Melepas Lajang

Melepas Lajang
Bab 33 #zidan pingsan


__ADS_3

Semua orang punya hak mencintai siapapun tak terkecuali mas Zidan. jika memang Allah menjodohkan kami, kami pasti akan bertemu di pelaminan.


___


Zidan jatuh pingsan sebenarnya sejak tadi kepalanya pusing, tidak makan siang pola makannya jadi kacau semenjak kejadian itu. Tomi dan Hamdan langsung menghampiri Zidan, Kiran pun panik melihat Zidan terkulai lemah.


" astaghfirullah kenapa ini bocah baru gini aja udah pingsan". gerutu Tomi melihat Zidan terbaring di lantai.


" kita bawa ke rumah sakit aku takut jika serius". ucap Hamdan.


" kak Zidan hiks..hikss.." Kiran yang melihat hal itu hanya bisa menangis.


Tomi dan Hamdan mengangkat tubuh Zidan untuk keluar ruangan dan memanggil karyawan lain untuk membantu nya. karyawan pun berduyun-duyun mempertanyakan sebab Zidan pingsan. Tomi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah sakit. sesampainya para perawat berduyun-duyun menghampiri, kebetulan juga saat itu Azzam sedang tugas jadi ia langsung yang menangani Zidan.


" ada apa ini Hamdan". tanya azzam melihat Zidan yang pingsan.


" ngga tau kak di kantor Zidan tiba-tiba pingsan". ucap Hamdan...


" tunggu kakak coba periksa dulu".


denyut nadinya lemah dan ia kekurangan cairan, Zidan dehidrasi juga lambungnya sedang dalam masalah. fix Zidan galau kena virus cinta wkwkwk.


" infus saja dengan volume cepat sus, pasien kekurangan cairan". Azzam masih terus memeriksa keadaan Zidan.


" baik dok". kemudian suster mengubah volume tetes cairan pada infusan lebih cepat. Setelah selesai Azzam keluar, Zidan hanya butuh istirahat.


" bagaimana keadaan Zidan kak" tanya Hamdan panik ia juga sudah menghubungi mertuanya serta istri nya Zakia.


" tak ada yang serius cuma Zidan kekurangan cairan ia hanya butuh di infus juga bermasalah dengan lambungnya seperti nya ia sulit makan." ucap Azzam menerangkan.


" ya Allah tu bocah galau sampai lupa makan dan minum ia mau mati pelan-pelan,". gumam Tomi .

__ADS_1


" bisakah kita melihatnya kak". Azzam memeprsilahkan mereka untuk masuk. Kiran masih tetap menangis melihat Zidan dengan infusan terkulai lemah tak berdaya.


Umi dan Abi datang bersama Zakia di antar oleh sopir mereka, mereka masuk ke rumah sakit di depan pintu rumah sakit bertemu dengan Anisa. Anisa mengantar uminya untuk cek kesehatan.


" umi , Abi..." Anisa langsung Salim mencium tangan mereka.


" Anisa,,,". panggil umi, umi menoleh ke arah Abi memberi kode.


" siapa yang sakit umi". tanya Anisa langsung. umi menoleh ke arah Abi lagi.


" Zidan tadi pingsan di kantor". ucap Abi. kia hanya melihat gelagat umi dan abinya sebenarnya ia penasaran siapa Anisa ini Zakia tidak mengenalnya.


" innalilahi terus sekarang bagaimana Abi". Anisa dengar kabar itu langsung panik.


" Abi juga belum liat keadaan nya kita baru saja datang, kalau begitu mari kita liat sama-sama". mereka berjalan menuju ruangan di mana Zidan di rawat, masih ada yang penasaran dengan sosok wanita saliha dan cantik itu. sejak tadi Zakia hanya diam saja ia lebih fokus untuk melihat keadaan kakaknya.


Di dalam ada Kiran, Tomi juga Hamdan menunggu Zidan yang belum sadar. Tomi dan Hamdan tak tega melihat adiknya menangis mengkhawatirkan Zidan.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Tomi membukanya membiarkan mereka masuk. ada seseorang yang asing baginya yaitu Anisa, dalam benaknya terdapat banyak sekali pertanyaan. tak hanya Tomi juga Hamdan, kalau Kiran masih dalam keadaan sedih ia tak mau memikirkan hal lain lagi.


