
kita harus bergerak cepat sebelum janur kuning melengkung antara keduanya, pasti tak enak menikah tanpa adanya cinta.
-
Kini Hamdan langsung pulang ia tidak jadi pergi, di satu sisi Hamdan kasihan dengan Zidan juga Kiran. mereka saling mencintai tapi tak bisa untuk bersatu, kini Hamdan langsung menghubungi Tomi.
" assalamu'alaikum gimana" . tanya Tomi.
" wa'alaikumsalam aku mau ketemu sama kamu, apa Kiran masuk kantor hari ini".
" iya bisa nanti saja jam makan siang, Kiran ada di kantor".
" aku mau bicara dengannya dulu, semuanya jadi rumit tom kita harus segera bertindak untuk mengatasi masalah ini". Hamdan mendesah bisa-bisanya ia kecolongan dengan masalah sebesar ini, padahal mereka semua adalah orang terdekat.
" iya nanti aku panggil ke ruangan ku, jam makan siang saja ke sini nya Zidan pasti akan keluar untuk makan siang" Tomi mengakhiri teleponnya ia kembali bekerja.
-
Zakia melihat suaminya tak jadi pergi, ia pulang lagi duduk di sofa menyandarkan punggungnya. Zakia kemudian menghampiri suaminya yang terlihat sedang ada masalah.
" kenapa balik lagi mas, ngga jadi pergi". tanya kia mengusap lengan suaminya.
" nanti siang mau ke kantor".
" ada apa mas, kenapa gelisah seperti ini. cerita sama kia". Hamdan tak ingin bercerita namun kia pasti akan tanya terus atau mencari tau sendiri, daripada tau dari orang lain lebih baik tau dari dirinya sendiri.
" Zidan dan Kiran".
" mereka ada apa". kia langsung saja terkejut, dulu mereka di jodoh-jodohkan namun sepertinya mereka hanya hubungan antara kakak dan adik seperti Hamdan dan Kiran.
" ceritanya sedikit panjang sayang"
" kia mau dengar mas". istrinya jika sudah merajuk Hamdan tak bisa menyembunyikan apapun darinya.
" Zidan kemarin melamar Kiran".
" Alhamdulillah, terus ". kia mendengarkan dengan seksama meminta Hamdan dengan jelas bercerita.
__ADS_1
" Kiran menolak". singkat Hamdan masih belum ingin bercerita.
" kok bisa gitu sih mas, kenapa apa ada yang kurang dari kak Zidan. ". itulah yang Hamdan tak mau pasti kia akan panjang lebar menanyakan hal ini.
" ada beberapa masalah yang akan mas selesaikan, kamu mau janji". kia berfikir sebenarnya ia penasaran tentang kakaknya zidan.
" janji untuk apa".
" jangan tanya dulu sebelum mas menyelesaikan masalahnya, juga jangan tanya sebelum mas bercerita". ucap Hamdan ia masih enggan cerita.
" kapan kakak mengkhitbah Kiran".
" sayang...". kia nyengir barusan saja Hamdan mengatakan jangan tanya sebelum Hamdan cerita.
" kia ingin tau mas".
" detailnya belum jelas sayang mas pasti akan cerita, sekarang yang harus sayang lakukan jangan sampai Zidan tau jika kita sudah tau tentang khitbah ini. hal ini Tomi yang tidak sengaja mendengar obrolan mereka, dan sekarang Zidan sedang galau ia gunakan waktu nya hanya full untuk bekerja". Hamdan sembari mengusap kepala Zakia.
" janji ya mas akan cerita".
" iya sayang itu pasti apa sih yang ngga buat istri Hamdan ". kemudian hamdan mengecup kening istrinya. kia malu-malu saat Hamdan memperlakukannya masih seperti pengantin baru, manis mesra.
-
Siang hari seperti biasa Kiran makan siang bersama Tomi, namun saat itu tak terlihat Zidan keluar dari ruangan nya. Kiran berkali-kali melihat ke arah pintu Zidan namun tak kunjung terlihat. kemudian Kiran di panggil oleh Tomi untuk ikut makan siang, seperti biasa Kiran tidak akan pernah menolaknya.
