
Begitulah hati umi yang begitu lembut ia tak pernah membenci seseorang meski sudah menyakiti hatinya.
___
Hari ini adalah hari pernikahan antara Tedy dan Kiran, Kiran sudah di dandani oleh make up ternama namun bukan langganan dari Laura istri Tedy. Pagi itu setelah shalat duha Kiran memakai gaun pengantin yang sangat indah bak bidadari sangat cantik. ia menahan air matanya, umi datang ke panti pagi sekali tanpa Zidan karena Zidan tak mau datang. Abi yang mengantar dengan naik taksi, umi tak tega mengingat Kiran sangat ia sayangi.
" Kamu cantik sekali nak". Kiran mendengar suara umi langsung berbalik ke arah di mana umi berada, ia lalu menghampiri umi dan menangis memeluk umi.
" maafkan Kiran umi" air mata tak bisa di bendung oleh umi juga Kiran.
" kamu akan jadi pengantin hari ini jangan menangis sayang nanti tak cantik lagi". umi melerai pelukan Kiran lalu mengusap air matanya.
" umi mu semalam tak bisa tidur ia ingin cepat datang ke sini melihat anak perempuannya yang cantik akan menikah". ucap Abi ia juga mengantar umi ke kamar Kiran takut jika umi berkata yang bisa membuat hati kiran sakit.
Umi menggandeng tangan Kiran agar kembali duduk di depan kaca untuk di make up kembali. sebagian make up nya rusak karena penuh dengan air mata. Dada Kiran terasa sesak sangat nyeri, lebih lagi umi datang khusus untuknya. umi tak membenci Kiran justru menghadirkan Kiran dalam hatinya menganggap seorang anak perempuan. begitulah hati umi yang begitu lembut ia tak pernah membenci seseorang meski sudah menyakiti hatinya.
" Umi datang sama Abi saja nak ingin melihatmu menikah". umi mengusap kepala Kiran berkali-kali.
" umi tak ingin melihat putri umi menangis di hari pernikahannya". lagi-lagi umi menguatkan Kiran.
_
Misi berlanjut Niko dan Anita, Rendi serta Fadil pergi ke rumah Tedy pagi ini. Sulit untuk masuk ke rumah Tedy tak sembarangan orang bisa masuk. Pagi itu Rendi sudah minta izin kepada satpam namun satpam tak mengizinkan masuk.
" Ren kamu itu seorang polisi gitu aja susah, mana pistolmu" Rendi terbelalak Niko akan memakai dengan cara sadis.
" kamu lakuin apa sih Niko jangan macam-macam itu punya negara, harus ada izin memakai nya".
__ADS_1
" Sebelum semuanya terlambat demi adikmu Kiran kita harus bertindak lebih cepat kalau tidak keburu ijab kabul di ikrarkan sama Tedy bear". Niko datang membawa Anita, supaya Laura istri dari Tedy itu percaya dengan kedatangan mereka.
akhirnya Rendi mengambil alih pistolnya dengan mengucap bismillah ia menodongkan pistol itu di kepala satpam. meski satpam itu bergaya preman dengan badan hitam gagah Rendi mengeluarkan jati dirinya sebagai polisi. akhirnya mereka masuk ke rumah itu, Fadil yang berjaga di luar dengan memegang pistol.
" sudah pak satpam kamu diam saja kalau tak ingin aku tembak, aku tak mau mengotori tanganku dengan membunuhmu". satpam itu menelan ludah ia hanya diam saja dengan keringat bercucuran.
Rendi, Niko dan Anita masuk ke kediaman Laura. mereka harus cepat karena akad nikah akan di adakan jam 10 pagi. Hamdan dan Tomi di tugaskan untuk menahan penghulu dan yang lainnya sebelum mereka datang. Semua nya tegang tak ada yang tidak jantungnya deg-deg an tak terkecuali penulis nya.
