Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 54 #akad kembali


__ADS_3

" pa Zidan minta izin untuk mengucap kan akad kembali menikahi Kiran".


" tidak " semua orang melihat ke arah papa aldo, Zidan pun terkejut mendengarnya.


" apa maksudmu Aldo mereka saling mencintai, mereka sudah menikah hanya karena tau jika kamu masih hidup mereka ingin melakukan akad kembali agar benar-benar Syah". mama Reyana geram, tak menyangka Aldo akan menolaknya.


" tidak boleh kelamaan papa juga pingin segera punya cucu." semua orang menghela nafas lega apalagi Zidan yang sempat kaget dengan jawaban papa Aldo. Bagaikan Zidan dijatuhkan nya dari langit hancur berkeping-keping kini sudah di angkat lagi kepingan itu kembali utuh.


" ya Allah Aldo aku juga ikut panik, bisa aku hajar habis-habisan jika kamu menolak yang anak kita cintai. dia bukan hanya anak kamu saja, Kiran juga anakku tak peduli ia bukan darah daging ku tapi dia anakku sama seperti anak-anakku yang lainnya". aldo terkekeh baru kali ini merasa bahagia tawanya lepas.


" maaf kan aku, hari ini aku sangat bahagia. telah mempunyai anak juga mendapat bonus anak menantu mau cepat bonus juga cucu". semua terkekeh mendengar penuturan aldo.


" baiklah kalau begitu kita segera adakan akadnya, sepertinya Zidan benar-benar tak sabar semalam ia tak bisa tidur dengan Istrinya". semua tertawa riang, Zidan hanya nyengir saja dan Kiran tersipu malu.


Penghulu dan Aldo sudah duduk di hadapan Zidan, ucapan ijab kabul di lantunkan lagi dengan maskawin yang sama hasil patungan. Kiran tak ingin di ganti lagi katanya ia suka, sebagai kenangan dalam pernikahan nya. Karena sudah pernah melakukan ijab kabul sangat lancar, hanya dengan satu tarikan nafas Zidan bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar papa aldo yang menikahkan nya sendiri. Aldo menitikkan air mata tak di sangkanya ia bisa menikah kan anaknya sendiri.


" terima kasih Datok terima kasih untuk semuanya".


" sudah jangan menangis kita teman, kita sama-sama ayah dari Kiran. jangan buat Kiran sedih, doakan saja semoga kehidupan anak kita Kiran akan bahagia segera memiliki keturunan aku sudah tak sabar jadi kakek". Datok menepuk bahu Aldo.


" iya papa, insyaAlloh Kiran akan sering kesini. bagaimana pun papa adalah papanya kiran".


" tetap berlakulah baik disini, kamu akan bisa dapat potongan tahanan dan bisa keluar dari penjara ini. kamu akan bisa bermain dengan cucumu, kita bersama-sama menimang cucu".


" doakan saja insyaAllah aku bisa cepat keluar". saat itu aldo masuk penjara di umur 27 tahun dan di vonis hukuman seumur hidup.

__ADS_1


" tak bisakah jika akad satu kali lagi pak penghulu". tanya Rendi tiba-tiba semua melotot melihat ke arahnya.


" ya Allah Rendi sabar, Mr Jack belum menemui Datok". ucap Abi geleng-geleng melihat Rendi yang tak sabar.


" Rendi takut bergelimang dosa Abi, tiap waktu memikirkan ana terus".


" kami tu pinter banget ngeles ngga malu apa sama seragammu itu". Rendi meringis ia kesal pamannya Jack belum menemui Datok.


" oke kita adakan akad sebelum papa pulang ke Malaysia". ucap Datok biar Rendi diam tak merengek lagi.


" Alhamdulillah..." teriak rendi senang, semua geleng-geleng kepala melihat Rendi senang. ana yang ada di situ hanya tersipu malu, mereka akan melakukan pernikahan di Indonesia tidak di Malaysia. nanti di Malaysia akan di laksanakan resepsi mengingat keluarga Datok banyak yang ada di Malaysia.


