
Kamar pengantin yang sudah di hias begitu indahnya, ada banyak kelopak bunga mawar yang tersebar. Kamar itupun mengeluarkan aroma yang sangat harum membuat gairah orang yang masuk akan menguar.
Ergha membawa masuk Aisyah di kunci nya pintu agar tak ada yang iseng untuk ganggu mereka. Kebiasaan Zidan dan Rendi selalu mengganggu.
Aisyah duduk di tepi ranjang, ia bingung tak bisa ia membuka bajunya untuk mandi. gaun yang begitu indah sulit sekali ia buka karena resleting ada di belakang. ergha mendekat ia membantu aisyah untuk melepas hijab nya. karena banyaknya hiasan membuat sulit Aisyah untuk melepas hijabnya.
" saya bantu ya Aisyah". Aisyah mengangguk. gugup gemetar itu yang di rasakan Aisyah ini pertama kalinya ia berdekatan dengan laki-laki. apalagi ketika tangan ergha menyentuh punggung nya saat gaun itu mulai terbuka, dingin rasanya tubuh Aisyah ada rasa yang tak bisa ia ungkapkan gairahnya memberontak.
" wudhu dulu kita sholat dua rakaat dulu ya". Aisyah lagi-lagi mengangguk kenapa ia semakin gugup tak bisa berkata sepatah katapun. ergha pun tertawa ia geli melihat Aisyah yang gugup.
' belum aja mulai gugupnya sudah kelewatan '. batin ergha terkekeh.
Keduanya melakukan shalat sunah berjamaah, setelah selesai ergha berbalik ia memberikan Aisyah tangannya kemudian Aisyah Salim mengecup punggung tangan suaminya. ergha bergeser ia mendekat di ciumnya kening Aisyah, Aisyah pun memejamkan mata merasakan ciuman manis dari ergha suaminya. ergha melantukan doa-doanya untuk sang istri.
Perlahan ergha membuka mukena Aisyah, di bukanya ikatan rambut Aisyah. Tergerai menambah kesempurnaan kecantikan Aisyah, ergha memegang dagu Aisyah kemudian Aisyah memejamkan mata nya ia pasrah akan apa yang akan suaminya lakukan karena itu merupakan hal dan kewajiban seorang suami.
Perlahan ergha menganggkat tubuh Aisyah di bawanya ke ranjang, Aisyah pun melingkar kan tangannya di leher ergha. Keduanya tersenyum dengan tatapan mesra, Aisyah mengubur rasa malunya yang ia rasakan kini adalah kebahagiaan.
Perlahan tapi pasti ergha melakukan kewajiban yang seharusnya di lakukan pengantin di malam pertamanya. Suara rintihan Aisyah memanggil namanya terdengar merdu di telinga ergha. Malam ini penyatuan mereka langsung terealisasi kan dengan debaran jantung yang begitu cepat.
" Aisyah kamu milikku".
" hmmm..." hanya des**an yang menjadi jawaban mereka menikmati surgawi dunia.
" terima kasih". ucap Erga ia limbung di sisi Aisyah, ergha cukup kelelahan.
___
Beberapa bulan kemudian.
__ADS_1
Zidan berlari menyiapkan mobilnya, kemudian ia berlari lagi ke kamar untuk menggendong Kiran. Kiran merasa kesakitan pasalnya ia akan melahirkan hari ini. Kiran meringis merasakan sakit untuk pertama kalinya kala ia akan melahirkan.
" sakit kak". Kiran memegang perut nya.
" sabar ya sayang". umi dan Abi pun ikut berlari menuju mobil Zidan.
" Abi saja yang menyopir Zidan". kemudian Zidan pindah ke belakang, di usapnya terus perut kurang yang kini sudah terasa mules.
" sabar ya sayang sebentar lagi akan sampai".
" sakit kak perut Kiran terasa sakit". Zidan terus mengusap perut Kiran.
Sesampainya di rumah sakit perawat langsung membawa ranjang, di dorongnya Kiran untuk masuk ke dalam ruangan bersalin.
" awas minggir". Zidan mendongak orang yang berteriak sepertinya dia memang mengenal suara nya.
" Rendi...". ucap Zidan.
" Kiran mau melahirkan".
" ini ana juga mau melahirkan".
" ya Allah jadi barengan, Alhamdulillah". ucap Zidan.
Zidan lalu menghubungi Datok dan mama Reyana, mendengar kabar itu mama Reyana tak bisa menunggu nanti. ia lalu terbang ke Indonesia untuk menyambut cucunya yang akan lahir.
Zidan dan Rendi di panggil oleh dokter keduanya masuk tentunya di ruangan yang bersebelahan. Rendi dan Zidan meringis melihat istrinya kesakitan akan mengeluarkan bayinya.
" pelan-pelan sayang". ucap Zidan.
__ADS_1
" atur napas sayang ". Rendi memberi semangat untuk istrinya.
Hingga sore hari rasa sakit pada perut mereka berdua semakin menjadi, dokter meminta agar siap karena janin sudah meminta untuk keluar.
bersamaan dengan Datok sampai di rumah sakit bayi keduanya lahir hanya beda beberapa menit. Bayi laki-laki Soleh dan bayi perempuan saliha.
" terimakasih ya sayang." Zidan mengecup kening Kiran, melihat bayi yang menangis keluar dari perut nya Zidan terenyuh begitu istrinya bertaruh dengan nyawa mengeluarkan anak mereka.
Rendi pun merasa lega anak perempuan nya lahir dengan selamat, ana bisa melahirkan dengan normal tanpa ada hambatan. Kedua orang tua yang mendengar tangis bayi di luar merasa senang.
Setelah dibersihkan bayi dan ibunya, Zidan dan Rendi membawa anaknya keluar setelah di adzani. Mereka memamerkan hasil jerih payahnya berbulan-bulan bekerja keras untuk mendapatkan keturunan.
" MasyaAlloh cucu mama komplit ada laki-laki dan perempuan, kebahagiaan mama tak bisa di lukiskan dengan apapun ". mama Reyana meraih anak Rendi karena anaknya Zidan sudah di gendong lebih dulu oleh umi.
Para orang tua tersenyum senang, apalagi mama Reyana yang di beri cucu dua sekaligus. Datok pun tak henti-hentinya tersenyum. tak lama sahabat Rendi dan Zidan satu geng datang setelah mendengar kabar yang Hamdan lontarkan grup langsung ramai.
Ana dan Kiran kini akan di pindahkan ke ruangan rawat inap, Datok meminta ruangan itu bersebalahan agar lebih mudah para orang tua menjenguk.
" Alhamdulillah ya pa cucu kita lahir dengan selamat dan sehat juga ibunya."
" iya ma papa juga sangat bahagia".
tak henti-hentinya Zidan menciumi puncak kepala Kiran, ia sangat bahagia. begitu juga dengan Rendi tak menyangka jika dirinya sekarang menjadi seorang ayah.
Semua berkumpul dengan kebahagiaan, rumah sakit itu cukup ramai. Menjenguk di bebaskan jadi mereka dengan mudah masuk, canda tawa bergulir.
Melepas Lajang meski banyak rintangan yang Zidan lewati, Allah memberikan jalan jika memang mereka itu berjodoh. meski dengan maskawin patungan dan pernikahan numpang semua berjalan dengan baik atas kehendak Allah.
Menjadi sejarah cerita Zidan dan Kiran di app noveltoon berlaman biru ini. Sekian dan terima kasih para pembaca sudah mengikuti tulisan Fenitri Azzukhruf. Baca juga novel komedi religi yang masih on going " Ajari Aku Ustadz".
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_Tamat\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_