
" hal kecil tapi bisa menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang setiap hari".
___
Bulan bersinar remang-remang, bintang pun malu ia tak ingin nampak. Awan mulai berkabut ia mulai gelap, kini semesta pun mendukung sang pengantin baru. sebagian orang pasti sudah tidur karena angin bertiup sepoi-sepoi membuat bulu kuduk jadi merinding. malam itu gerimis cuaca semakin dingin.
" hadiah dari kia untukmu".
" apa kak". Kiran mulai membukanya, matanya melotot melihat baju yang tak selesai mereka jahit.
" isinya apa dek". Zidan mendekat ia juga penasaran dengan kado adiknya. Zakia pesan jika kado ini harus sampai ke tangan Kiran tak boleh siapa pun membukanya. Kiran menyembunyikan di bawah bantal ia menyelipkan nya di sana.
" bukan apa-apa kak rahasia wanita".
" kakak mau liat aku ini suamimu, kemarin kakak udah bilang kan jika tak boleh ada yang di sembunyikan di antara kita."
" tapi kak,". Kiran menindih bantal itu, Zidan merebutnya akhirnya ia menemukan nya.
" MasyaAlloh cantiknya jika di pakai sama Istriku". Kiran menutup wajahnya ia malu.
" simpan aja kak, jangan suruh Kiran pakai nanti masuk angin". ucap Kiran ia mulai membuka wajahnya. namun Zidan masih menenteng nya membayangkan Kiran memakainya.
" kamu tak bisa gitu dek kita harus menghormati orang yang sudah ngasih hadiah ke kita, kia sudah berjuang untuk mencari ini ia spesial kan untuk mu. Pakai ya tak ada yang liat cuma kakak yang bisa liat, pembaca juga tak akan bisa ngeliat." Zidan sudah tak sabar melihat Kiran memakai lingerie hadiah dari kia.
" Kiran malu kak".
" apa mau kakak yang menggantinya". lingerie dengan warna Salem lembut tipis nerawang. Kiran lalu pergi ke kamar mandi menuruti suaminya agar ia berganti dengan lingerie hadiah dari kia adiknya. Zidan pun melepas pakaian nya ia biasa tidur tak memakai pakaian hanya dengan celana boxer. ini pertama kalinya Zidan di hadapan Kiran.
Perlahan Kiran membuka pintu kamar mandi namun ia belum kunjung keluar, membaut zidan makin penasaran. ada apa dengan Kiran lama sekali hanya berganti pakaian seperti itu aja.
__ADS_1
" kenapa lama dek cepetan keluar mau kakak susul". Kiran lalu keluar di pakainya jaket Zidan di lapis lingerie nya namun tak dengan kakinya. lingerie itu hanya sebatas paha, paha Kiran terlihat putih dan mulus.
glek.
Zidan menelan ludahnya, kini Kiran sudah halal baginya.
" kenapa harus pakai jaket kamu ngga bakal masuk angin, ini adalah pakaian terbaik yang pernah kakak liat saat kamu kenakan". ucap Zidan, Kiran hanya diam menahan napas Zidan perlahan membuka jaketnya.
Di rengkuh nya jemari Kiran perlahan ia menyusuri wajah Kiran, dengan lembut ******* bibirnya semakin intens. Kiran belum membalas ia diam membeku, namun Zidan terus menggoda istrinya itu semakin dalam di sesapnya hingga bertukar Saliva antara kedua nya. Zidan menggigit bibir Kiran agar ia membuka mulutnya kini Kiran sudah mulai membalas ciuman lembut Zidan. Mulai ke bawah semakin ke bawah lalu Kiran menahan Zidan supaya berhenti, nafasnya sudah teengah-engah. jiwanya panas seakan letupan-letupan itu sudah mulai memanas.
" kak tunggu". Zidan berhenti ia mendongak ke wajah istrinya.
" kenapa sayang ini tanggung".
" matikan dulu lampunya supaya pembaca tak liat". penulis mencebik.
" ngga apa-apa liat biar mereka praktek dengan suaminya masing-masing". ucap Zidan ia mulai bergerilya lagi.
" baiklah, maaf pembaca permintaan istriku kalian tak boleh liat". Kiran terkekeh. penulis juga tak bisa melanjutkan menulisnya, gelap pembaca.