" kenapa mas dengan kakak Zidan". tanya kia ia melihat Zidan masih terkulai lemah di ranjang. Suster memperingati agar mereka lekas keluar agar tidak menganggu pasien. Tersisa tinggal Anisa saja di dalam, Kiran di ajak Tomi keluar juga.


" mas apa sebenarnya yang terjadi". tanya kia meminta penjelasan kepada Hamdan suaminya.


" Zidan pingsan saat di kantor, dokter sudah menangani nya. tidak apa-apa hanya dehidrasi juga kurang istirahat".


" memang beberapa hari ini Zidan selalu lembur di kantor, ". ucap Abi.


" siapa wanita tadi ".


" ia anisa wanita yang ta'aruf dengan Zidan kemarin". kia dan hamdan saling pandang.

__ADS_1


Di dalam ruangan ada Anisa dan ibunya sedang menengok Zidan, ia melihat ke arah Zidan calon suaminya itu. masih saja terlelap, memang Azzam menyuntikkan obat tidur dengan dosis rendah ke infusan Zidan.


" Kiran..." Zidan gelisah suaranya parau menyebut nama Kiran wanita yang dicintainya. ibu nya Anisa keluar memanggil umi agar ikut masuk, mereka bukan muhrim tak bisa berbuat apapun selalu hanya melihat Zidan.


" Kiran..." sekali lagi Zidan menyebutkan nama Kiran lagi.


" siapa Kiran umi". tanya Anisa.


" Kiran adalah wanita yang di cintai oleh Zidan". ucap Abi memang itu seharusnya Anisa tau.


" Abi..." umi melihat ke arah abi memberi kode agar Abi tak mengatakan nya lagi, umi merasa tak enak dengan Anisa dan ibunya Anisa.


" kenapa Zidan tak mengkhitbah nya Abi".


" ceritanya panjang nak, Kiran sudah menerima khitbah orang lain makanya ia mau ta'aruf denganmu, maafkan Abi nak harus mengatakan ini".


" tak apa Abi, lebih baik Anisa tau lebih dulu". ucap Anisa sembari tersenyum tapi tidak dengan hatinya ia merasa sakit hatinya mendengar calon suami nya mencintai wanita lain.


Zidan kembali lagi terlelap, Anisa dan ibunya pamit pulang setelah ia melihat Zidan mereka akan datang lagi esok. umi mengantar hingga di depan pintu rumah sakit.


" nak Anisa maafkan nak Zidan ya". ucap umi.


" tidak ada yang perlu di maafkan umi, semua orang punya hak mencintai siapapun tak terkecuali mas Zidan. jika memang Allah menjodohkan kami, kami pasti akan bertemu di pelaminan". ucap Anisa memegang jemari umi.


" kamu memang wanita saliha yang sangat baik nak". Anisa tersenyum kemudian ia pamit.


Sesampainya di rumah Anisa masuk ke kamar, ia menangis hatinya sudah terpaut oleh Zidan namun itulah kenyataan yang harus ia terima. Calon suaminya mencintai orang lain, begitu dalam cintanya hingga di dalam tidur pun bibir zidan mengucap kan nama Kiran.


" ya Allah aku ikhlas dengan semua jalan hidup yang aku terima, jika memang mas Zidan adalah jodohku dan baik untuk ku dekatkan kami dengan caramu yang baik. jika memang Engkau tidak memperkenankan kami untuk bersatu jauhkan kami pula dengan cara yang baik atasMu." Anisa lalu ke kamar mandi ia wudhu dan bertilawah agar hatinya sedikit tenang. ia pasrah kan semuanya kepada sang pemilik hidup, kepada Allah yang telah membolak-balikan hati setiap manusia. Anisa tidak ingin pernikahan nya hanya karena keterpaksaan Zidan lari dari cintanya, ia tau pasti sulit melupakan orang yang sangat di cintai.


___

__ADS_1


__ADS_2