" Makan yang banyak biar cepet gede dek". ucap Tomi membuat suasana biar tak tegang, Tomi mengambilkan makanan untuk Kiran. Tomi tau jika Kiran saat ini sedang gelisah.
" udah gede kak, Kiran bukan anak kecil lagi".
" iya tapi kamu tetep adek kakak, seorang adik tak harus menyimpan rahasia kepada kakaknya." hati Kiran seperti tercubit oleh Tomi, ia merasa jika benar yang di bilang Tomi jika saat ini ia sedang menyembunyikan sesuatu kepada mereka.
" kenapa diam ayo cepat makan, kakak lapar banget". Kiran lalu mengangguk ia segera makan.
Makan siang telah selesai Kiran merapikan bekal yang di bawa oleh Tomi. Setelah selesai makan Tomi pun menghubungi Hamdan jika mereka sudah selesai makan dan Kiran saat ini masih ada di ruangan nya.
suara pintu terbuka dan ucapan salam terdengar, Kiran dan Tomi menjawab salam dari bos besar perusahaan ini.
__ADS_1
" duduk dek". deg... perasaan Kiran ada yang tidak beres sehingga Hamdan datang.
" iya kak, kakak dari mana"
" dari rumah Abi pulang lalu kesini". Kiran sudah gelisah pasti ada sesuatu hingga Hamdan mengajaknya bicara.
" oh iya kak, Kiran lanjut kerja lagi ya kak". ucap Kiran.
" sibuk sekali ya". Kiran mengangguk ia terlihat gugup dan takut.
" ya sudah sana selesai kan pekerjaan nya, kakak ada perlu sama Tomi". Kiran terlihat lega ia menghembuskan nafas pelan. Kiran lalu keluar ia melanjutkan pekerjaan nya, masih sama ruangan Zidan masih tertutup.
Zidan benar-benar gila dengan pekerjaan nya hingga ia telat makan, itu cara dia mengalihkan pikirannya yang masih di penuhi dengan Kiran.
" apa yang kamu dapat dari panti tom". tanya Hamdan.
" ada seseorang yang ingin mengambil alih tanah panti. ia adalah anak dari orang yang dulu telah mewakafkan tanah itu, dan ia memegang sertifikat nya. Tedy namanya ia memberikan harga yang fantastis untuk harga tanah panti dengan sebutan miliar. ibu panti mana mungkin bisa membayar nya, Tedy meminta Kiran untuk di nikahi baru ia impas tanah itu tak akan ia minta dan Kiran menyetujui. sebenarnya ibu panti sudah menolaknya namun Kiran kekeh ia berkorban demi panti dan anak-anak panti. ". jelas Tomi.
" kenapa ia tak memberitahu kita tom, astaghfirullah sama juga dengan Abi dan umi aku serta kia tak tau jika umi dan Abi datang ke panti mengkhitbah Kiran". Hamdan memegang kepalanya ia geram dengan orang-orang.
" semuanya sudah terjadi Hamdan kita tak bisa lagi menahan Kiran yang bisa kita lakukan sekarang adalah mencari tau siapa Tedy sebenarnya kenapa ia begitu tega dengan anak-anak panti."
" kita butuh bantuan Rendi dan Niko agar ia melacak siapa si Tedy itu"
" sepertinya kita harus bergerak cepat"
" iya memang sebelum Zidan juga menikah dengan orang sudah taaruf dengannya"
" apa maksudmu Hamdan".Tomi ingin penjelasan.
" Zidan sudha ta'aruf dengan wanita lain dan ia mengiyakan kata Abi Zidan itu tak tulus sepertinya hanya ia jadikan untuk pelarian karena sakit hatinya". ucap Hamdan.
" astaghfirullah kenapa makin rumit, kapan pernikahan Zidan".
" secepatnya."
" betul kita harus bergerak cepat sebelum janur kuning melengkung antara keduanya, pasti tak akan enak menikah tanpa cinta atau pun rasa nyaman". Tomi berfikir apa yang harus mereka lakukan. secepatnya ia harus menemukan siapa Tedy itu. Hamdan dan Tomi begitu menyayangi Kiran mereka tak mau jika adiknya sedih, Kiran anak yang baik.
__ADS_1
-
bersambung