
Cinta karena Allah, cinta yang abadi. karena cintaNya yang abadi tak akan menyakiti.
___
Datuk dan Reyana tidak langsung pulang ke negara nya Malaysia ia masih ingin mengunjungi beberapa tempat bisnisnya di Indonesia. Sesampainya di hotel miliknya Reyana merasa kepalanya pusing kejadian lampau ia ingat kembali. Anak kecil yang menangis di depan panti itu terngiang terus dalam benaknya.
" kenapa ma wajahmu sedikit pucat, saye panggilkan dokter ya". Datuk sangat menyayangi istrinya tak ingin istrinya sakit sedikitpun.
" tak apa pa, mama butuh istirahat sebentar saja". Reyana merebahkan tubuhnya untuk tidur. di pijit nya kepala Reyana oleh Datuk tak lama Reyana terlelap.
" kenapa sejak pulang dari pesta Reyana tak baik-baik saja apa yang ia lihat, memang sudah lama sekali aku tak mengajaknya pulang ke negara nya". gumam Datuk lirih membelai kepala Reyana.
Reyana sosok wanita yang Datuk nikahi lima belas tahun silam. Reyana adalah baby sitter Datuk saat anak-anak datuk sefa dan erga masih berumur lima tahun. Datuk seorang duda istrinya meninggal saat melahirkan erga. Reyana sangat menyayangi kedua anak Datuk seperti anaknya sendiri dan seketika Datuk mulai jatuh cinta pada Reyana, Datuk minta izin kepada kedua anaknya tak di sangka kedua anaknya menyetujui Datuk dan Reyana akhirnya menikah.
Reyana menceritakan kepada Datuk soal siapa dirinya sebelum pernikahan di gelar, Datuk tetap dengan keinginan nya untuk menikahi Reyana. Datuk tidak peduli siapa Reyana yang ia tau Reyana orang yang sangat baik, meskipun ia adalah baby sitter dari anaknya Datuk tetap menikahi Reyana karena di satu sisi ini demi anak-anaknya yang butuh sosok seorang ibu juga dirinya yang sudah jatuh cinta kepada Reyana.
Reyana terbangun sudah sedikit reda sakit kepalanya, Reyana lalu duduk bersandar di kepala ranjang. Datuk yang merasakan ada pergerakan di samping nya ia juga lalu membuka matanya. Datuk kemudian ikut duduk di samping Reyana, di peluknya istri yang ia cintai itu. Datuk mengusap-usap kepala Reyana supaya Reyana tak pusing lagi.
" masih pusing sayang". tanya Datuk, Reyana lalu bergerak mencari tempat ternyaman di pelukan suaminya.
" tidak apa-apa pa sudah sedikit reda, mungkin mama kurang minum saja dari tadi". dengan pernikahan Datuk dan Reyana mereka memiliki satu putri yang bernama Ana.
" ceritakan pada papa ada apa ma, sejak dari pesta tadi mama terlihat gelisah. apa ada kaitannya dengan masa lalu mama coba mama katakan pada papa jangan mama pendam sendiri".
" maafkan mama pa, mama masih mengingat anak mama yang mama titipkan di panti dulu".
__ADS_1
" lantas mama melihat nya atau bagaimana". tanya Datuk.
" bukan pa, bahkan mama tak tau seperti apa dia sekarang. hiks...hiks..." Reyana menangis di peluk nya oleh Datuk.
" lalu apa yang mama liat hingga mama gelisah sejak tadi, kita dulu sudah mencarinya ma tapi tak kunjung kita temukan anak mama". Setelah menikah dengan Datuk, Reyana dan Datuk pulang ke Indonesia untuk mencari anaknya namun panti yang dulu Reyana titipi bayi sudah tak ada lagi dan Reyana kehilangan jejak. akhirnya tak di temukan nya anaknya.
" mama ngga tau pa yang mama liat itu benar atau salah, mama melihat ibu panti itu. mama mengingat wajahnya tapi mama takut salah pa, di pesta itu semua orang berkelas mana mungkin ada ibu panti di sana". ucap Reyana lesu ia takut jika dirinya salah menebak seseorang.
