
Tomi dan kedua orang tuanya bersiap untuk datang ke rumah Yara, hari ini hari libur hari yang di janjikan orang tua Yara agar Tomi membawa kedua orang tuanya. Masih sama seperti hari lalu Tomi gugup, papa Zahra memang jika orang belum kenal melihatnya aja menakutkan.
" sudah siap semua Tomi, jangan lupa oleh-oleh untuk besan ". ucap ibu ia bersemangat.
" sudah semua mama masukkan ke garasi mobil" ucap Tomi mengenakan sepatu nya.
" ibu juga udah minum Antimo".
" oh iya ibu lupa gimana ini pa"
" ngga lucu kali ma sampai di sana mama harus teler, malu-maluin papa. Ya sudah papa belikan dulu ya". ucap bapak merogoh sakunya mengambil uang.
" cepetan kita bisa tak di terima nanti sama papa Yara, orangnya disiplin" ucap Tomi panik.
" lagian kenapa mama bisa lupa, trus kenapa papa beli di sana itu padahal kita nanti kan ngelewatin". Tomi kesal orang tua nya bikin pening pada telmi.
" oh iya ya, papamu jalan kaki tadi".
" ayo naik ma kita samperin papa". baru nyampe warung mama Tomi udah muntah-muntah.
" lagian kenapa ngga tunggu di rumah aja dulu tom liat mama mu". Tomi tepok jidat ada aja jika urusannya sama Yara ada hambatan.
Keluarga Yara sudah menunggu, mama ana sudah memasak banyak menu kesukaan mereka. mama ana senang akhirnya anaknya bisa menikah setelah melewati perdebatan panjang dengan papa nya.
Tomi datang langsung memberi salam ia cium kedua tangan orang tua Yara.
" Kedatangan kami ke sini untuk melamarkan anak saya Tomi Sanjaya, meminang Yara". ucap papa sedikit gugup, liat calon besan yang serem.
" mana lamaran nya, kalian tak bawa apa-apa"
" mana ma"
" di mobil, kalau tak di terima kita bawa pulang lagi ". ucap mama Tomi tak mau rugi.
" astaghfirullah ma, itu untuk orang tua Yara ngga boleh gitu ma". Tomi geleng-geleng ia keluar mengambil semua yang sudah di persiapkan mama di bantu sama Yara.
pak Bonar menahan tawa juga mama nya Yara, melihat kepolosan orang tua Tomi. Tomi membelinya banyak satu mobil penuh, rencana memang langsung acara lamaran supaya pernikahan cepat di laksanakan.
" maaf kan orang tua saya pak"
" hmmm..." suara ngebasnya papa Yara bikin papa Tomi kaget.
" Terima kasih nak Tomi juga bapak dan ibu bersedia datang ke rumah kami, atas lamaran yang kalian utarakan saya terima dengan senang hati anak saya Yara emang sudah kebelet nikah sama nak Tomi"
" pa..." tegur Yara ia malu papanya menggoda. membuat semua tertawa, kini ucapan papa Yara tak garang seperti tadi.
__ADS_1
" Alhamdulillah..." Tomi mengangkat tangannya mengusap wajahnya.
" jadi kapan pernikahan akan di laksanakan nak Tomi".
" Minggu depan pak lebih cepat lebih baik".
" anak mudah sekarang udah kebelet aja". semuanya terkekeh.
" kami sudah lama melakukan zina...".
" apa". pak Bonar berdiri juga papa Tomi ucapan tomi mengejutkan mereka padahal Tomi belum selesai ngomong.
" tom kamu ngomong apa".
" aku belum selesai ngomong Yara, maksud saya kami kenal sudah lama sejak SMA kami sering bareng karena teman jadi zina yang kami maksud itu zina mata pak bukan yang begituan kami masih murni bersegel". pak Bonar dan papa Tomi kemudian duduk.
" bikin papamu darah tinggi tom".
" bikin aku naik pitam mau ambil golok aja". Tomi begidik ngeri begitu ya mertua itu serem.
" Ya sudah bagaimana baiknya jika akan di laksanakan Minggu depan segera lakukan persiapan". Tomi mengangguk bersemangat.
