Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 15 #Pernikahan Tomi


__ADS_3

Sudah mulai lega sesak di dada Tomi dari tadi ia menahan amarah melihat Yara bersama laki-laki lain, usut punya usut ia adalah kakak sepupu Tomi. Zidan masih tertawa ngakak ngelihat Tomi tadi yang wajahnya sudah memerah karena marah.


" sabar tom orang mau nikah itu katanya banyak ujiannya, kira-kira bagaimana kamu sabar atau tidak". ucap Zidan.


" iya kamu tak ingat tah di kampus kamu suka tebar pesona sama adek tingkat, gimana coba aku ngeliat kamu bener-bener jijik tom". ungkap Yara mengingat kan masa kuliahnya, Yara selalu adu mulut dengan Tomi.


" jadi kamu dulu cemburu denganku". goda Tomi.


" issshhh... bukan Yara dulu bener-bener ngga suka liat kamu, kok ada cowok kek gitu ya. cool penampilan nya tapi suka PHP in cewek-cewek." Yara begidik mengingat Tomi. Zidan terkekeh geli.


" kamu aja yang ngga peka Yara, kamu ngga nyadar kalau aku sukanya sama kamu. mereka cuma mas jadikan hiburan saja".


" kalau sudah nikah nanti kamu juga mau cari hiburan begitu". ucap Yara mendelik.


" ya ngga lah sayang, sekarang buktinya aku tak pernah dekat dengan wanita lain kecuali Kiran adik kita. kalau ngga percaya tanya sama Zidan. iyakan Zidan". Tomi menyenggol tangan Zidan.


" ngga tau..." Tomi menjitak kepala Zidan mereka emang suka begitu.


" ya sudah aku percaya sekarang sama kamu, tapi ingat jangan pernah hancurkan kepercayaan ku".


" iya sayang".


" belum halal tom, tak boleh sayang sanyangan". cegah Zidan saat Tomi akan mengusap kepala Yara. Tomi meringis berakhir garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Yara terkekeh.


Mereka pamit ke kantor lagi ada sedikit yang akan di selesaikan sebelum pulang.


Kiran dan Aurel sudah rapi dengan kebaya nya, kebaya yang Hamdan belikan saat resepsi pernikahan nya. tapi kini di pakai untuk menghadiri pernikahan Tomi, satu mobil mini bus telah terparkir di depan panti yang akan membawa anak-anak ke acara Tomi menikah. bagi mereka anak-anak panti adalah bagian dari keluarga nya.


Tomi sudah siap dengan pakaian khas Betawi nya, ibu Tomi orang Betawi jadi mau tak mau ia mengikuti tradisinya. pengiring mempelai lelaki sudah berjejer di rumah Tomi, ijab kabul di lakukan jam sepuluh pagi. Semua sudah sampai di rumah Tomi untuk mengantar Tomi ijab kabul di rumah Yara. keringat dingin sudah bercucuran di dahi Tomi belum juga sampai di tempat padahal mobil ber ac. mobil Rendi yang mengendarai kali ini ia izin menspelsialkan waktunya untuk Tomi sahabatnya.


" tom kami udah kedinginan kenapa AC nya kamu tambah lagi". tanya Rendi sembari fokus menyetir.


" dingin apa panas gini ren ngaco kamu". Tomi kipas-kipas pakai kertas undangan bekas yang ada di mobil.

__ADS_1


" ya ampun jadi kamu gugup ya tom". Rendi terkekeh.


" eleh anak mama gugup, tarik napas hembuskan perlahan" Tomi melakukan nya.


tuuutttt...


" astaghfirullah Tomi", Rendi langsung membuka kaca mobil ia serasa mual.


" sory aku tak sengaja, habisnya mama suruh Tomi tarik napas keluarkan".


" ya ampun bocah keluarinnya jangan kebelakang".


" iya ma tau, tapi Tomi kelepasan. maaf ma maaf". papa dan Rendi sibuk mengibaskan anginnya, mobil ber AC kacanya di buka gegara bau kentut Tomi.


