.
" waduh ayah gimna ini kak Erga pasti minta pelunasan untuk biaya ibu". bisik Akbar namun masih terdengar di telinga Erga. Di biarkan nya oleh Erga.
" gimna keadaan ibu." Erga mendekat duduk di sebelah ibu, kebetulan makan siang di antar tapi belum sempat ibu makan karena mendahulukan shalat terlebih dahulu.
" Alhamdulillah baik nak".
__ADS_1
" ibu belum makan" ia melihat nampan berisi makan siang ibu.
" belum ibu shalat dahulu tadi". Erga mengambil makanannya.
" ibu harus makan yang banyak biar lekas sehat." Erga membuka ia akan menyuapkan untuk ibunya Aisyah.
" nak jangan nak ibu tak pantas kamu sudah terlalu baik dengan ibu".
" apa yang tak pantas Bu, ayo makan ya." ayah tersenyum melihat kebaikan Erga, ayah yakin jika Erga benar - benar laki-laki yang baik.
" kak biar Aisyah saja." Aisyah berusaha mengambil nampan dari tangan Erga.
" jangan Aisyah kak Erga senang bisa menyuapi apalagi bisa benar-benar menjadi anak ibu." Akbar menutup mulutnya menahan tawa. ayah dan ibu tersenyum Aisyah merasa tak enak hati.
" terima kasih banyak nak Erga."
" sama-sama bu jangan ucapkan terima kasih terus Bu Erga sudah ngga kuat ngarungin terima kasih dari ibu." akhirnya mereka tertawa begitu juga dengan Aisyah Erga suka melihat Aisyah tertawa sangat manis.
Karena sudah sore Erga lalu pamit, besok ibu sudah bisa di nyatakan untuk pulang. Keadaan semakin membaik sudah bisa untuk rawat jalan saja, semua sudah di bayar oleh Erga. Erga senyum-senyum sendiri di jalan ia mengingat senyuman Aisyah padanya.
" ya Allah manis sekali jadikan yang manis itu halal untuk ku ya Allah." ungkap Erga jalan menuju depan ia lalu naik taksi pulang ke rumah.
Di saat sore mereka sedang berkumpul di sebelah melihat Rendi dan Zidan sedang berenang. Erga datang langsung berhamburan memeluk mamanya.
" mau gimana pa cuma mama yang bisa Erga peeluk sekarang".
" terus gimana misimu Erga berhasil tidak". teriak Zidan dari dalam kolam.
" masih proses kak doakan ya, benar-benar kualitas internasional kak."
" semoga kalian berjodoh."
" aamiin". Erga menyerobot buah yang sudah di kupas oleh iza.
" kakak kebiasaan deh".
" minta dek dikit aja." iza cemberut.
Mama dan papa geleng-geleng melihat tingkah anaknya itu.
__ADS_1
Mama dan papa sudah rapih ingin pergi mereka melihat penampilan orang tua nya terkejut tak biasanya mama tak ngomong jika mau pergi.
" mau kemana ma pa".
" menjalankan misi". ucap mama, yang lainnya terkekeh.
" ya Allah itukan harus nya ucapkan ma". ucap Rendi.
" mama juga bisa dong menjalankan misi, yuk ah pa keburu malem nanti tutup." mereka berangkat sebelumnya mampir dulu membeli buah untuk oleh-oleh.
" Papa yakin dengan rencana papa".
" insyaAlloh ma, Aisyah itu anak yang penurut". mobil terparkir di depan rumah sakit keduanya berjalan menuju ruangan ibunya Aisyah.
Salam terjawab keluarga Aisyah pun terkejut melihat Datok dan istrinya datang. Azzam yang tau jika itu bosnya ia langsung Salim di ikuti Aisyah dan Akbar.
" Datok maaf karena istri saya tuan Erga menempatkan kami di tempat yang sesungguhnya kami tak layak." ayah langsung berucap merendah jujur keluarga Aisyah sangat takut. Datok dan mama pun tersenyum ia tau keluarga Aisyah pasti terkejut dengan kedatangannya.
" tidak apa-apa pak, ini memang sudah sewajarnya". Aisyah memeprsilahkan duduk lalu membuatkan minuman untuk tamunya.
" kami memang sengaja datang ke sini untuk mengunjungi orang tua nak Aisyah, Erga tidak tau kedatangan kami karena kami tak mengatakan jika mau ke sini." ayah mengangguk mengerti.
" nak Aisyah Erga menyukai mu nak ia berniat menjadi kan mu istrinya. Erga memang belum bilang sama Datok siapa wanita yang ia kagumi. kami sebagai orang tua Erga mengkhitbah mu untuk anak kami Erga nak. jangan katakan tak pantas kami tak pernah menilai seseorang dari harta nya. Kami selalu ingin anak-anak kami bahagia nak Aisyah sebagai orang tua Erga saya beritahukan niat kami untuk menjadi kan mu sebagai istri Erga."
" Aisyah ayah tanya bagaimana hatimu jika bertemu Erga,." Aisyah malu ia tak bisa mengatakan nya.
" diam mu menyatakan jika kamu juga mencintai Erga nak." Aisyah mendongak sebenarnya hatinya terpaut oleh Erga namun ia takut.
" jawab Aisyah bagaimana Datok mengajukan khitbah untuk mu, jika yang kamu takutkan adalah status Datok sudah mengatakan padamu baginya bukan menjadi penghalang untuk hubungan kalian."
" siapapun dirimu Aisyah, Erga tak akan salah memilihmu jika hanya status sosial yang kamu takutkan nak. ".
" Datok ibu, inilah keluarga Aisyah kami sangat jauh dengan keluarga Datok. jujur Aisyah juga menyukai kak Erga. bismillahirrahmanirrahim Aisyah menerima khitbah Datok."
" Alhamdulillah." ucap Datok dan mama bersamaan.
" terima kasih ya nak, besok lusa adalah ulang tahun Erga mama ingin buat kejutan untuk Erga."
" Erga itu sangat menyayangi mama nya, apapun yang mama nya katakan itu pasti ia akan menurut". Aisyah mengangguk ia juga melihat sisi kebaikan dari Erga.
__ADS_1
Lalu kedua keluarga itu berbincang mereka terlihat begitu akrab. Karena waktu malam mereka akhirnya pamit pulang.
___