Akhirnya musyawarah Dil jika pernikahan akan di lakukan Minggu depan dirumah Yara. Kelegaan pada diri Tomi dan Yara mereka bisa menikah juga.
_
" Kak ada kak Zidan di depan katanya kalian janjian mau belanja kado buat Alif". ucap Aurel.
" kapan Kaka janjian kamu jangan ngadi-Ngadi Aurel". ucap Kiran masih asyik membersihkan kukunya.
" Zidan minta izin sama ibu ajak kamu ke mall, katanya mau beli hadiah buat Alif." ucap ibu panti masuk ke kamar Kiran.
" ibu izinkan".
" ya iyalah dia kan izinnya baik-baik sama ibu, yang penting kalian pergi nya sama Aurel".
" asyik jalan-jalan lagi," teriak Aurel.
" kamu dek seneng kakak seneb". ucap Kiran sewot.
" kenapa kakak cemburu ya liat Aurel jalan sama kak Zidan". Aurel terkekeh.
" ih anak kecil tau apa tentang cemburu".
" ya taulah kak، Aurel ini anak modern". Kiran tertawa Aurel selalu lucu.
__ADS_1
" ya sudah kalian cepat ganti pakaian keburu sore juga". pinta ibu panti.
Kiran dan Aurel bersiap berangkat dengan Zidan, Zidan senang melihat kiran berpakaian lebih tertutup biasanya hanya celana baju dan pashmina kini tidak Kiran memakai gamis yang lebih longgar lengkap dengan khimarnya sangat cocok di kenakan Kiran.
" kakak jangan bengong, kak Kiran ini memang cantik tapi anti cowok". Kiran spontan memukul Aurel. Zidan terkekeh.
" Aurel jangan berceloteh terus kamu tau apa anak kecil, penting es krim dan coklat cukupkan buatmu".
" okey" ia mengacungkan jempolnya, Zidan geleng-geleng kepala. Aurel ini memang anak unik.
" kira-kira kita belikan apa ya buat Alif kakak bingung," Zidan masih melihat-lihat barang-barang di mall.
" ini aja kak" satu set pakaian superhero.
" ini aja mobil-mobilan yang bisa di naikin kita stel agar lajunya sangat lambat". Zidan melihat-lihat sepertinya benar apa yang Kiran katakan itu akan di sukai oleh Alif.
" ya sudah kita beli ini aja, kamu mau beliin apa Kiran". Kiran membuka dompetnya berapa uang yang ia bawa.
" kalau ini mau tak". Zidan memberitahu kan mobil remote namun harganya lumayan, Kiran mengeceknya namun tak akan cukup uangnya.
" janga kak".
" kenapa udah ini aja". ucap Zidan, Kiran garuk-garuk kepala Zidan memgerti maksud Yara.
" kak zidan bawa uang lebih, bayarin dulu ya uang Kiran tak cukup nanti Kiran ganti jika sudah gajian". Kiran nyengir.
" udah tenang aja, Aurel sudah milih belum kamu mau beli apa dek". tanya Zidan di lihatnya dari tadi Aurel bingung.
" udah ini aja ngga apa," Aurel menoleh ke arah Kiran.
" ayo tak perlu khawatir kakak yang bayar semuanya, kamu mau beli mainan apa Aurel mumpung kita lagi di sini".
" boleh kak".
" iya pilih yang kamu suka". Aurel bersorak ia memilih boneka juga mainan yang ia suka.
Sebelum pulang mereka makan dulu di restauran. Semua yang di butuhkan sudah di beli tak lupa Zidan membelikan mainan untuk anak-anak lain juga makanan yang mereka sukai.
" uang kakak apa tak habis, ini kan restoran bayarnya mahal".
" masih nanti kalau bayarnya kurang kan ada Aurel kakak jadikan jaminan". Kiran tertawa apalagi membuat Aurel jadi manyun.
" bercanda sayang, kakak punya uang tak akan habis. kakak tiap hari bekerja, Ingat kan yang di bilang pak kiyai jika kita sedekahkan harta kita itu tak akan membuat kita miskin tapi Allah akan ganti sepuluh kali lipat". Aurel manggut-manggut makanannya datang mereka makan dulu sebelum pulang.
___
__ADS_1
bersambung
tinggal kan jejak kakak pembaca