
Jika jalur bumi belum bisa memberikan jawaban dari apa yang kita inginkan, jangan lupa untuk jalur langit.
_______
Tomi memaksa Kiran supaya pulang sama Zidan, Zidan menghela nafas kasar hati ingin menghindar tapi malah di pertemukan. Mau tak mau Zidan memeprsilahkan Kiran untuk naik ia pun tak tega. Kiran juga terpaksa ikut Zidan meski ia tadi juga mencoba menghindari. Lagi-lagi bersama.
" ayo keburu sore." ucap Zidan dengan intonasi bicara yang tak biasa. Lalu Kiran masuk kedalam mobil, biasanya dengan lembut Zidan membukakan pintu kali ini Zidan langsung saja masuk ke dalam kemudi.
Hening...
mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing, Zidan tak mau bicara dan Kiran takut untuk bicara.
" astaghfirullah..." Zidan dengan cepat menginjak rem nya, ada penyeberang yang sembarangan hampir saja ia menabraknya.
" aw..." kepala Kiran terbentur jok depan.
" Kiran kamu tak apa". tanya Zidan langsung ia khawatir, langsung saja ia bertanya keadaan Kiran.
" ngga apa-apa kak, Kiran hanya terbentur sedikit". ucap Kiran sembari memegangi kepala nya.
Zidan kembali lagi fokus ke depan, melajukan mobilnya dengan perlahan. Kiran senang hatinya berasa dingin saat Zidan masih menunjukkan sikap perhatian nya.
" kak maafkan Kiran". kini Kiran sudah berani membuka perbincangan nya.
" maaf untuk apa". tanya Zidan ia pura-pura gak mengerti.
" karena Kiran..."
" sudah lah itu mutlak adalah hak kamu, kamu berhak memilih siapapun yang akan menjadi pendamping hidupmu."
" maaf kak, tapi Kiran..."
" sudah tak perlu ada lagi yang kita bicarakan, aku tetap Zidan dan kamu tetap Kiran. dan kita memang tak ada hubungan apapun hanya partner kerja". Zidan selalu memotong pembicaraan nya.
Akhirnya sampai juga panti, Kiran turun dengan hati yang perih karena Zidan tak mau mendengarkan penjelasan nya lagi.
__ADS_1
_
Janji yang ia ucapkan bahwa ia akan menemui ustadz Yusuf, entah apa yang akan ustadz Yusuf bicarakan Zidan langsung saja menemuinya datng ke rumah usatdz.
" assalamu'alaikum ".
" wa'alaikumsalam". jawab seseorang di dalam. Zidan dibukakan pintu oleh istri ustadz Yusuf.
" oh nak Zidan sebentar ya saya panggil kan ustadz, beliau sedang ada di belakang". ucap istri nya ia tau jika Zidan akan ke sini sekarang. Ustadz Yusuf datang di persilahkan nya Zidan masuk, lalu Zidan duduk.
" Afwan ustadz Zidan baru bisa menemui ustadz". dengan sopan Zidan bertutur kata.
" iya nak tidak apa memang ada yang mau ustadz bicarakan".
" teman ustadz ada yang titip pesan untuk mu ia mau anaknya bisa berta'aruf dengan mu, insyaallah saliha". ucap ustadz Yusuf memberi tahu Zidan.
" siapa ustadz". tanya Zidan.
" jika kamu bersedia kita akan atur waktunya kapan". ucap ustadz Yusuf, ia tak menjawab pertanyaan Zidan.
" baiklah nanti ustadz akan memberitahu mu kapan waktunya" ustadz,lalu mempersilahkan zidan minum. Zidan mengambil keputusan ia benar-benar ingin melupakan Kiran, semoga kali ini ta'aruf nya lancar dan bisa mengobati rasa sakit hati nya.
Setelah cukup lama mereka mengobrol akhirnya Zidan pamit untuk pulang. Hari sudah sore sinar matahari pun mulai redup.
" Zidan pamit ustadz, terimakasih banyak”
" hati-hati nak Zidan"
" assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam"
" Zidan akan Abah jodohkan dengan Anisa" tanya istri ustadz Yusuf.
" bukan Abah tapi ustadz Jefri yang memintanya, beliau sudah tau bagaimana Zidan anaknya. insyaallah jika memang Anisa berjodoh dengan nya akan Allah permudah jalannya". ucap ustadz Yusuf.