Di dalam rumah di kamarnya Zidan masih guling-guling ke sana kemari mengingat hari ini Kiran akan menjadi istri orang. ia hanya keluar masuk kemudian bersembunyi di bawah selimut. Alif tiba-tiba datang ia langsung masuk ke kamar Zidan, ada Zakia bersama Abah dan umma menghampiri Zidan.
" ayo om kita ke pesta". Alif menarik-narik selimut Zidan.
" Alif datang saja sama Abi dan umi mu ya, om lagi ngga enak badan". Zidan kembali menarik selimutnya hingga menutupi kepala.
" ayo om di sana nanti banyak makanan, om rugi kalau tak datang hari ini. ayo om ganti pakaian temani Alif. Oma sama opa, kakek sama nenek, Abi sama umi semua datang masa om ngga datang. ayo om". kembali Alif menarik tangan Zidan.
" kita jalan kaki gitu om, tak ada supir. umi tak dan opa tak di dizinkan Abi untuk menyupir. setidaknya om jadi supir mengantar kami".
" kak ayolah kak berangkat, bukan begini caranya parah hati. semua juga sudah menunggu kakak, jika kakak benar-benar mencintai Kiran kakak tak akan membencinya dan akan datang ke pesta nya". ucap kia meyakinkan Zidan.
" mana aku sanggup melihatnya kia". Zidan kembali menjatuhkan dirinya di ranjang.
" ayo om". Alif menariknya lagi, Zidan tak mungkin menolak Alif itulah sengaja mengajak Alif untuk merayu kakaknya yang sedang patah hati.
" iya iya tunggu sebentar om ganti baju dulu". Alif menutup mulutnya ingin tertawa tapi ia menahan perintah dari umi Zakia.
Tedy dan rombongan datang sebagai pengantin laki-laki nya. Hamdan dan Tomi sudah siap untuk menghalau acaranya menunggu Rendi membawa Laura istri Tedy. Tedy membawa beberapa pengawal sulit untuk Tomi dan Hamdan mendekati Tedy.
__ADS_1
" siapa kalian". tanya pembantu yang bekerja di rumah Laura.
" nyonya mu ada saya ingin bertemu sangat penting". tanya Anita langsung.
" kalian ada perlu apa mencari nyonya saya". tanya bibi heran juga takut melihat Rendi masih membawa pistolnya.
" pistolmu ren". Rendi nyengir ia lupa menyimpannya.
" kami benar-benar ada keperluan sama nyonya mu ini penting, tuan mu Tedy akan menikah lagi". bibi terkejut kemarin tuannya pamit akan berada di luar kota beberapa hari.
" kalian tunggu di sini saya panggilkan ibu". bibik lalu berlari naik ke atas.
Laura pun kaget mendengar cerita bibi, ingin memastikan kemudian ia turun menemui mereka.
" kalian jangan menghancurkan rumah tangga kami dengan membaut gosip murahan". ucap Laura.
" untuk apa kami berniat seperti itu Bu". lalu Niko dan Rendi menceritakan semuanya, dan Laura pun terkejut. memang benar tanah itu ayahnya wakafkan untuk panti, ternyata semua harta Tedy adalah warisan punya istrinya bukan Tedy yang kaya tapi istrinya.
" Sebaiknya Bu Laura ikut kami supaya pernikahan suami ibu gagal kami tak bisa melakukan nya karena kekuasaan suami ibu.". Laura kemudian minta bibi mengambilkan tas nya dan ia akan mengikuti mereka. Mereka senang namun di sana ijab kabul sudah akan mulai, Hamdan dan Tomi panik.
" ayo Hamdan lakukan sesuatu". ucap Tomi.
" apa, aku bingung Tomi".
" ya Allah jangan sampai ini terjadi". Tomi jalan kesana kemari mencari ide.
Tomi menabrakkan dirinya jatuh mengenai foto prewed antara Tedy dan Kiran. Suasana jadi ramai hingga penghulu menunda ijab kabulnya karena semua fokus melihat ke arah Tomi. Penghulu memulai lagi acara ijab kabul, dan ketika Tedy ingin mengucapkan ijab kabul Laura datang.
__ADS_1
___