Akhirnya penyatuan dua insan itu terjadi, Zidan berbuka dengan yang manis-manis. rengkuhan kehangatan antara keduanya setelah berwudhu dan berdoa sebelum melakukan nya sngat indah. Zidan ambruk di sisi Kiran ia lemas ini pertama kalinya bagi Zidan setelah lama berpuasa menahan nafsu. Kiran pun sangat lelah rasanya badannya remuk dan sakit pada bagian bawahnya. meskipun sulit Zidan bisa membobol gawang pertahanan.
Kini bulan mulai tersenyum ia ikut tersipu malu, malam ini hanya ia yang tak tertutup oleh awan samar-samar terlihat olehnya. Cuaca dingin dengan angin yang berhembus mengeratkan pelukan mereka merasakan kehangatan yang sudah halal bagi keduanya.
***
pukul empat pagi Zidan sudah bangun ia melihat istrinya yang masih terlelap dalam pelukannya, Zidan memindai kepala Kiran perlahan ia lalu pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya takut tidak kebagian shalat malam. namun Zidan tak mau membangunkan Kiran ia begitu kasihan. Senyum Zidan terukir ia banyak bersyukur Allah mengabulkan doa-doanya.
Zidan selesai shalat malam dan di tutup dengan witir. Zidan lalu meraih kitab sucinya perlahan ia mulai membacanya. Kiran mendengar suara suaminya yang indah, lantunan ayat suci itu di bacakan oleh Zidan dengan begitu merdu. Kiran bangun namun ia sulit untuk berjalan, perlahan Kiran turun dari ranjang. Zidan merasakan pergerakan istrinya lalu ia mengakhiri tilawahnya tersenyum melihat Kiran yang sudah bangun.
__ADS_1
" jangan di paksa kan jalan kalau tak bisa, kakak akan gendong"
" Kiran bisa jalan kak tak apa". Kiran berjalan dengan terseok, tubuhnya yang tanpa sehelai benang ia tutupi dengan selimut.
" kenapa harus malu sama kakak, kakak sudah melihat semuanya sangat indah". Kiran malu ia lalu masuk ke kamar mandi dengan cepat. Zidan terkekeh melihat pergerakan istri nya. Zidan kemudian menyiapkan baju untuk Kiran, di raupnya sprei yang di pakai semalam terdapat bercak merah membuat Zidan tersenyum bahagia. Kiran menjaganya untuk nya.
Kiran keluar kamar mandi masih menggunakan bathrobe ia tak bawa baju ganti di dalam karena terburu-buru.
" cepetan ganti baju kalau sholat masih ada waktu sebwlum adzan subuh sayang".
" kakak berbalik ke sana ". ucap Kiran ia malu.
" kenapa bahkan kakak sudah melihat semuanya semalam juga merasakan nya sangat manis". Zidan menggoda Kiran kembali membuat Kiran makin malu.
" kakak..." Zidan terkekeh. akhirnya Zidan berbalik menuruti sang istri nampaknya Kiran benar-benar malu ini pertama kalinya di hadapan suaminya.
Kiran melakukan shalat malam dan Zidan melanjutkan tilawahnya hingga menunggu adzan subuh. Hujan kembali mengguyur Zidan tak jadi keluar rumah untuk berjamaah di masjid karena angin cukup kencang dan hujan cukup deras. Zidan mengimami shalat subuh dengan tiga makmum, Abi, umi dan Kiran. setelah selesai ia Salim kepada umi dan Abi, Abi tak malu menampakkan kemesraan nya di hadapan anak dan menantunya. setelah Salim ia mencium kening umi, Kiran yang kelimpungan ia malu.
" jangan malu sayang, ini hal yang paling kakak suka dari umi dan Abi meski sudah tua mereka masih mesra melakukan hal kecil seperti ini".
" hal kecil tapi bisa menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang setiap hari". Zidan lalu mengikuti Abi mencium kening Kiran di hadapan mereka membuat Abi dan umi terkekeh.
" dasar Zidan...
" Zidan kan nurutin Abi...
semuanya terkekeh umi lalu memeluk Kiran menunjukkan kasih sayang untuk menantunya itu.
____
__ADS_1
DM penulis jika tulisan terlalu vulgar.