Acara selesai mama Reyana membagikan makanan dan kue untuk seluruh tahanan yang ada di situ juga kepada petugas. kebahagiaan menyertai semua yang ada di tahanan begitu bahagia mereka juga mendoakan Kiran dan Zidan. Semua pamit karena sudah menghabiskan waktu lama untuk menjenguk aldo, polisi tak bisa memberi waktu lagi.


" iya nak papa sangat berterima kasih kamu sudah mau ke sini jenguk papa. nak Zidan papa titip Kiran, papa mohon bahagiakan dia. Kiran anak papa satu-satunya, dan ingat cepat beri papa cucu". ucap Aldo sembari ia menitikkan air mata.


" insyaAlloh pa, doakan kami." Aldo mengangguk ia tak bisa berkata-kata lagi rasanya hatinya perih mengingat kekejaman yang ia lakukan pada Kiran.


" kami pamit ya Aldo, terus berlakulah baik di sini dan tingkatkan terus imanmu. jangan khawatir ada kami yang akan menjaga anakmu". aldo menangis ia memeluk datok.


kemudian semua pamit untuk pulang, Aldo masuk lagi ke jeruji besi dengan air mata berlinang air mata bahagia melihat anaknya bahagia dengan laki-laki yang di cintai nya.


" mantan istri mu cantik sekali Aldo". ucap salah satu tahanan yang tadi memandangi Reyana, umurnya tak jauh dari Aldo.


" ya itu dia, wanita yang aku cintai dulu. ".

__ADS_1


" kenapa kamu sia-siakan, sepertinya ia sekarang sangat kaya". Aldo mendengus ia memang menyesal, tapi juga bahagia karena Reyana memperoleh laki-laki seperti Datok yang begitu mencintai nya.


" Alhamdulillah ia sudah mendapat kan kebahagiaan nya, aku memang tak pantas untuk nya. ada laki-laki yang pantas bersanding dengannya aku ikut bahagia".


" kamu tak cemburu". Aldo hanya tersenyum menanggapi ucapan temannya satu sel itu.


" tidak, aku bahagia ia sekarang sudah hidup bahagia".


" ah kamu bohong, terlihat dari wajahmu saat memandang nya. aku rasa kamu juga masih sangat mencintai nya".


" aku memang mencintai nya dulu, sekarang ia sudah tak halal bagiku tak seharusnya aku mencintainya lagi. cinta tak harus memiliki kan, biarkan ia menjadi milik orang lain meski aku terluka*.


" miris banget kisah hidup kamu Aldo". ejek temannya itu.


" Alhamdulillah di jeruji besi ini membuatku bahagia, karana di sini aku bisa mengenal Allah kembali, disinilah aku bisa muhasabah diri".


" kamu hebat sekarang bisa benar-benar bertaubat, aku belum bisa".


" jangan hanya niat untuk bertaubat saja, tapi dari hati dan mulailah untuk melakukan perubahan. jika kamu hanya diam saja tak melakukan apapun itu namanya kamu belum sungguh-sungguh untuk bertaubat.".


Temannya yang satu jeruji manggut-manggut semua mendengar ucapan Aldo. di akhir-akhir ini Aldo benar-benar sudah berubah bahkan teman-temannya mengakuinya.


Semua kembali ke rumah zidan, Zidan ingin pernikahan ana dan Rendi di adakan di rumahnya. Datok dan Reyana menolak takut merepotkan, namun Zidan dan orang tuanya memaksanya. Karena ana saat ini adalah kakaknya, Datok dan Reyana merupakan orang tuanya mereka ingin hubungan antara mereka semakin erat. ana akan tinggal di Indonesia nantinya mengingat tugas Rendi sebagai abdi negara dan ana akan membantu papa nya memgurus perusahaan nya yang ada di Indonesia.


___

__ADS_1


__ADS_2