Sampai di depan rumah Yara, desain yang indah pernikahan meski di kampung Yara tapi tetap megah. Tomi mengirimkan semuanya yang terbaik untuk Yara. masih gugup tangannya dingin, Rendi sedikit sebel kali ini mengantar Tomi ia harus merapikan pakaian Tomi mengusap keringat nya layaknya asisten. padahal aparat negara bisa-bisanya di suruh-suruh, rasanya ia ingin membak kepala Tomi kali ini. isshh sadis.


Tak seperti biasanya Tomi yang pemberani gagah ternyata ia punya kelemahan juga.


Zidan dan keluarganya serta yang lain berjalan masuk ke tempat yang sudah dihias sedemikian rupa indahnya. keluarga Yara menyambutnya dengan baik, pak penghulu juga sudah menunggu dari tadi. Yara di temani oleh Anita di dalam, mereka akan keluar setelah ijab kabul di ikrarkan.


Acara penyambutan tamu mempelai pria dan yang lainnya sudah selesai saatnya acara ijab kabul di gelar. Tomi di giring di meja yang sudah di sediakan, di temani oleh Rendi sahabatnya. Penghulu sudah siap juga papa Yara, Tomi berusaha untuk tidak gugup. papa yara yang akan menikahkan nya sendiri.


" jangan gugup nak papa tak akan makan kamu". semua orang tertawa terbahak-bahak, Tomi jadi ikut tertawa juga akhirnya sedikit lega Tomi tak tegang lagi.


Saatnya kesiapan ijab kabul tapi papa Yara menghentikan ucapannya.


" kamu sudah siap". Tomi mengangguk.


" sudah sunat". tawa pecah lagi, Tomi hanya menjawab dengan anggukan.


papa Yara hanya menetralkan kegugupan Tomi agar saat ijab kabul di ucapkan ia tak gugup. benar adanya Tomi bisa dengan satu tarikan nafas mengucapkan ijab kabul dengan sempurna.


" sah..." suara lantang dari sahabatnya kini menggelar Tomi lega rasanya. doa di ucapkan dan semua mengaminkan. Yara juga menitikkan air mata kini status nya sudah menjadi nyonya Tomi.

__ADS_1


Tomi kaget melihat Yara dengan balutan gaun pengantin terlihat sangat cantik sekali di tambah polesan make up, terlihat natural namun memukau. Aris iseng menggoyangkan tangannya di depan mata Tomi, namun benar terpesonanya Tomi sampai tak sadar jika ia di jahili temannya. Semua orang yang ada di situ tertawa ngakak tanpa terkecuali. Aurel berjalan menggandeng Tomi untuk maju ke depan, namun Tomi tak sadr berjalan.


" kak,,, kak Tomi". baru Tomi sadar ia gelagapan.


" eh ada apa cantik"


" kak Yara cantik ya, istri siapa sih".


" istri kak Tomi".


" masa iya, ngga pantes sama kak Tomi"


" kenapa"..


" tuh kakak tidurnya ileran". semua tertawa lagi hari ini mereka ada di pernikahan stand up comedy.


Aurel mendekati Yara yang sudah ada di depan Tomi, Aurel menyatukan tangan Yara dan Tomi. cincin Tomi sematkan di jari Yara lalu ia mengecup keningnya dengan gugup, untuk pertama kalinya Tomi mencium Yara. tepuk tangan meriah untuk Tomi acara sakral itu berjalan dengan baik.


Yara juga bahagia dengan yang lainnya akhirnya ia juga menikah juga. ucapan selamat dari teman-temannya dan doa-doa di panjatkan.


" apaan sih". ucap cweek cantik di gandeng Rendi. ternyata Rendi salah gandeng niatnya mau gandeng Kiran ternyata bukan. Tangan Rendi di pukul .


" ayo Kiran kita nyanyi".


" aku bukan Kiran". Rendi langsung melepaskan tangannya.


" astaghfirullah cantik...". Rendi menelan ludah, salah gandeng orang.


" liat-liat dulu main tarik aja" gadis itu langsung berbalik berjalan meninggalkan Rendi.


" ini kebetulan atau kejutan sih, bidadari..." Rendi nyengir lalu ia mencari keberadaan kiran, hanya Kiran wanita yang ia kenal di situ jelas masih free. Rendi lebih santai jika bersama Kiran karena sudah terbiasa.


____

__ADS_1


bersambung


__ADS_2