__ADS_1
" iya Abah, kita hanya perantara saja semoga mereka berjodoh".
Zidan membersihkan diri sembari menunggu adzan magrib ia dzikir petang dan di lanjut kan dengan tilawah. Melupakan sesuatu yang telah terpatri di dalam hati itu memang sulit. Ada sedikit jeda waktu sebelum adzan Maghrib berkumandang Zidan memejamkan mata sejenak, masih saja Kiran yang terlintas dalam pejaman matanya.
" umi Abi, insyaAlloh Zidan akan melakukan ta'aruf lagi. tadi Zidan mampir ke rumah ustadz dan ustadz Yusuf menyampaikan pesan ini katanya anak temannya. doakan Zidan Abi, umi ta'aruf nya lancar."
" Alhamdulillah nak, kapan kamu akan berta'aruf semoga Allah temukan jalan jodohmu". ucap umi.
" aamiin, belum tau umi nanti tunggu ustadz memberi kabar".
" gitu dong anak Abi harus semangat, tapi jangan kamu pakai hanya untuk pelarian saja. Sejujurnya Abi ingin kamu melupakan Kiran dulu nak baru lakukan ta'aruf kembali". ucap Abi menasehati, Abi tak mau anaknya menerima ta'aruf ini karena keterpaksaan untuk melupakan Kiran. Abi tau tak mudah jika harus melupakan seseorang yang benar-benar sudah kita cintai.
" Abi anaknya mau ta'aruf kenapa di cegah, biarkan saja umi setuju. kita belum mencoba, siapa tau Zidan benar-benar bisa melupakan Kiran." seorang ibu pasti mengkhawatirkan anaknya, apalagi dengan umur Zidan yang sudah tak muda lagi.
" Abi hanya menasehati umi, Abi tak mau Zidan salah langkah dan akan menyesal. tak baik menyakiti orang lain apalagi istri sendiri nantinya, lebih baik bersihkan hati dulu baru kita menerima orang lain untuk masuk dalam hati lagi".
" sudahlah Abi Zidan memang harus menerima ta'aruf ini semoga saja benar berjodoh. cinta bisa di pupuk setelah menikah, banyak pasangan yang melakukan semua itu mereka ta'aruf dulu walaupun mereka belum pernah bertemu tapi banyak yang langgeng hingga sekarang".
" semua orang tak sama umi, contohnya saja umi yang tak pernah bisa move on dari Abi. Karena doa-doa umi yang terus mengetuk pintu langit Allah mengabulkan. jangan pernah lelah untuk meminta kepada Nya Zidan, kamu pernah bilang kan sama Abi jika kamu akan memaksa untuk menjadikan Kiran sebagai jodohmu".
" hiks,, Abi Zidan hanya bercanda saja, kunfayakun Allah tetap yang terbaik". Abi terkekeh.
" tak apa Kiran baru saja di khitbah, janur kuning belum melengkung itu artinya ia belum sah menjadi istri orang kenapa kamu berhenti untuk melangitkan doa". ucapan Abi menghunus sanubari Zidan.
" tidak Abi Zidan mau move on saja untuk melupakan Kiran, Zidan akan mencoba menerima orang lain dalam hati Zidan". umi tersenyum senang.
Untuk saat ini hati Zidan benar-benar merasakan sakit, ia tak mau lagi bertahan untuk Kiran. bukan tak cinta lagi, tapi Zidan menghormati keputusan Kiran. tak semua apa yang kita kehendaki itu akan sesuai dengan apa yang kita inginkan, akan ada hikmah di balik semua kejadian. Keputusan final dari Allah keputusan yang terbaik.
" ya sudah jika memang itu sudah menjadi keputusan mu Zidan, Abi sebagai orang tua hanya bisa mendoakan mu untuk yang terbaik. jika jalur bumi belum bisa memberikan jawaban dari apa yang kita inginkan, jangan lupa untuk jalur langit. Allah akan memberikan hasil yang terbaik dengan apa yang kamu usahakan dengan maksimal. ingat Allah tidak akan pernah tidur ia mendengar semua keluh kesah setiap hambanya". panjang lebar Abi menjelaskan.
Zidan mendesah, masih bingung antara umi yang mendukung nya atau mendengar nasehat Abi yang bijak.
___
bersambung
__ADS_1