" lebih baik kita cari tau ma, tak ada yang tak mungkin bagi Allah. seperti pertemuan kita, di lihat dari kasat mata dan pemikiran tak mungkin kita akan menikah jika kita memikirkan status sosial. tapi Allah menjadikan nya mungkin Kun fayakun Nya ma. mama jangan gelisah lagi kita cari besok ya." Datuk mencium kepala istrinya.
" terima kasih pa, terima kasih banyak"
" mama selalu mengucapkan terima kasih kepada papa setiap waktu apa ngga bosan hmm. Seharusnya papa yang sangat berterima kasih mama menyayangi papa juga sangat menyayangi sefa dan Erga. papa yang sangat berterima kasih kepada mama". mama tersenyum ia mengecup singkat bibir Datuk.
Di kamar hotel tempat yang menjadi penginapan Kiran dan Zidan saat ini. Setelah acara mereka tak keluar hotel sama sekali karena kelelahan. Niat hati ingin melakukan malam panjang lagi tapi ketika Zidan keluar dari kamar mandi Kiran sudah mendengkur halus ia tidur. zidan mengusap kepala Kiran menyelimuti nya, ia tau jika istrinya kini sangat lelah.
" eh malah molor gagal deh". Zidan terkekeh, Zidan lalu naik ke ranjang mengikuti istrinya di peluknya sang istri yang sudah terlelap.
Di kamar yang lain Hamdan dan kia sedang berbincang tentang anaknya Alif yang lumayan aktif. Alif kini sudah memasuki sekolah taman kanak-kanak. Pengasuhannya di pegang oleh Zakia sendiri hingga kini Alif sudah menghafal 5 juz Alquran.
" kenapa hmmm, mau jadi pengantin baru juga " goda Hamdan pada Zakia, karena Zakia sejak tadi memeluk Hamdan tanpa melonggarkan sedikit pun.
" mas apaan sih, anaknya sudah dua juga".
" Bikin yang ketiga sayang, kita masih muda manfaat kan umur buat anak yang banyak biar rame.". Hamdan langsung menampakkan wajah sedih ia mengingat Hanafi kakaknya. Hamdan hanya dua bersaudara ketika Hanafi meninggal tinggallah dirinya seorang tak ada saudara kandung lagi.
__ADS_1
" mas kenapa kok malah sedih".
" ngga apa-apa sayang mas hanya ingat sama kak Hanafi, dulu mas hanya dua bersaudara ketika Allah mengambil kak Hanafi mas jadi sangat kesepian. mas habiskan kehidupan mas hanya untuk karir, itulah cara mas mengalihkan kesedihan mas. ". Zakia mencium sudut bibir suaminya dengan singkat.
" jangan sedih mas, Allah lebih sayang dengan Kak Hanafi. Biar ngga sepi kita bikin anak yang banyak ya, mas mau berapa". Hamdan langsung tersenyum.
" serius sayang".
" iya mas apa sih yang ngga, jika Allah mengizinkan insyaAlloh kia akan melahirkan anak sebanyak-banyaknya". ucap kia bersemangat, Hamdan pun tersenyum lebar.
" mas mau sebelas biar kayak itu artis siapa mas lupa".
" gen halilintar"
" nah iya biar rame, Abah dan umma ngga kesepian lagi". Hamdan terkekeh.
" siap". kia mengacungkan jempolnya menunjukkan setuju.
Hamdan langsung memberondong diri kia, mulai lagi di antara mereka menyatukan cinta. Cinta karena Allah, cinta yang abadi. karena cintaNya yang abadi tak akan menyakiti. Bulan pun mulai berbisik.
" wahai awan tutuplah aku biar redup, aku tak mau melihatnya. Aku akan selalu mendoakan untuk semua pasangan dimanapun berada semoga bahagia selamanya". aamiin.
Bulan mulai redup kini yang ada awan hitam yang menutupi, hujan turun rintik-rintik menemani malam yang dingin.
___
__ADS_1